Lain Dulu Lain Sekarang, 17 Agustus

Beberapa tahun lalu, waktu masih di sekolah tingkat pertama, setiap memasuki bulan agustus, pasti saja sudah kelihatan berbagai atribut merah dan putih yang mewarnai kota.
Disetiap sudut jalan, dihalaman-halaman rumah berdiri tiang bendera lengkap dengan bendera yang dikibarkan. Masa-masa itu dengan bangga dan senangnya kami merayakan. Bahkan bersiap untuk mengikuti berbagai lomba yang akan diadakan baik antar sekolah maupun ditiap sekolah masing-masing.



Jauh sebelum di tingkat sekolah menengah, saat masih di sekolah dasarpun sudah sering saya ikuti. Sudah menjadi kebiasaan ketika menjelang hut 17 agustus selalu ada pertemuan dan lomba-lomba ditiap kecamatan. Bahkan jauh dari kampung kami berkumpul bersama seluruh masyarakat kampung turun ke kecamatan untuk ambil bagian dalam merayakan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia, hari proklmasi.
Tapi semua itu kini tinggal cerita, lain dulu lain sekarang. Mungkin saja karena saat itu suasana ruang demokrasi yang tertekan sehingga suara tentang kebenaran sejarah Negara Papua yang dideklarasikan Dewan Papua pada 1 Desember 1961 menjadi tertutup. Bahkan tak berani diungkap dan dilakukan dalam aksi-aksi. Kini semua berbalik. Reformasi Indonesia. Tuntutan ruang demokrasi dan hak bicara merdeka semakin tinggi membuat suasana kelam kembali bangkit. 

Fakta hari ini, rakyat mulai menyatakan sikap.
Lewat berbagai aksi, lewat berbagai cara, mulai atribut berbendera, kampanye-kampanye dan berbagai aksi lainnya. Ini sangat jelas, sejak tanggal 1 agustus 2013,  ataupun dalam bulan berjalan harus kota kecil ini sudah ramai dihiasi umbul-umbul merah dan putih. Tapi hari ini, sampai dengan tangal 12 bahkan hari ini 13 agustus, banyak masyrakat tidak mengibarkan bendera merah putih. Bahkan siang tadi dari hasil pantauan dari kampung sampai kota, ada sekian banyak kampung yang hanya mengibarkan beberapa; Itupun hanya rumah-rumah kepala kampung.
Untuk didalam  kota hanya dikantor-kantor Indonesia dan juga rumah-rumah pendukung Indonesia. Sedangkan untuk rakyat Papua, orang Papua merasa bendera merah putih, bukan milik mereka.
Terkait hari ulang tahun Indonesia, yang entah keberapa untuk dirayakan dikota ini, sungguh tidak seperti dulu. Ini jelas karena status Papua yang sudah dalam tahapan dan proses kemerdekaannya. (PhaulHeger)

 
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Lain Dulu Lain Sekarang, 17 Agustus

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: