6 Kebiasaan Baik untuk Menjaga Detak Jantung


Pusat kehidupan yang harus dijaga dengan melakukan kebiasaan sehat.

Jantung adalah salah satu organ yang tidak diatur oleh otak. Ia bekerja dengan sendirinya dan karena itu kita tidak bisa menghentikan atau mengontrol detak jantung seperti kehendak pikiran kita.

Karena itulah kita harus menjaga kesehatan jantung karena organ ini bekerja tanpa henti dan menjadi pusat dari kehidupan kita. Kuncinya terletak pada kebiasaan hidup kita. Menurut Dr. Wayne Andersen, penulis buku Dr. A's Habits of Health, ada enam kebiasaan yang harus dilakukan demi menjaga kesehatan jantung kita. 




 Berikut enam kebiasaan tersebut:
1. Jika Anda merokok, berhentilah.
�Pengaruh negatif dari tembakau dan merokok sangat mempengaruhi jantung. Racun kimia yang diproduksi oleh rokok mempersempit arteri Anda, yang menambah baik tekanan darah dan detak jantung, dan menurunkan pasokan oksigen, sehingga jantung bekerja lebih keras,� ujar Dr. Andersen. Berhenti adalah satu-satunya opsi jika Anda ingin memiliki jantung sehat.

2. Tingkatkan aktivitas harian Anda
Bergeraklah jika Anda ingin membuat jantung Anda sebagai prioritas. Coba alokasikan 30 menit untuk berolahraga lebih intens seperti berlari, kemudian melakukan interval latihan seperti berenang setiap empat hingga lima hari per minggu, akan secara signifikan menambah kesehatan jantung. Tingkatan latihan ini mencegah penyakit jantung dan stroke dan juga diabetes. Olahraga rutin juga menurunkan tekanan darah dan mengurangi peradangan, yang menjadi salah satu penyebab penyakit jantung.

3. Mengontrol berat badan
Menjaga berat badan tidak berarti harus kurus. Mengurangi 10 persen berat badan akan mengurangi risiko sakit jantung hingga 50 persen. Jaga berat badan dengan memperbanyak makan buah-buahan, sayur, protein, dan karbohidrat. Kurangi lemak hewani, gula, dan makanan yang mengandung banyak garam.

4. Konsumsi lemak sehat
Andersen menganjurkan untuk menurunkan asupan lemak harian kurang dari 20-25 persen dengan kurang dari 7 persen berasal dari lemak jenuh. Lebih baik jangan mengonsumi makanan cepat saji yang digodeng, kudapan kemasan, margarin, dan biskuit. Juga kurangi daging merah, produk-produk berbahan dasar susu (kecuali rendah lemak) dan hindari minyak kelapa dan kelapa sawit. Lebih baik gunakan minyak zaitun, minyak canola, dan makanan mengandung omega-3 seperti salmon dan mackerel.

5. Tidur cukup
Jumlah dan kualitas tidur adalah komponen penting untuk kesehatan jantung. Andersen menyebut sebuah penelitian dari 71.000 perawat perempuan yang menemukan bahwa perempuan yang tidur kurang dari lima jam saat malam hari, memiliki 45 persen risiko terkena sakit jantung dan mereka yang tidur enam jam memiliki 20 persen risiko. �Kurang tidur menambah risiko bertambahnya berat badan, masalah kekebalan, dan meningkatnya peradangan yang menjadi penyebab sakit jantung,� kata Andersen.

6. Berpikir sehat
Ketenangan pikiran menjadi salah satu kunci kesehatan jantung. Ketika kita mengalami stres dan disfungsi emosional maka hal tersebut menambah risiko sakit jantung. Karena itu kita perlu membiarkan pikiran kita terlepas dari email, televisi, ponsel pintar, dan pekerjaan kita. Cobalah rileks, spa, terapi pijat, atau apa pun yang bisa membuat kita rileks dan tenang pikiran.

Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : 6 Kebiasaan Baik untuk Menjaga Detak Jantung