50 Tahun Integrasi, Papua Mau Dibawa Kemana ?

SORONG-Bertepatan dengan peringatan 50 tahun integrasi Irian Barat (Papua) ke NKRI, generasi muda Papua bekerjasama dengan Irian Jaya Crisis Centre, menggelar seminar nasional dengan topik sentral, Papua Mau Dibawa Kemana?. Sekretaris panitia Gebyar 50 Tahun Integrasi Irian Barat, Kelly Kambu,ST mengatakan, 1 Mei merupakan peristiwa sejarah bagi rakyat Papua, dan 1 Mei 2013 ini genap 50 tahun Papua berintegrasi ke dalam NKRI. Banyak pro kontra yang terjadi selama integrasi, untuk itu kami sebagai generasi muda akan menggelar seminar nasional dengan topik sentral, Papua Mau Dibawa Kemana?

Mengakumulasi berbagai kondisi, peristiwa dan realita serta dinamika yang terjadi di Papua, kita ramu semua itu dalam seminar nasional. Output, kiranya menjadi pertimbangan, saran dan tindaklanjut bagi pemerintah untuk mengambil langkah dan kebijakan yang akan diterapkan di tanah Papua,� kata Kelly Kambu kepada Radar Sorong, kemarin (14/4). Seminar nantinya dibagi dua sesi diskusi yaitu membahas percepatan penerapan kebijakan di tanah Papua yang menghadirkan Menko Kesra, Agung Laksono sebagai keynote speaker. Sesi kedua tentang Pengelolaan Papua dengan Hati, dengan menghadirkan beberapa tokoh nasional dan Papua sebagai pembicara,� terangnya.
 
Dikatakannya, seminar nasional ini untuk memeriahkan peringatan hari integrasi Papua ke NKRI, dan sebagai generasi muda Papua, pihaknya sangat mendukung usulan Wakil Ketua DPRPB agar pemerintah pusat menjadikan 1 Mei sebagai Hari Integrasi Nasional. Sehingga dari Sabang sampai Merauke, dari Talaud sampai Rote memperingati 1 Mei sebagai Hari Integrasi Nasional, bukan hanya sebagai Hari Buruh yang selama ini dikenal. Integrasi ini menjadi sejarah bangsa ini, sehingga generasi kedepan tidak berjalan dalam prasangka buruk, tidak berjalan dengan sakit hati, kekecewaan, dendam, dengki, tetapi diharapkan generasi penerus berperan membangun bangsa ini bersama-sama, bukan saja menjadi tuan di negerinya sendiri, tetapi menjadi tuan di republik ini jauh lebih penting. Tidak ada yang tidak mungkin, jika Obama bisa jadi presiden Amerika, mungkin 50 tahun kedepan akan muncul Obama-obama dari Papua yang memimpin republik ini,� tukasnya.

Merefleksikan 50 tahun integrasi Papua, Kelly mengatakan harus ada kebijakan strategis pemerintah dalam rangka mendorong implementasi otonomi khusus Papua secara menyeluruh, mendorong pasal-pasal dalam UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua yang selama ini belum dilaksanakan, agar dilaksanakan secara menyeluruh. Dicontohkannya, pasal 46 ayat 1 bahwa dalam rangka pemantapan persatuan dan kesatuan bangsa, di Provinsi Papua dibentuk komisi kebenaran dan rekonsiliasi. Ayat 2, tugas komisi kebenaran dan rekonsiliasi yaitu melakukan klarifikasi sejarah Papua untuk pemantapan persatuan dan kesatuan bangsa dalam negara kesatuan republik indonesia. “Poinnya, merumuskan langkah-langkah rekonsiliasi. Sudah 50 tahun berintegrasi, Otsus sudah jalan 12 tahun, tapi pasal 46 ini belum dilaksanakan. Karena itu, pemerintah harus merealisasikan pasal 46 UU Otsus ini untuk pemantapan persatuan dan kesatuan bangsa di tanah Papua,� tandasnya.
Panitia Gebyar 50 Tahun Integrasi Irian Barat juga merencanakan berbagai kegiatan lainnya. “Tapi fokus kami adalah seminar, jauh lebih baik jika ada hasil kongkrit daripada hanya sekedar seremonial. Kami akan mengundang perwakilan-perwakilan masyarakat yang ada di wilayah kepala burung Papua. Kegiatan ini murni inisiatif generasi muda yang mau melihat perubahan di negerinya, sehingga masyarakat aman, tenang dan tentram di tanah Papua ini. Mari kita bersama-sama mencari solusi yang tepat untuk kemajuan tanah Papua ini, bagaimana membangun Papua yang lebih baik lagi,� imbuhnya. (ian/Radarsorong)
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : 50 Tahun Integrasi, Papua Mau Dibawa Kemana ?

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: