BUBARKAN NEGARA "BONEKA" PAPUA (Opini)

Kutipan pada judul diatas diambil dari salahsatu butir pada trikora yang dikumandangkan soekarno pada tanggal 19 desember 1961 dialun-alun kota Yogyakarta. Dengan sangat jelas bila kita cermati dan lihat pada sejarah trikora itu sendiri untuk dianalisis lebih dalam apa dan mengapa hingga dicetusnya tiga komando rakyat tersebut.

Apa yang menjadi dasarnya hingga soekarno harus dan berkeras untuk merebut wlayah Papua hingga decade 1960an masih di duduki Belanda. Bahkan pada waktu itu Papua resmi adalah sebuah provinsi yang berhubungan langsung dengan kerajaan Belanda dan diperintah langsung oleh Ratu Wihelmina.
Berbeda dengan wilayah lain diindonesia, seperti dijawa misalnya awalnya dari VOC kemudian berlanjut ke gubernur wilayah, antara pulau jawa dan Papua sama-sama berhubungan langsung dengan kerajaan Belanda.

Rupanya ada sedikit kekecewaan dari rakyat atas beberapa kebijakan dari pemerintahan masa soekarno pada waktu itu. Untuk menarik simpati rakyat dan mendapatkan dukungan rakyat maka jauh sebelum  trikora sudah ada dwikora atau lebih dikenal Ganyang Malasya, selain itu mahalnya ekonomi menjadi salah satu problem pada watu itu.
 Ada beberapa alasan yang dipakai soekarno sebagai dasar untuk merebut Papua, yaitu karena Papua adalah bekas jajahan Belanda. Kemudian Papua memiliki hubungan masa lalu dengan Kerajaan Majapahit. Dan beberapa alasan lainnya.
Namun menurut saya, alasan-alasan tersebut tidak sesuai dan tidak masuk akal. Alasan utamanya antara lain. Belanda bukan menjajah Papua seperti Indonesia menjajah saat ini. Hal ini bias dibuktikan dengan apa yang terjadi saat ini. Kemudian hubungan masa lalu antara kerajaan majapahit, sepertinya hal ini hanya mitos belaka.
Tidak benar dan seakan mengada-ada. Apakah dimasa majapahit sudah ada nasionalisme Indonesia, sudah ada susunan dan harapan kedepan untuk membentuk sebuah Negara yang seperti saat ini ? bukankah majapahit juga merupakan sebuah kerajaan yang sama seperti penjajah lainnya karena berusaha untuk menaklukan dan melawan kerajaan-kerajaan lainnya pada masa itu.

Terlepas dari yang diatas mari kita kembali pada judul tulisan diatas dan cermati kata yang terangkai tersebut.
1.    Pengakuan Negara
Secara sadar soekarno mengakui bahwa Papua adalah sebuah Negara.
2.    Bubarkan Negara
Dan untuk maksud menguasai wilayah Papua maka haruslah membubarkan Negara yang telah dibentuk tersebut.
3.    Papua Bentukan Belanda
Agar ada rasa perlawanan dan patriotis didalam rakyat dipulau jawa maka soekarno memakai alas an bahwa Negara Papua tersebut adalah bentukan orang belanda dan bukan bentukan rakyat papua. Jelaslah bahwa pada proklamasi 17 agustus bahkan pada sidang BPUPKI tidak disebutkan mengenai wilayah papua yang masuk dalam bagian wilayah Indonesia.

"Jelas Negara Papua tak bisa dibubarkan dan sangat-sangat jelas Negara Papua Bukan Boneka Bentukan Belanda"

Hingga saat ini rupanya secara penguasaan dengan kekuataan militer memang Papua masih menjadi bagian dari Indonesia, namun jika dilihat lebih jauh kedalam lubuk hati orang Papua sebenarnya yang diinginkan adalah kemerdekaan. Bahkan Negara Papua yang telah memliki segala atribut kenegaraannya itu tidak pernah bubar secara resmi.

Tepat pada 19 Oktober 2011 saat Kongres Rakyat Papua Yang Ke-III telah memulihkan kemerdekaan Papua sebagai Negara Berdaulat, Negara Merdeka; bahkan sudah ada yang didaulat menjadi Presiden Papua dan Perdana Menteri juga ada.  Dan hari ini apa yang telah berlangsung diatas tanah Papua, pemerintahan Indonesia masih ada, disisi lain pemerintahan Papua pun tetap berjalan, walaupun saat ini para pemimpin, terutama presiden masih ditahan didalam penjara indonesia. Semoga saja peralihan kekuasan antara kedua Negara dapat secepatnya terjadi, dan berjalan sesuai dengan mekanisme yang baik, jujur adil dan bermartabat. (Kurang atau lebih silahkan dikomentar)

Sekian.

By. Phaul Heger

OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : BUBARKAN NEGARA "BONEKA" PAPUA (Opini)

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: