25 Maret, Demo �Lengserkan� SBY

Pedagang dan Sopir Siap-Siap Libur

25 Maret, Demo �Lengserkan� SBY Tetap Berlangsung

JAKARTA � Ribuan massa dari berbagai elemen bersama para aktivis pergerakan demokrasi akan menggelar aksi unjuk rasa untuk menggulingkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono, pada Senin (25/3) mendatang. Aksi ini membuat pedagang, pegawai libur, dan sopir siap-siap libur.
�Kami mendapat laporan kalau sejumlah pedagang, sopir, dan pegawai meliburkan diri. Seharusnya tidak perlu khawatir karena aksi menurunkan pemerintahan SBY-Boediono akan berlangsung damai. Untuk itu ayo bergabung,� ajak Sekjen Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia, Adhie Massardhie. 

Dihubungi Harian Terbit, Jumat pagi (22/3), Adhie mengemukakan, aksi tersebut dilakukan karena pemerintahan SBY adalah pemerintahan yang korup dan tidak lagi bisa menata negara, sehingga perlu digulingkan. Pemerintah SBY juga dianggap sudah berkiblat kepada pemerintah asing dan lupa terhadap rakyatnya sendiri. �Meski disebut melakukan kudeta dan makar, Senin, 25 Maret, kami tetap demo,� ujar Adhie.

Dia menegaskan, harus ada perubahan radikal tanpa melaksanakan Pemilihan Umum, sebab lembaga politik seperti parpol dan KPU sudah tidak bisa dipercaya lagi. �Pemerintah korup, partai politik tidak jujur, KPU juga tidak jujur. Makanya akan ada kerusakan lebih parah jika tidak ada perubahan radikal. Kami akan menggulingkan SBY dan Boediono karena sudah tidak becus memimpin negeri ini,� ungkapnya. 

Sementara Ketua Presedium MKRI, Ratna Sarumpaet menyebutkan MKRI telah berkirim surat kepada Presiden SBY melalui Sekertariat Negara (Setneg). Surat tersebut berisi beberapa tuntutan dan ultimatum kepada pemerintah.
Tuntutan MKRI kepada rezim SBY-Boediono antara lain segera melakukan nasionalisasi minyak dan gas (migas) serta tambang. Selain itu, pemerintah juga dituntut untuk menyelesaikan beberapa kasus korupsi besar, seperti Hambalang, Century dan IT Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pemerintahan SBY juga diminta dalam setiap kebijakannya lebih pro-rakyat, salah satu dengan menyetop liberalisasi impor, menurunkan harga bahan pokok dan melindungi hak asasi kelompok minoritas. �Jadi SBY bohong jika mengetahui (aksi) MKRI dari intel-intelnya. Kita sudah mengirim surat tuntutan kepada Sekertariat Negara,� ujar Ratna Sarumpaet.

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam MKRI ini diantaranya adalah Fuad Bawazier, Adhie Massardi, Boni Hargens, Harry Roesli, dan Ratna Sarumpaet serta beberapa tokoh lainnya.
Aksi 25 Maret yang akan menggulingkan SBY, kata dia, tidak melanggar konstitusi. Aksi tersebut adalah murni kehendak rakyat Indonesia karena SBY melanggar konstitusi. Menurutnya, SBY-Boedion pantas digulingkan karena kebijakannya yang inkonstitusional dengan membuat ratusan undang-undang yang berkiblat pada asing adalah sebuah bentuk pelanggaran konstitusi. �Apakah rakyat demo menggulingkan Presidennya melanggar konstitusi?� tanya Ratna.

Sementara Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI Marciano Norman, sudah mengetahui akan adanya aski untuk turunkan SBY pada 25 Maret. Meski demikian pemerintah tak khawatir dengan aksi pada 25 Maret mendatang. �Paling seperti aksi biasanya,� katanya.
Ketua Aliansi Perubahan Dr Rizal Ramli mendukung langkah kelompok yang menghendaki agar Presiden Yudhoyono turun dari kursi presiden. Namun demikian, Rizal menolak sebutan jika rencana aksi unjuk rasa MKRI pada 25 Maret nanti bermuara pada upaya kudeta. �Apakah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak paham istilah kudeta,� kata Rizal.
�Kudeta,� kata Rizal,� dilakukan oleh tentara yang punya kekuatan bersenjata, lalu mengambil kekuasaan dengan kekerasan�.
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Airlangga di Surabaya, Aribowo, meragukan aksi-aksi yang dilakukan kelompok masyarakat belakangan ini akan bermuara pada kudeta, kecuali didukung TNI.
Editor � Maghfur Ghazali - sumber: Harian Terbit
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : 25 Maret, Demo �Lengserkan� SBY

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: