Reklamasi Jadi Tempat �Favorit� Demo


Fakfak Kota_ Entah karena memang disukai oleh para pendemo, atau karena memang menjadi tempat yang �direkomendasikan� oleh pihak kepolisian, area reklamasi di Jl. Dr. Salasa Namudat atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jalan Baru, akhir-akhir ini mejadi tempat favorit untuk berdemo, khususnya demo yang menyangkut �M� atau merdeka.
Area reklamasi, meski telah ada panggung luas, sebenarnya kurang �mengena� jika dijadikan lokasi berdemo (demo apapun), karena sama sekali tidak strategis. Sebanyak apapun jumlah massa yang berdemo, maksud orasi yang diteriakkan tidak akan banyak didengar masyarakat, kecuali aparat keamanan dan wartawan saja.
Lokasi yangmerupakan lahan timbunan ini, bisa dikatakan jauh dari keramaian. Di depan lokasi demo, hanyalah ada lautan. Sedangkan di belakang lokasi demo, hanya ada beberapa rumah penduduk yang terhalang �perairan�. Meski ada masyarakat yang mencoba mendengar atau menonton demo, lokasi paling dekat adalah di depan Mapolres Fakfak, sekitar 150 meter dari lokasi demo. Tentu saja suara dan fisik orang yang berdemo, jadi kecil.

Massa Gempa Balik Kanan
Demo yang dilakukan massa Gempa (Gerakan Masyarakat Papua) pada Sabtu (14/9), bernasib �kurang beruntung�. Massa berjumlah hampir 100 orang ini, yang bermaksud berdemo di area parkir Pasar Thumburuni, oleh aparat dibelokkan ke reklamasi.
Massa Gempa datang dengan berjalan kaki dari daerah puncak, yang berjarak sekitar 4 km dari area reklamasi. Namun sesampai di lokasi demo, belum sempat melakukan orasi, massa Gempa sudah dikembalikan ke Puncak oleh polisi. Negosiasi yang dilakukan oleh koordinator aksi dan Kapolres Fakfak menghasilkan kesepakatan, massa Gempa diharuskan kembali. Kesepakatan ini diambil, karena Gempa belum mengantongi ijin dari polisi.
Abnel Hegemur, yang mengaku sebagai Wakil Gubernur Negara Bagian Bomberay, merasa kecewa karena aksi damainya tidak bisa dilanjutkan.
Aksi GEMPA - Fakfak

KNPB Tolak Diliput wartawan
Doc By PhaulHeger
Tiada hari tanpa demo. Mungkin itu pas dikatakan untuk situasi di Fakfak akhir-akhir ini. Kemarin siang (16/9), Komite Nasional Papua Barat (KNPB), kembali menggelar aksi damai. Massa berjumlah sekitar 200 orang ini memulai aksinya dari kawasan Air Besar dengan berjalan kaki, menuju (lagi-lagi) reklamasi, sejauh lebih kurang 15 km.
Sayangnya, aksi ini tidak sepenuhnya mendapat liputan wartawan, karena beberapa orang KNPB melarang wartawan mengambil gambar.
�Saya sedang ambil gambar di Pelabuhan, lalu didekati beberapa orang. Mereka menanyakan identitas saya, lalu melarang saya mengambil gambar aksi mereka,� aku Rustam Rettob, wartawan Radar Sorong.
Pelarangan liputan, juga sempat dilontarkan salah seorang melalui pengeras suara di lokasi demo. Orang tersebut menyebut bahwa mereka sudah punya media sendiri.
Melihat situasi tersebut, wartawan langsung mundur dan memilih menonton dari depan Mapolres Fakfak.
Aksi demo kali ini juga meminta agar polisi tidak mendekati area demo yang sudah dibatasi dengan tali rafia, dan dijaga belasan orang berbaju doreng.
�Saya minta dengan hormat, agar polisi mundur sejauh 100 meter dari sini. Jangan ada polisi yang mendekat,� teriak seseorang berpakaian doreng yang mereka sebut militan, dari atas mobil.
Karuan saja �perintah� ini membuat beberapa polisi berang. Namun akhirnya polisi menjauah dari lokasi demo dan memilih menonton dari jauh.

Polisi berjaga didepan pintu masuk area parkir Tumburuni


Kapolres Jalan Kaki
Ada yang patut diacungi jempol dari Kapolres Fakfak, AKBP. H. Muhammad Yusuf Th, SH. MH. Di dua demo terakhir, yakni demo massa Gempa dan KNPB, Kapolres mengikuti mereka dengan turut berjalan kaki. Langkah Kapolres ini, �memaksa� anggota polisi lainnya juga jalan kaki, tak terkecuali Wakapolres Fakfak. (wah)

Sumber : Fakfakinfo
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Reklamasi Jadi Tempat �Favorit� Demo

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: