Beberapa Kekerasan Yang Terjadi Di Papua

Bukti kejahatan Aparat Keamanan Indonesia terhadap Orang Asli Papua di seluruh Tanah Papua, dapat dilihat dari fakta rekayasa penembakan oleh TNI & Polri terhadap warga sipil dengan dalih menembak Anggota TPN-OPM. Fakta ini terbukti dari Document rahasia militer, yang terungkap secara sadar atas berkat campur tangan Tuhan. Fakta kebiadaban TNI/POLRI ini terungkap untuk menyatakan kebenaran bahwa di Papua telah dan sedang terjadi Genocide, terhadap orang asli Papua oleh Aparat Keamanan Pemerintah Colonial Republik Indonesia. 
Untuk info lebih lengkap dapat anda baca dan lihat di situs : W P N L A



Untuk info lebih lengkap dapat anda baca dan lihat di situs : W P N L A


Photo-report on the assassination of YAWAN WAYENI on Monday 3 August 2009
BAGUS EKUDANTO, Commander of Police in Papua Province ordered AKBP IMAN SETYAWAN (S.Ik) Head of Police of Yapen Regency to �clean� the West Papuan political movement in Yapen, including the old village of Mantembu in the valley of Mt Wayoi. On Sunday 2 August the police kidnapped seven people from Mantembu and took them to Jayapura where they were incarcerated without charge. On Monday 3 August at 6am, Police 1 SSK (a company of indeterminate number but up to 150 personnel) entered Mr Wayeni�s house and raped his wife in front of their second child who was sick. Mr Wayeni tried to intervene and was shot with three rounds of ammunition from a SS1 automatic gun and then bayoneted. He ran out of the house and died in the garden. The police threw his body in their car, like a dead animal, and took him to the hospital to sew up his stomach. Yawan Wayeni was forty years old. He was a political prisoner in Yapen for nine years during the Suharto administration. He leaves a wife and three children.
Translation to English

Click to enlarge
1. Sdr. Yawan Wayeni sedang berusaha lari sambil menahan isi perut yang sudah keluar (Mr Yawan Wayeni running out from his house after being shot and bayoneted by Indonesian police, cradling his disemboweled intestines, looking for a place to hide in his garden).

Click to enlarge
2. Sdr. Yawan Wayeni saat terjatuh sambil menahan isi perutnya yang keluar (Mr Wayeni falls in his garden, soaked in blood, still holding his disemboweled intestines).

Click to enlarge
3. Sdr. Yawan Wayeni terus bertahan dan berusaha lari (Mr Wayeni standing again trying hard to save his life).

Click to enlarge
4. Sdr. Yawan Wayeni sudah tak mampu bertahan lagi, sehingga inilah saat2 terakhir ia mulai menghembuskan napas terakhir (Mr Wayeni seconds before he dies in his garden).

Click to enlarge
5. Saat terakhir sdr. Yawan Wayeni menghembuskan napas dalam keadaan duduk (Mr Wayeni at the moment of his death).

Click to enlarge


Click to enlarge
6 & 7. Joint Police and TNI Search and Destroy operation in Mantembu Village on 11 June 2009. When they didn�t succeed in finding FERDINAND WORABY, they took a twelve-year as hostage, then burned the activist�s house.
*************
Translation to English
Photo 1 Mr Yawan Wayeni running out from his house after being shot and bayoneted by Indonesian police, cradling his disemboweled intestines, looking for a place to hide in his garden
Photo 2: Mr Wayeni falls in his garden, soaked in blood, still holding his disemboweled intestines
Photo 3: Mr Wayeni standing again trying hard to save his life
Photo 4: Mr Wayeni seconds before he dies in his garden
Photo 5: Mr Wayeni at the moment of his death
Photos 6 & 7: Joint Police and TNI Search and Destroy operation in Mantembu Village on 11 June 2009. When they didn�t succeed in finding FERDINAND WORABY, they took a twelve-year as hostage, then burned the activist�s house.
------------------------------------------------






Potret keberhasilan otonomi khusus di Papua.





Masih banyak potret kekerasan yang terjadi diatas tanah Papua, sejak tahun 1960-an hingga kini yang yang terjadi. Di tahun-tahun awal pada dekade 1960an kekerasan yang terjadi adalah karena indonesia berusaha untuk mengusai dan merebut secara paksa wilayah Papua. jauh sebelum pelaksanaan pepera, ada banyak orang papua yang terpaksa disiksa, dibunuh dan lain sebagainya semua demi menanamkan idiologi merah putih, idiologi keindonesiaan dalam bhineka tunggal ika.

Kekerasan-kekerasan yang terjadi semua bukan semata-mata atas inisiatif orang perorang tetapi semua itu terstruktur dan rapi, semua itu berada dalam komando resmi, komando negara. semua melalui operasi-operasi yang disusun secara matang untuk melenyapkan orang papua yang bicara tentang hak dan martabatnya sebagai sebuah bangsa yang bebas merdeka.

Sudah waktunya untuk generasi Papua, menyadari segala persoalan yang ada untuk ambil bagian, bergerak melawan penjajahan yang terus menerus berlangsung di atas tanah air Papua.
Jangan berdiam dan biarkan penderitaan ini terus terjadi, jangan hanya mengganggap mereka yang disiksa dan dibunuh karena mereka salah, mereka rela, mereka telah alami segala kekejian demi harga diri, marilah bersatu padu bangkit dan lawan buatlah mereka yang telah pergi tersenyum dengan melihat kepergian mereka didalam perjuangan menuju pembebasan tidak sia-sia.

Masih banyak catatan dan foto-foto kekerasan yang terjadi diatas tanah papua, silahkan di search melalui situs pencarian seperti google dll.(PH)

 



Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Beberapa Kekerasan Yang Terjadi Di Papua

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: