NEGARA FEDERAL REPUBLIK PAPUA BARAT (NFRPB)

REKONSILIASI PAPUA DAN PELURUSAN SEJARAH PAPUA MENJADI TUGAS PDP SELAMA 11 TAHUN, DALAM PERJALANAN ITU TERBENTUK ORGAN/BADAN PERJUANGAN MELALUI DIPLOMASI DAMAI. BADAN-BADAN MENSOLIDKAN DIRI MENJADI SATU KEPEMIMPINAN KUALISI DAN KEMUDIAN KEPEMIMPINAN NASIONAL (PDP, DAP, WPNA, WPNCL, TERMASUK BINTANG 14, WPNG CONGRESS, DLL).

 TIDAK KURANG DUKUNGAN DARI SAYAP MILITER PAPUA (TPN/OPM) DIRIMBA RAYA. MAUPUN SAYAP DIPLOMASI POLITIK KE DALAM MAUPUN KE LUAR NEGERI. KONGRES BANGSA PAPUA (KBP) KE-III PAPUA YANG DIPERSIAPKA SELAMA TIGA

TAHUN SEJAK 2009 SETELAH KEPEMIMPINAN NASIONAL MELAKUKAN LOBI KE BERBAGAI PIHAK DAN PEMERINTAH (HEARING US-CONGRESS 2010 DI AMERIKA. DALAM RENTETAN PERISTIWA ANTARA LAIN PERINGATAN 10 TAHUN GUSDUR KEMBALI NAMA PAPUA 1 JANUARI 2000 - 1 JANUARI 2010, PERINGATAN 10 TAHUN KONGRES KE-II 3 JUNI 2000 - 3 JUNI 2010, DLL) KBP-III MENJADI SATU DAMBAAN YANG HARUS DIJAWAB KEPEMIMPINAN NASIONAL PAPUA. KONGRES KE-III TERAKHIR MENJADI KEPUTUSAN SIDANG KONFERENSI DEWAN ADAT PAPUA YANG ANGGOTA-ANGGOTANYA ADALAH KEBANYAKAN PANEL PDP DI DAERAH TANGGAL 5-10 OKTOBER 2011 DI BIAK. SEMUA PROSES DILAPORKAN DENGAN SANTUN KEPADA KEKUASAAN RI DARI TINGKAT DAERAH HINGGA TINGKAT PUSAT DAN DIKETAHUI SERTA DICERMATI DUNIA INTERNASIONAL, TIDAK TERSEMBUNYI & DEMOKRATIS. 5000 MANUSIA PAPUA YANG TURUT MENGHADIRI KRBP-III, 700 ORANGNYA DENGAN 7 PEMBICARA PERWAKILAN 7 WILAYAH ADAT PAPUA HADIR SEBAGAI PESERTA INTI DALAM KONGRES KE-III PAPUA DI LAPANGAN ZACHEUS KOMPLEKS GEREJA KATOLIK TANGGAL 16-19 OKTOBER 2011 ITU. KRP-III MENGHASILAKAN REKOMENDASI-REKOMENDASI SEBAGAI BERIKUT : 


NAMA NEGARA, PROFILE NEGARA, PEMIMPIN NEGARA (PRESIDEN DAN PERDANA MENTERI YANG HINGGA SAAT INI MASIH MEMPERTANGGUNG JAWABKAN DIHADAPAN HUKUM KOLONIAL - RI) DAN KONTITUSI NEGARA. 
ADAPUN ISI PESAN PRESIDEN TERPILIH DARI BALIK TERALI BESI, SEBAGAI MANA TERSEBUT DIBAWAH INI:

SALAM BANGSA PAPUA ... 
PAPUA MERDEKA, KONGRES BANGSA PAPUA (KBP) III, MERUPAKAN PESTA DEMOKRASI RAKYAT BANGSA DIPAPUA BARAT, YANG BERTUJUAN:

  1.  Pemulihan kemerdekaan Kedaulatan Bangsa Papua di negeri Papua Barat.
  2. Pemulihan Negara Papua yang dianggap “Boneka” oleh Soekarno melalui Tri Komando Rakyat (Trikora) pada tanggal 19 Desember 1961
  3. Menggugat Invasi dan Aneksasi Kemerdekaan Kedaulatan dan Negara Papua yang dianggap boneka oleh pemerintah Indonesia.
  • Ingatlah bahwa pada tanggal 19 Oktober 1961 Proklamasi Kemerdekaan Papua dinyatakan dalam bentuk manifesto politik oleh Komite Nasional Papua (KNP); Deklarasi yang dibacakan oleh Presiden Papua yang didampingi Perdana Menteri pada tanggal 19 Oktober 2011 adalah menyatakan kembali apa yang pernah dinyatakan oleh Komite Nasional Papua pada tanggal 19 Oktober 1961. Karena itu kami menyatakan bahwa rakyat Papua tidak merong-rong keutuhan NKRI, rakyat Bangsa Papua tidak merusak keutuhan NKRI.
  • Ingatlah bahwa Rakyat Bangsa Papua mendeklarasikan Negara Federal Republik Papua Barat dalam rangka memulihkan kemerdekaan kedaulatan dan Negara Papua yang dianeksasi melalui invasi politik dan militer kedalam NKRI pada tahun 1961 melalui Trikora. Karena itu, Deklarasi Negara Federasi Republik Papua Barat adalah sebuah keharusan demi menegakkan Nilai-nilai Luhur, yakni kebenaran, keadilan, kejujuran, demokrasi, hak asasi manusia, supremasi hukum dan kedamaian.
  • Kami perlu menegaskan bahwa perjuangan Bangsa Papua bukan mendirikan Negara dalam negara, bukan juga memisahkan diri dari NKRI, bukan juga merusak NKRI, akan tetapi perjuangan Bangsa Papua, yang dinyatakan melalui deklarasi adalah PEMULIHAN KEMERDEKAAN KEDAULATAN dan NEGARA PAPUA YANG DIANEKSASI KE DALAM NKRI. Karena itu Negara Indonesia jangan memandang perjuangan Papua adalah tindakan MAKAR; rakyat  Bangsa Papua berjuang bukan melakukan MAKAR, bukan juga Separatis. Perjuangan Bangsa Papua adalah perjuangan untuk menegakkan jati diri setiap orang Papua dan penegakkan kedaulatan Bangsa Papua Barat yang dicaplok ke dalam NKRI di bawah bayang-bayang Amerika Serikat.
  • Kami perlu sampaikan bahwa Negara Federal Papua Barat adalah Negara yang sedang berjuang untuk pengakuan Kemerdekaan menjadi Negara Berdaulat penuh. Jadi Federasi Papua bukan bagian dari NKRI, tetapi Negara Papua adalah negara berdiri sendiri atau berdaulat penuh.
 Sumber : SEKERPM

Related : NEGARA FEDERAL REPUBLIK PAPUA BARAT (NFRPB)