Kapolres : TPN/OPM Pimpinan Isak Kalaibin Siapkan Deklarasi Kemerdekaan

AIMAS� Kapolres Sorong, AKBP E. Zulpan,SIK,MSi mengemukakan, gerakan TPN/OPM wilayah Sorong Raya yang dipimpin Isak Kalaibin (Kini telah ditahan atas sangkaan makar,red) ternyata telah merancang persiapan deklarasi kemerdekaan yang dinamakan Pemerintahan Revolusioner Sementara Papua Barat. Beruntung hal ini urung dilaksanakan karena keburu diamankan aparat meski sebelumnya terjadi bentrok antara pendukung Isak Kalaibin dengan aparat gabungan TNI/Polri yang saat itu melakukan patroli pengamanan jelang peringatan tahun emas integrasi Papua Barat kembali ke NKRI, 1 Mei lalu. Rencana proklamasi kemerdekaan yang hendak dilakukan gerakan TPN/OPM wilayah Sorong Raya ini diketahui dari dokumen-dokumen yang telah disita pihaknya terkait kasus makar yang melibatkan Isak Kalaibin dan enam orang lainnya yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

 SURATNO/RADAR BUKTI. Kapolres Sorong AKBP E. Zulpan menunjukkan Naskah Proklamasi Kemerdekaan gerakan TPNOPM yang berhasil diungkap jajarannya.

Gerakan TPN-OPM wilayah Sorong Raya pimpinan Isak Kalaibin yang statusnya sudah kita tetapkan sebagai tersangka, ternyata sudah merancang dan menata dengan rapinya persiapan pembentukan Negara baru selain NKRI. Jadi pada 1 Mei sudah dibuat perencanaan akan diikrarkan atau diproklamirkan kemerdekaan. Ini dapat dibuktikan dengan didapatinya naskah Proklamasi tertanggal 1 Mei,” kata Kapolres Sorong sembari menunjukkan dokumen naskah yang disita pihaknya saat melakukan pemeriksaan di rumah Isak Kalaibin. Kapolres mengatakan, selain naskah proklamasi, juga diamankan nota persetujuan yang mana dalam nota persetujuan tersebut disebutkan adanya persetujuan dari sejumlah negara lain seperti PBB, USA, Uni eropa, Eropa Timur termasuk sejumlah negara Asia dan Timur Tengah yang mendukung kemerdekaan yang hendak diproklamirkan tersebut. Jadi memang sudah dipersiapkan dan tertata rapi untuk melakukan deklarasi kemerdekaan,� tutur Kapolres. Selain itu, juga ditemukan dokumen yang berisikan susunan pemerintahan yang dinamakan Pemerintahan Revolusioner Sementara Papua Barat. Dokumen tersebut berisikan struktur kepemimpinan diantaranya menteri-menteri seperti Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, Menteri Sosial Politik, Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan dan sebagainya. Hal ini menunjukkan jika rencana proklamasi kemerdekaan oleh gerakan TPN/OPM wilayah Sorong Raya ini sudah disiapkan dengan rapi dan terencana. “Dari sejumlah barang bukti, selain magasin, senpi rakitan, parang, panah, bendera Bintang Kejora, KTA TPN/OPM, juga ditemukan naskah Proklamasi. Dokumen ini membuktikan dari kegiatan yang dilaksanakan di Aimas bukan hanya kegiatan biasa, melainkan kegiatan yang terencana. Jika dikatakan sebagai kegiatan ibadah, adalah tidak benar karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan dari kelompok sparatis yang ingin mendirikan satu Negara di atas negara, atau biasa disebut perbuatan makar,” tegas Kapolres. Ditambahkannya, yang terjadi di Aimas ini adalah permasalahan yang serius yang harus ditangani pihaknya dengan baik, sehingga masyarakat luas dapat mengetahui kejadian dan kegiatan apa yang dilakukan oleh kelompok separatis sebenarnya dan kegiatan tersebut benar-benar berbahaya, karena jika sampai mendeklarasikan kemerdekaan tentu akan mengganggu kamtibmas. Karena itu tegas Kapolres, pihaknya sangat serius menangani kasus dugaan makar yang diduga melibatkan pimpinan TPN/OPM wilayah Sorong Raya, Isak Kalaibin, beserta 6 orang tersangka lainnya yang telah diamankan pihaknya. Pasca pengungkapan gerakan sparatis TPN/OPM di Aimas dan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, jajaran Polres Sorong hingga kini menetapkan status siaga. Selain jajaran Polres Sorong, anggota Brimob Detasemen C Sorong yang diperbantukan di Polres Sorong juga masih nampak siaga di Mapolres Sorong. Penahanan Tsk Makar Sudah Sesuai Prosedur Menanggapi statemen tim advokad tersangka kasus makar Aimas yang menilai penyidik menghindari pendampingan, ditanggapi dingin oleh Kapolres Sorong yang menegaskan apa yang dilakukan pihaknya sudah sesuai prosedur. “Setiap kasus makar apabila berkomunikasi dengan pihak lain, khususnya pengacara, memang harus didampingi pihak penyidik. Ketentuan kasus makar memang demikian, berbeda dengan kasus pidana lainnya, jadi jangan dianggap sebagai suatu pengekangan. Bahkan kita memfasilitasi yang terjerat kasus makar ini untuk mendapatkan bantuan hukum,” terang Kapolres Sorong yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (4/6) kemarin. Terkait soal makanan yang oleh tim advokat tsk makar menilai pihak Polres Sorong bertindak berlebihan karena mencurigai makanan dari mama ataupun dari istri tersangka sehingga makanan tersebut disuruh bawa pulang lagi, Kapolres mengatakan semua tahanan yang ditahan di sel tahanan kepolisian, makanannya ditanggung oleh Kepolisian dalam hal ini Negara. Sesuai SOP setiap orang yang akan memberikan makanan dalam pembesukan tahanan adalah kewenangan pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan (disortir). Apabila ada yang memberikan sesuatu baik makanan maupun obat-obatan tidak harus diterima oleh TSK, karena tahanan tersebut dibawah pengawasan pihak kepolisian,” tandasnya. Mengenai perkembangan penyidikan kasus makar tersebut, Kapolres mengatakan berkas per­karanya sudah dilimpahkan ke pihak Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Sorong. Pihak­nya tinggal menunggu petunjuk dari Kejaksaan, jika berkas perkaranya sudah lengkap, tentunya barang bukti dan tersangkanya segera dilimpahkan ke tahap penuntutan. “Berkas sudah kita kirim ke Kejaksaan, mudah-mudahan tidak ada kekurangan. Apabila ada yang harus dilengkapi, tentu penyidik akan melengkapinya. Semoga segera tuntas dan kita segera limpahkan barang bukti dan tersangkanya,” pungkas Kapolres. (rat)  

RadarSorong
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Kapolres : TPN/OPM Pimpinan Isak Kalaibin Siapkan Deklarasi Kemerdekaan

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: