Hentikan Pembungkaman Demokrasi di Papua

Jayapura � Sejumlah aktivis Papua mengecam pelarangan perayaan 50 tahun Aneksasi Papua, 1 Mei 1963 � 1 Mei 2013. Rencana unjuk rasa akbar yang sebelumnya akan digelar di Jayapura terpaksa dibatalkan.
�Ini namanya pembungkaman terhadap demokrasi, ruang aspirasi telah ditutup rapat-rapat,� kata Elias Petege, aktivis Papua, Jumat.

Pelarangan tersebut seperti dimuat surat kabar Bintang Papua, edisi Kamis, 25 April 2013, dimana Gubernur Papua Lukas Enembe dengan tegas menyatakan 1 Mei tak boleh dinodai dengan aksi demo.
�Gubernur meminta Kepolisian untuk tidak memberikan ijin kepada siapa saja melakukan aksi,� kata Petege.
Sementara itu, Kepolisian Daerah Papua juga dengan tegas menolak mengeluarkan ijin dan akan membubarkan jika aksi tetap digelar. �Pernyataan itu tidak mendasar dan bertentangan hukum serta Hak asasi Manusia, pernyataan itu melanggar HAM,� ujarnya.
Ia mengatakan, kebebasan berkumpul, menyampaikan pendapat dan berekspresi telah dijamin oleh konstitusi; UUD 1945 Pasal 28 e ayat 3 dan 28 i ayat 1. Juga secara khusus diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.
�Selain itu, diatur pula dalam Konvenan Internasional tentang hak-hak sipil dan politik yang mana Indonesia telah meratifikasinya menjadi UU No 12 tahun 2005 tentang hak Sipil dan Politik,� paparnya.
Oleh sebab itu, kata Petege, pemerintah wajib mendukung dan tidak melanggar ketentuan perundang undangan.
�Pelarangan memperingati 50 tahun pendudukan Indonesia merupakan tindakan penyabaian, pengingkaran atas kewajiban Negara Indonesia dalam melaksanaan hak asasi manusia,� ujarnya lagi.
Ia menyerukan agar pemerintah dan TNI/Polri membuka ruang demokrasi bagi warga Papua untuk menyampaikan aspirasi. �Hentikan juga terror dan pembatasan hak warga, dan kepada rakyat untuk bersatu memperingati hari aneksasi dengan damai dan menghormati kewajiban asasi orang lain,� pungkasnya. (JO/Jayapura)

Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Hentikan Pembungkaman Demokrasi di Papua

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: