TNI/ POLRI MELARANG RAKYAT PAPUA MELAKUKAN DEMOKRASI

�Kedamaian diperolah melalui usaha, kebebasan diperoleh melalui perjuangan, kehidupan diperoleh melalui pengorbanan dan kematian.� (Egedy Goo)


1 Mei adalah sejarah yang patut dirayakan bagi rakyat Papua. Di mana, Papua dari tangan Belanda dipindahalihkan kepada peperintah Indonesia (NKRI) secara cacat hukum dan demokrasi. Hari Rabu, 1 Mei 2013 ini, Rakyat Papua berkehendak membangun demokrasi yang bermartabat dengan melakukan �demo� dalam upaya menyampaikan aspirasi. Namun, apa kata pihak keamanan? Jangan melakukan demo, dengan demikian demokrasi di Papua tidak dihargai dan tidak berlaku bagi rakyat Papua.
Papua oleh pihak tertentu menjadikannya lahan bisnis yang amat subur adalah situasi yang hingga kini belum pernah dibaca oleh pemerintah pusat. Demi uang tidak satu nyawa rakyat Papua  telah menjadi korban. Pengorbanan demi pengorbanan terus terjadi di Papua sejak dilakukannya �Indonesianisasi Papua� oleh Belanda dan Indonesia sendiri. Papua memiliki kedaulatan negara sendiri (Negara Federal Republik Papua Barat) dengan kelengkapan negara dan kebinet yang telah tersusun rapi dalam KRP III di lapangan Zakeus Jayapura tahun 2012. Demi mengembalikan kemerdekaan ke pangkuan ibu pertiwi � Federal Republik Papua Barat� dari pihak rakyat Papua meminta izin untuk melakukan demo, tetapi pihak keamanan melarangnya. Ada apa dibalik semuanya?

TNI/POLRI Melarang Rakyat Papua Berdemo


NKRI adalah negara demokrasi di samping negara ber-Bhinneka Tunggal Ika. Negara memberi peluang dan kesempatan sebebas-bebasnya kepada semua rakyat berdemokrasi: menyampaikan aspirasi berdasarkan realitas yang dialami. Ketika Indonesia menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan (Bhinneka Tungga Ika),  hendaknya rakyat harus diperhitungkan di dalamnya. Yang menjadi pertanyaaan besar bagi rakyat Papua, kenapa rakyat Papua hendak menyampaikan aspirasi sebagai bagian darinya, tidak diberi kebebasan? Jika tidak mau diberi kebebasan, bukankah Papua tidak termasuk dalam NKRI?


Tahun ini, rakyat Papua meminta keamanan untuk diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi. Ketika diberikan kesemptan, Rakyat Papua mau menyampaikan dan menanyakan sejarah sebenarnya terkait �Papua dimasukkan dalam pangkuan NKRI dalam masa penjajahan dan kepandudukan Belanda�.  Namun ketika ditelusuri lebih dalam, ternyata Papua menjadi pihak korban di bawah adikuasa Belanda dan Indonesia. Kenapa Papua menjadi pihak korban? Karena Papua dimasukkan ke dalam NKRI ditempuh dengan berbagai cara yang patu dikatakan �tidak manusiawi�. Misalnya; melalui perjanjian-perjanjian yang tidak berbobot dan pragmatis, bak kesepakatan dalam saling menukar atau memberi sesuatu barang milik. Demikian juga rakyat Papua, rakyat Papua dari pandangan Belanda dan Indonesia semacam �suatu barang� tanpa akal budi dan kehendak bebas untuk menentukan nasib dan kehidupannya sendiri dengan sebebas-bebasnya. Papua dilihat seperti �sebuah bola� yang harus dipermainkan seenaknya dan tanpa kendali. Tindakan pihak Belanda dan Indonesia membawa kekecewaan tersendiri bagi rakyat Papua Barat. Akankah kekecewaan rakyat Papua dapat diungkapkan dalam ruang dan waktu yang tepat?   

Kekecewaan Rakyat Papua

Indonesia Berjaya dan berdangsa di atas kekuasaan dan penjajahan di  Papua Barat. Semua masalah di Papua dikendalikan dengan barang besi �senjata� di tangannya. Kekecewaan demi kekecewaan terus terjadi bagi Rakyat Papua di atas negerinya yang kaya nan menjanjikan. Pemerintah daerah, mulai dari pemimpian tertinggi sampai daerah-daerah tidak peduli dengan penderitaan dan pendaritaan rakyat Papua. Pemerintah terlalu empuk dalam kemewahan dan kekayaannya. Pemerintah hadir bukan untuk mengayomi, namun untuk menindas dan membuat pengalaman kekecewaan baru di atas kekecewaan.
Hari ini, Rabu tanggal 1 Mei 2013 di mana hari yang patut dirayakan oleh Rakyat Papua Barat, tidak diberikan kesempatan untuk merayakannya, malah melarang rakyat Papua Barat untuk merayakannya. Rakyat Papua hendak mencari kebenaran objektif atas semua persoalan melalui penyampaian aspirasi-aspirasi, namun telinga keamanan secara khusus dan pemerintah secara umum menjadi tumpul untuk mendengarkan. Apa tanggapan rakyat Papua Barat? Walaupun engkau menolak kami akan berdemo, karena hak kami, hidup dan kehadiran di atas tanah kami. Maka walaupun pihak keamanan melarang rakyat Papua melakukan demo, rakyat Papua bertekad melakukan demo, demi pelurusan sejarah. Rakyat papua berjuang untuk meluruskan sejarah Papua yang tidak bermartabat dan menindas, sekalipun harus menghadapi tantangan dan kesulitan, walaupun tidak mudah dan harus berkorban. (Maggo Goo)

Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : TNI/ POLRI MELARANG RAKYAT PAPUA MELAKUKAN DEMOKRASI