Mutiara Hitam Siap Berlaga

Persipura Jayapura akan menghadapi partai hidup mati melawan Adelaide United di babak play off Liga Champions Asia (LCA) 2011/2012. Pertandingan akan digelar di kandang lawan, Stadion Hindmarsh, Australia, Kamis, 16 Febuari 2012. 
Pertandingan dipastikan akan berlangsung sengit mengingat babak play off kali ini menggunakan format sekali pertandingan. Tim yang kalah, dipastikan akan tersingkir langsung dari LCA musim 2012. 
Aroma persaingan juga semakin kental karena kedua tim saat ini juga sedang berseteru di Court of Arbitration for Sport (CAS). Maklum, Adelaide adalah salah satu pihak yang digugat Persipura ke CAS atas pencoretan tim asal Papua itu dari babak play off LCA 2012. 
Perseteruan kedua tim di jalur hukum berawal dari keputusan AFC mencoret Persipura saat drawing LCA 2012 beberapa waktu lalu. Keputusan ini merupakan buntut dari laporan PSSI terkait keterlibatan Persipura pada Liga Super Indonesia (ISL) 2011/2012. 
Adelaide sempat diuntungkan atas keputusan ini. Bagaimana tidak, tim asal Australia itu dinyatakan lolos bye ke penyisihan grup. Namun Persipura tidak terima dan memilih untuk mengadukan AFC, Adelaide United, dan PSSI ke CAS yang bermarkas di Zurich, Swiss. 
Sejauh ini, Persipura berada di atas angin. CAS melalui keputusan selanya menyatakan Persipura berhak bertanding lawan Adelaide dan meminta AFC untuk menentukan jadwal laga kedua tim tersebut. 
Namun pihak tergugat juga tidak tinggal diam. Mereka pun mengirimkan kuasa hukumnya untuk mengubah keputusan ini, termasuk PSSI. Induk organisasi sepak bola Indonesia itu telah menunjuk pengacara asal Belgia, Patrick Mbaya untuk menangani kasus ini. 
Ketua Adelaide, Greg Griffin mengaku kecewa dengan keputusan CAS mengembalikan Persipura ke LCA. Menurutnya, Persipura seharusnya tidak layak mengikuti play off karena tim tersebut tidak bermain di liga yang diakui oleh federasi sepak bola Indonesia, PSSI. 
"Keputusan CAS cacat. PSSI, AFC dan Adelaide United punya argumen yang masuk akal bahwa tidak ada dasar bagi CAS membuat keputusan," kata Griffin kepada Adelaide Advetiser.
"CAS telah membuat keputusan sementara untuk mengakomodasi klub ilegal. Ini adalah tuduhan mutlak dari CAS yang telah terjadi. FIFA hanya duduk dan membiarkan hal ini terjadi," katanya. 
AFC sendiri memilih tunduk pada keputusan CAS dengan menetapkan jadwal laga Adelaide vs Persipura, 16 Februari 2012. Pertandingan dilakukan sekali, dan yang menang langsung lolos ke fase grup. Namun AFC belum menganggap keputusan ini final dan menyatakan bahwa meski lolos, Persipura akan tetap didiskualifikasi bila keputusan final CAS akhirnya mengugurkan tuntutan jawara ISL itu.
Namun Persipura lagi-lagi mendapat angin segar setelah CAS mengirim surat kepada Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), Selasa, 14 Februari 2012. Menurut Sekjen KPSI, surat tersebut berisi penguatan terhadap putusan sela sebelumnya. 
Kami menerimanya tadi malam. Keputusan ini menguatkan keputusan yang kemarin, yakni keputusan sela," kata Hinca. Menurut Hinca, satu-satunya keputusan yang belum ditentukan hanyalah terkait tuntutan ganti rugi sebesar Rp20 Miliar kepada PSSI. 


Lantas seberapa tangguh Adelaide di lapangan? 

Tim yang bermarkas di Adelaide, Australia itu tidak banyak diketahui Tim Mutiara Hitam--julukan Persipura. Ini adalah kali pertama Persipura bertemu dengan Adelaide di ajang Liga Champions Asia.
Jika meneropong kekuatan Adelaide sekarang ini, Persipura pantas untuk tersenyum. Sebab, di ajang domestik Adelaide sedang terseok-seok. Adelaide yang bermain di liga kasta tertinggi Australia, A-League, musim ini sedang tidak dalam performa terbaiknya. Adelaide berada diurutan sembilan dari sepuluh tim yang mengikuti kompetisi A-League.
Tentu saja ini bukanlah hasil yang bagus karena Adelaide baru mengoleksi 23 poin. Adelaide masih terpaut 17 poin dari pemimpin klasemen sementara A-League, Central Coast Mariners.
Meski Adelaide musim ini tampil loyo di negaranya sendiri, Persipura patut mewaspadai rekor yang pernah ditorehkan oleh klub yang berdiri sejak tahun 2003 tersebut. Adelaide pernah punya catatan apik di Liga Champions Asia.
Adelaide mulai masuk ke pentas Liga Champions Asia tahun 2007. Saat itu ia masuk penyisihan grup dan berada di Grup G bersama Seongnam Ilhwa Chunma, Shandong Luneng Taishan, Gach Dong Tam Long An. Sayang, perjalanan Adelaide hanya sampai penyisihan grup karena hanya mengantongi delapan poin. Saat itu, Adelaide hanya finis diurutan ketiga dan kalah poin dengan Seongnam dan Shandong.
Tahun berikutnya setelah gagal di babak penyisihan grup, Adelaide menorehkan prestasi mengejutkan. Mereka lolos ke final setelah mengalahkan Bunyodkor di partai semifinal. Namun, langkah Adelaide untuk menjadi klub terbaik di Asia gagal setelah di partai final dikalahkan klub asal Jepang, Gamba Osaka. 
Final yang digelar dua kali itu, Adelaide dua kali menelan kekalahan. Leg pertama kalah 3-0, dan leg kedua kalah 2-0.
Pada tahun 2010, Adelaide kembali lagi ke Liga Champions setelah sempat absen pada tahun 2009. Waktu itu, Adelaide sempat tampil memukau di babak penyisihan Grup H. 
Di Grup H, Adelaide bersama Pohang Steelers, Sanfrecce Hiroshima, dan Shandong Luneng. Setelah melalui enam laga, Adelaide berhasil menjadi juara grup dengan mengantongi 10 poin.
Adelaide akhirnya berhasil mengantongi tiket ke 16 besar. Di babak ini, Adelaide bertemu dengan tim asal Korea Selatan, Jeonbuk Hyundai Motors. Sayang, di babak ini Adelaide lajunya terhenti setelah disingkirkan oleh klub tersebut.
Pelatih Persipura, Jacksen F Tiago mengakui, lawannya nanti bukanlah tim sembarangan. Pelatih asal Brasil itu menilai, Adelaide memiliki lini depan yang berbahaya.
"Adelaide tim yang bagus. Buktinya, mereka meraih kemenangan sebelum bertemu kita (lawan Gold Coast). Mereka punya penyerang yang bagus. Lini tengah mereka juga sangat kokoh. Dan tadi kita melakukan latihan untuk mengantisipasi hal tersebut," ujar Jacksen.
Salah satu penyerang Adelaide yang patut diwaspadai Persipura adalah striker berdarah Indonesia, Sergio van Dijk. Meski musim lalu permainan Van Dijk menurun, striker 29 tahun itu tetap menjadi andalan lini depan tim berjuluk The Reds tersebut. Hingga kini, Van Dijk telah mengoleksi 24 gol sejak membela Adelaide pada 2010. 

Krisis Persipura 
Berbeda dengan Adelaide, Persipura tidak banyak mempunyai pengalaman di Liga Champions Asia. Tim asal Jayapura ini hanya tercatat satu kali tampil, yaitu tahun 2010.
Persipura sebenarnya sudah mempunyai kesempatan tampil sejak tahun 2006, tapi Persipura gagal tampil setelah ada keterlambatan pendaftaran pemain ke AFC. Sejak saat itu, Persipura vakum lama. Baru pada tahun 2010 Persipura tampil untuk kali pertama di Liga Champions Asia.
Persipura saat itu langsung lolos ke penyisihan grup. Persipura tergabung dalam Grup F bersama Kashima Antlers, Jeonbuk Hyundai Motors, dan Changchun Yatai. Langkah Persipura di penyisihan grup ternyata tidak bisa berbuat banyak. Dari enam kali laga, Persipura hanya memetik satu kali kemenangan. Satu kemenangan ini akhirnya tidak cukup mengantarkan Persipura lolos ke babak selanjutnya.
Selain soal pengalaman di pentas Asia, Persipura juga diselimuti persoalan non teknis menjelang menghadapi Adelaide. Seluruh manajemen Persipura harus pontang-panting untuk mempersiapkan hal teknis yang dibutuhkan pemain seperti paspor.
Persipura mengalami hal seperti itu setelah hanya punya waktu enam hari pasca surat penegasan dari AFC kepada PSSI. Surat tertanggal 10 Februari itu memutuskan Persipura bisa ikut play-off Liga Champions Asia (LCA) 2012. 
Surat itu langsung ditanggapi suka cita meski sempat membuat repot manajemen klub. "Mudah-mudahan bisa menuai hasil sempurna walaupun semuanya serba mendadak. Makanya, kami manfaatkan betul waktu dan kesempatan selama kita di Jakarta, seperti infrastruktur," kata Jacksen.
Namun, dalam laga hidup mati nanti, Jacksen harus kehilangan dua pemain terbaiknya, Solossa bersaudara. Setelah Boaz Solossa absen karena cedera, kini Ortizan Solossa dipastikan tak bisa tampil akibat masalah administrasi. 
Ortizan tidak berangkat ke Australia karena terganjal masalah imigrasi. Paspor mantan pemain Persija Jakarta itu hilang sehingga tidak mendapat izin untuk meninggalkan Indonesia. 
Menurut Ketua Harian Persipura, La Siya, Ortizan menjadi pemain ketiga timnya yang tidak diikutkan dalam lawatan mereka kali ini. Sebelumnya, Boaz dan pemain muda Stevie Bonsapia dipastikan absen lantaran sedang dalam fase pemulihan cedera.
"Ortizan yang tidak bisa ikut ke Australia. Persoalan paspornya yang hilang tidak bisa selesai tepat waktu. Tapi, saya yakin tim pelatih sudah mempersiapkan penggantinya nanti. Semoga ini tidak berpengaruh terhadap klub," ujar La Siya pada VIVAbola, Rabu 15 Februari 2012.
Menurutnya, saat ini seluruh pemain Persipura sudah berada di Adelaide, kota yang menjadi markas tim tuan rumah. Rencananya, setelah melakukan uji coba lapangan dan latihan ringan, klub berjuluk Mutiara Hitam itu akan bertemu Adelaide United di Stadion Hindmarsh, besok sore waktu setempat. 
"Kami sudah sampai Adelaide. Baru saja dilakukan technical meeting. Kami sebelumnya terancam main tanpa Bio Paulin dan Zah Rahan. Tapi, mereka akhirnya bisa menyusul ke sini. Besok, keduanya bisa dimainkan," ujar La Siya.

Sumber : 
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Mutiara Hitam Siap Berlaga