"Surat Cinta Untuk Penguasa Negeri Tercinta"

Masih beranikah kita mengaku sebagai bangsa besar dan berbudaya, ketika budaya malu dan berani mengakui kesalahan sudah ditiadakan oleh pemimpin bangsa dan jajarannya, serta para wakil rakyat yang dipercaya dan dihormati (???)

Kita sebagai rakyat sungguh malu mendengar dan melihatnya, tetapi budaya malu malah akan dapat menjadi malu-maluin ketika tak berani memanipulasi dan korupsi sehingga hidup kere.

Mulut dan perut yang diasupi berbagai makanan mewah, lezat dan bergizi malah merubah otak menjadi otak udang.

Hati nurani yang halus dan penuh pemberontakan ketika berteriak revolusi dan reformasi menjadi mati dan tinggal retorika belaka yang bagusnya masuk ke keranjang sampah.

Masih adakah rasa malu, masih adakah tanggung jawab, masih adakah moral yang tersisa bagi generasi penerus?

Sangat diragukan, ketika semua seolah berubah ujud menjadi predator dan binatang buas di balik jubah kemegahan dan hipokrasi.
Sampah masyarakat bukanlah para gelandangan, pengemis ataupun pencoleng dan kriminal, tetapi sesungguhnya di sanalah di balik gedung megah institusi dan gedung Kura-Kura sampah tersebut berada.

Tragis dan ironis, ketika reformis menjadi oportunis dan hipokrit.

Ditulis oleh: Sandra Prasetyo
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : "Surat Cinta Untuk Penguasa Negeri Tercinta"

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: