Warga Kecam Pernyataan Pangdam IV Diponegoro

Manado - Parahara penembakan �misterius� di lapas Sleman Yogyakarta menuai sorotan keras dari warga Sulut. menyesalkan sikap Tentara Nasional Indonesia () dan Polisi Republik Indonesia (). Pasalnya menurut Tindi yang juga mantan itu oknum yang melakukan penembakan dilapas telah melanggar aturan.

Jimmy Robert (foto ist)

�Kita merupakan negara hukum, kok para tahanan di Lapas Sleman tidak mendapat perlindungan hukum dan kenyamanan keaman. Kenapa penembakan terjadi didalam Lapas, dimana para penjaganya, ada sekitar 17 orang bersenjata lengkap yang menyerang LP Sleman sudah 33 jam tidak ditemukan
pelakunya,� ujar Tindi dengan nada tega.


Dikatakannya lagi kepada , kalau sikap dengan menyimpulkan tidak ada keterlibatan TNI. Menurutnya di negara ini yang memiliki kelompok terlatih dan diharapkan mengayomi masyarakat tidak lain adalah TNI/POLRI.
�Kami mengecam pernyataan Pangdam IV Diponegoro yang dengan cepat menyimpulkan bahwa TNI tidak terlibat penyerangan ini. Lalu saat ini, dinegara ini yang memiliki kelompok terlatih dan bersenjata lengkap menyerang gedung sekelas Lapas hanya dalam hitungan waktu 10 menit itu siapa?,� papar Tindi dengan nada bertanya.(amc) - beritamanado.com/

-------------------------------------------------
Ratusan warga yang tergabung dalam solidaritas untuk korban penembakan di Yogyakarta melakukan aksi keprihatinan dengan menyalakan lilin di sekitar bundaran HI Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2013). Aksi keprihatinan ini dilakukan menyikapi tewasnya empat napi Lapas Cebongan Sleman Yogyakarta yang tewas ditembak oleh kelompok bersenjata pada Sabtu dini hari lalu. TRIBUNNEWS/HERUDIN

4 korban pemembakan yang terjadi di Lapas Sleman

Biodata 4 Tahanan Lapas Sleman Yang Jadi Korban Penembakan

Andalas Empat tahanan Lapas Sleman tewas ditembak diselnya oleh gerombolan orang bertopeng. Tahanan tersebut diduga pelaku penusukan anggota TNI AD di Cafe Hugos.
Dibawah ini merupakan biodata empat korban yang tewas diberondong oleh senjata laras panjang itu:

Nama       : Hendrik Benyamin Sahetapy alias Diki (38)
Alamat     : Asrama NTT Jl Tegal Panggung DN II/920, Danurajem, Yogyakarta.
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Perkara    : dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain/338 KUHP

Nama       : Yohanis Juan Manbait alias Juan (37)
Alamat     : Asrama NTT Jl Tegal Panggung DN II/920, Danurajem, Yogyakarta.
Pekerjaan : Polri
Perkara    : dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain/338 KUHP

Nama       : Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi (33)
Alamat  : Bintaran Kulon 32 RT 005 RW 002, Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Margangsan, Yogyakarta. Atau Asrama NTT Jl Tegal Panggung DN II/920, Danurajem, Yogyakarta.
Pekerjaan: -
Perkara   : dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain/338 KUHP

Nama      : Adrianus Candra Galaja alias Dedi (23)
Alamat    : Kos di Pugeran RT 02, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta. Atau alamat asak Aegela, Kecamatan Nangaroro, kabupaten Nagekoe, NTT.
Pekerjaan: -
Perkara    : dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain/338 KUHP

Salah satu korban penembakan tersebut diduga adalah anggota Brimob yang menjadi desersi. Anggota itu diketahui pernah tersangkut kasus narkoba dan tengah menjalani masa hukuman selama 2/3 masa tahanan.(dtk) -  Harian Andalas



Sejumlah kerabat menunggu empat jenazah korban penembakan sebelum dibawa ke Kupang, NTT, di RS. Dr. Sardjito, Yogyakarta, Senin (25/3)-foto Tempo

Foto/Ils Kabarkampus.com


Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Warga Kecam Pernyataan Pangdam IV Diponegoro

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: