Jurnal Hari ini Maret 2013

Mengenang kepergian orang tua kekasih almarhum Dr.Thom Wainggai sejak 12 - 18 Maret 1996 - 2013 saat musim bunga/ Springtime break/ Libur Universitas selama satu Minggu.

Hanya waktu dan aktifitas diobati dari apa yang kau bersama pemimpin nasionalis lainnya telah tanamkan bagi generasi bangsamu hari ini.

Secara khusus, terima kasih bukan karena intelektualmu kau dibunuh oleh pemerintah Jakarta , tetapi karena Argumentasi Hukum dan Politik menempatkan posisimu berhadapan dengan pemerintah Jakarta, kau dibunuh begitu halus dari trik pemerintah Jakarta dan kroni-kroninya, bagimanapun dalam membaca beberapa produk hukum yang mengikat tanah Melanesia - Papua Barat dalam perspektif hukum dan politik yang kau tinggalkan.

Terima kasih Dr. Thom, berdasarkan ratusan lembaran eksepsi dan pledoimu lebih kurang 300 lembar menjelaskan kepada pemerintah Indonesia, Amerika Serikat, Australia dan masyarakat internasional lainnya akan dibaca dan diilhami generasi hari ini.

Disamping itu, menelusuri waktu silam pernah ke Papua New Guinea, Solomon Islands, Republik epeluauan Fiji, Vanuatu, Australia dan kini USA, menjejaki surat-surat pribadi dan dokumen yang pernah dikirim ke Perserikatn Bangsa-Bangsa sejalan dengan revolusi bangsa, membaca beberapa dokumen negara yang sempat dikirim melalui jaringan Bishop Gereja-gereja Katholik yang berkedudukan di Vanimo, Papua New Guinea.

Khususnya, hari ini bersamaan dengan AKSI DAMAI PEREMPUAN MELANESIA PAPUA BARAT dan rakyat kita ditanah air, membaca ulang kembali semua bait paragraph itu, hanya tertegun diam sejenak, bertanya ? Itukah yang membuat kau harus terbunuh dan media Indonesia - puas memberi judul kepergian Nelson Mandelanya Irian Jaya dan penderitaan panjang ini masih diperjuangkan hingga tercapai cita-cita itu? Merdeka.

Terima kasih Dr. Thom, resim Soeharto membuat tanah Papua Barat sunyi dari pekikan Merdeka waktu itu diujung peluru. Resim Soeharto membuat mati dan hidup nyawa orang Papua Barat dalam satu mata koin - mati dan hidup, namun kau bersama 80 mantan Tapol lainnya maju dengan sejarah itu, Amnesty Internasional untuk pertama kali masuk berkedudukan di tanah Melanesia - Papua Barat sejak itu tahun 1989 sampai sekarang diusir keluar tanpa kompromi Jakarta,

Terima kasih Dr. Thom, bukan karena aku lahir dari pohon keluarga Wainggai sehingga ingin kuperjuangkan ini bersama teman-teman lainnya, tetapi sungguh lebih dari itu, sesuatu yang berharga mahal, iman kekristenan bangsamu mengajarkan Tuhan Yesus mati untuk menebus banyak orang dimuka bumi ini, Arnold Ap, Theys Elluay, Kelly Kwalik, Mako Tabuni, kau dan pejuang nasionalsi lainnya dibunuh karena tebusan untuk rakyat dan generasi bangsa hari ini, makanya kembali kami diingatkan hari ini ketika membaca semua lembaran-lembaran dokumen ini tertulis sangat akurat oleh dan pemimpin nasionalis lainnya.

Terima Kasih Dr Thom, bersama pemimpin politik lainnya, kau telah dipenjarakan 20 tahun penjara dan mati tebrunuh karena Keyakinan Ideologi, TAPI satu yang pasti kau tidak mati dalam spirit kebangsaan, semangat revolusi damai bangsamu.

Herman Wainggai
Terima kasih Dr. Thom, proposal rakyat bangsa Melanesia - Papua Barat tertanda tangan yang ditujukan olehmu kepada Sekretaris Perserkatan Bangsa-Bangsa / PBB dalam rangka memohon Dewan Keamanan PBB kaitan negara Melanesia - Papua Barat itu lahir dan bagaimana sisitim pemerintahaan yang dianut dengan kelengkapan aparatus negara lainnya seperti, Garis-garis Besar Haluan Negara, 163 artikel Konstitusi Negara Melanesia - Papua Barat, Rencana Pembanguan Pemerintahan Negara, Simbol/Lambang Negara, Motto Negara, dan alat kelengkapan negara lainnya seperti mata uang termasuk pula Dua Bendera kebangsaan yang dijelaskan dari dokumen ini tentu adalah fondasi kuat, bukti negara itu ada dan semestinya PBB segera mengakomidinir dan kita perlu memohon dukungan pemerintah Amerika Serikat di washington DC dan Australia untuk memberi pengakuan itu.

Terima kasih, adalah yang bisa kami tulis dalam jurnal hari ini, mengenangmu bersama para pejuang kainnya. 

Tuhan berkati
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Jurnal Hari ini Maret 2013