Tokoh NRFPB Disambut Meriah

MANOKWARI �Kedatangan dua tokoh NRFPB (Negara Republik Federasi Papua Barat) Frans Kapisa dan Elieser Awom di Bandara Rendani Manokwari, Jumat (13/9) sekitar pukul 09.00 Wit disambut meriah massa. Kedua tokoh ini dijemput dengan tar­i-tarian adat dan suling tam­bur.�  Be­berapa orang mengenakan pa­kaian bercorak bendera Bintang Kejora. Dari Bandara Rendani,Frans Kapisa (Wakil Perdana Menteri NFRPB)  dan Elieser bersama-sama massa melakukan longmarch. Alunan music tambur mengiringi aksi�  yang mendapat kawalan dari aparat ke­polisian ini. Di kantor DAP (Dewan Adat Papua), massa berdoa bersama mengawali kegiatan.


LAODE MURSIDIN/RADAR DIKAWAL. Massa melakukan longmarch menyambut kedatangan dua tokoh NRFPB Frans Kapisa dan Elieser Awom, (13/4).
Jack Wanggai, Juru Bicara NRPB mengatakan masyarakat Papua harus tahu bahwa Frans Kapisa dan Elieser Awom telah mendapatkan mandat dari Presiden NRFPB, Foskorus Yomboisembut dan Perdana Menteri NRFPB Edison Waromi untuk bertemu dengan aktifis HAM (Hak Asasi Manusia) dan jurnalis nasional. Kedua tokoh sudah melakukan pertemuan dan disampaikan cita-cita leluhur rakyat Papua mengharapkan suatu solusi yang final untuk menata masa depan yang jauh lebih baik. “Dari hasil pertemuan tersebut perwakilan kita telah menerima 2 botol yang berisi pasir dan air suci, pasir sebagai simbol bahwa Australia dan Papua dulunya satu, air merupakan simbol perdamaian. Pesan dari Ketua Adat Nasional Kevin Busakot mewakili bangsa Aborijin pemilik tanah Australia agar terus menabu tifa perdamaian di tanah Papua,” tuturnya.
Drs. Frans Kapisa menyampaikan berterimaksih kepada aparat kepolisian yang tidak mengganggu atau menghalangi jalannya kegiatan. Ia meminta agar pemerintah Indonesia dengan sabar memberikan hak kami berdaulat. “Yang mana UU kami menjamin penduduk non Papua, kami mengharapkan dengan sadar memberikan atau mengakui hak kami untuk menentukan nasib sendiri,” ujarnya.
Dikatakan,dalam memperjuangkan hak-hak penentuan nasib sendiri,bangsa Papua,lanjut Frans Kapisa mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan. “Kami tidak memakai kekerasan untuk mencapai kemerdekaan. Yang mana telah diketahui bahwa kami telah mendeglarasi negara kami (NRFPB) pada tanggal 19 Oktober 2011. Kami berusaha untuk mendapat pengakuan dari masyarakat internasional,” tuturnya. Ia menghimbau kepada masyarakat Papua bahwa untuk mencapai kemerdekaan � perlu menghargai masyarakat lain yang mempunyai hak. “Kami menjamin untuk masyarakat non Papua untuk bersatu dengan kami untuk menciptakan suatu kehidupan yang lebih baik dari yang sekarang,” tukasnya lagi.
Di tempat yang sama, Elieser Awom, eks � napol Papua juga meminta agar masyarakat dapat menjaga keamanan dan ketertiban,sehingga ada kedamaian di tanah Papua. “Apa yang kami lakukan hari ini patut dipelihara dan dijaga, sehingga betul-betul ada kedamaian di tanah ini. Hentikan pembusukan-pembusukan yang dilakukan pihak aparat, sebaiknya mereka harus mela­kukan perbaikan-perbaikan,” ujarnya.
Sementara itu, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mnukwar menegaskan, Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) yang dikoar-koarkan oleh WPNA belum sah. Alasannya, NRFPB belum diakui oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Juru Bicara KNPB, Sarpas Mbisikmbo kepada koran ini mengatakan, NRFPB belum bisa dikatakan sebagai sebuah Negara, sebab sampai saat ini belum mendapat pengakuan dari PBB. “Kalau hanya mengakui sendiri sebagai sebagai negara itu belum sah,” tuturnya saat ditemui di Sekretariat KNPB.
Untuk itu, aktivis Kemerdekaan Papua ini meminta rakyat Papua tidak mudah percaya dengan informasi yang dinilainya tidak benar. Ia bahkan meminta rakyat Papua mengikuti informasi yang benar. “Rakyat jangan percaya karena itu tidak sah. Ini pembohongan, itu tidak boleh,” tegasnya. Sarpas mengatakan, untuk mendukung penyelesaian pembebasan status politik Papua Barat, KNPB akan menggelar aksi damai yang dijadwalkan akan dilaksanakan Senin (16/9). Lokasi kumpul massa di Amban, depan Kampus Unipa dan di Wosi, sementara titik finish di Panggung Penerangan, Sanggeng. (lm/sr)

Sumber : RadarSorong

Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Tokoh NRFPB Disambut Meriah

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: