Hukum Merayakan Valentine�s Day

Pada tahun 2005, Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan larangan jual-beli bunga Mawar untuk Valentine�s Day. Polisi keagamaan negara tersebut melakukan patroli setiap pagi dan petang guna memastikan bahwa tidak ada lagi took atau kedai yang menjual bunga untuk perayaan valentin. Dan para guru di sekolah-sekolah juga ikut aktif menyeru murid-muridnya untuk tidak ikut-ikutan merayakan Valentin.

Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (ulama� kharismatik setempat) sewaktu masih hidup juga mengeluarkan fatwa, �Hari Valentin yang kini dirayakan oleh banyak kaum sekuler sebagai cara jahiliyah Kristen. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka ia tidak akan pernah ikut merayakannya�.

Di Malaysia, para ulama� setempat juga telah sepakat untuk melarang kaum muslimin merayakan Valentine�s Day. Bahkan pada suatu kesempatan, Imam Jamal (seorang imam masjid di Amerika) melarang kaum muslimin setempat agar tidak ikut merayakan hari Valentin. �Kami, orang-orang Muslim tidak memerlukan budaya yang melanggar ajaran agama kami,� katanya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan kepada kaum Muslim bahwa perayaan Valentine Day atau Hari Kasih Sayang, hukumnya haram, karena perayaan yang diadakan setiap 14 Februari banyak diisi hal yang tidak bermanfaat bahkan hal yang buruk seperti pesta mabuk-mabukan.
�Dilihat dari perayaannya karena banyak pesta, mabuk-mabukan, sudah haram, jadi tanpa mengeluarkan fatwa secara khusus, sudah ketahuan,� kata Ketua Komisi Fatwa MUI, KH Ma�ruf Amin kepada wartawan

Sumber www.almanar.co.id
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Hukum Merayakan Valentine�s Day