Memperingati Hari ANEKSASI, Unjukrasa di Manokwari Dan Serui

Ratusan-Massa-Demo-Di-Manokwari-Bawa-Bintang-Kejora
 
Manokwari (01/4) --- Sedikitnya, 100 - 300 massa demo yang berunjuk rasa di kota Manokwari, Papua Barat, membawa puluhan bendera bintang kejora (BK). Bendera yang di bawa itu diarak-arak oleh massa.

Demikian disampaikan Simon Riziard Banundi dari Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manowari melui pesan pendek yang diterima tabloidjubi.com, Selasa (1/5). �Saat ini ada sekitar 100 � 300 massa mulai bergerak dari kantor Dewan Adat (DAP) keliling kota Manokwari dan rencana menuju kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua Barat,� kata Simon.

Pengunjuk rasa membawa puluhan bendera bintang kejora (BK). BK yang di bawa massa demo berukuran 10 x 5 sampai dengan ukuran 3 x 2 meter diarak masa. Namun, kepolisian Manokwari menyita puluhan bendera itu. Aparat keamanan menjaga ketat demonstrasi itu. �Ring keamanan terbuka. Tampil polisi dan brimob. Penjagaan ketat dengan di beckap intel dan berbagai kesatuan lainnya,� kata Simon. Pendemo menuntut Indonesia mengembalikan hak kedaulatan rakyat Papua yang sudah di caplok.
Demonstrasi yang sama juga berlangsung di Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Sekretaris Jenderal West Papua National Autority (WPNA) wilayah Saireri, Hendrik W mengaku, saat ini seluruh warga di Kabupaten Kepulauan Yapen turun jalan. Jumlah massa sebanyak 10 � 12 ribu orang. Ribuan warga ini menuntut Indonesia segera mengembalikan hak rakyat Papua yang sudah di caplok sejak 1 Mei 1961.
�Masyarakat minta Indonesia kembalikan haknya yang sudah dirampas pada 1961. Indonesia harus bertanggung jawab mengembalikan hak itu,� ujar Hendrik saat di konfirmasi tabloidjubi.com via ponnsel, Selasa. Massa demo turun tanpa spanduk dan bendera. Hendrik mengatakan, awalnya pengunjuk rasa membawa bendera bintang kejora dan sejumlah spanduk. Namun, kepolisian setempat menghadang massa ditengah jalan lalu menyita bendera dan spanduk.

Lanjut dia, ribuan pengunjuk rasa yang turun jalan itu berkumpul diempat titik. Masing-masing di kampung Mantembu, kampung Warari, kampung Maryadei dan kampung Turu. Mereka datang dari sejumlah dirstrik yang ada di kota julukan kembang itu. Diantaranya, Distrik Pom, dan Distrik Windesi. Pendemo berencana berkumpul dan menyampaikan aspirasinya di panggung pelataran Pantai Wombai Serui. Tetapi, sebelum berkumpul di Wombai, mereka longmarch mengelilingi kota Serui.
Hal serupa juga disampaikan Yehud Ataruri, salah satu pengunjuk rasa. Menurut Yehud, kepolisian perketat demonstrasi dari rakyat. Namun, rakyat tetap nogotot untuk turun ke jalan raya. �Sekarang badan jalan raya penuh manusia. Massa akan keliling Serui,� tutur Yehud saat menghubungi tabloidjubi.com melalui telepon seluler. Hingga berita ini ditulis, belum ada komentar dari kepolisian Yapen dan Manokwari. (Jubi/Musa Abubar)
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Memperingati Hari ANEKSASI, Unjukrasa di Manokwari Dan Serui