IJTI Kecam Pemukulan Jurnalis di Fakfak



Jika pemberitaan jurnalis tidak benar, narasumber dapat memberikan hak jawab. 

JAYAPURA - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Papua dan Papua Barat, mengecam ancaman dan perusakan rumah jurnalis televisi Metro TV, Alex Tethool, di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, Jumat (13/12).
Tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oknum anggota DPRD Fakfak, Abubakar Temongmere dari Partai Pembaruan Demokrasi Indonesia (PPDI) dan premannya merupakan tindakan yang brutal yang seharusnya tidak perlu terjadi. Hal itu dikatakan oleh anggota bidang advokasi IJTI Papua dan Papua Barat, Jorsul Sattuan di Papua.

�Kami sangat menyayangkan ancaman dan perusakan rumah wartawan yang dilakukan oknum anggota DPRD Fakfak,� ujar dia.

Menurut Jorsul, seharusnya pejabat publik mengetahui kinerja jurnalis di seluruh Indonesia yang memang sesuai standar kerja dan bekerja sesuai kode etik jurnalis televisi.

�Seorang anggota Dewan seharusnya mengerti dengan baik kerja seorang  jurnalis. Apalagi, jurnalis televisi, segala sesuatu berdasarkan gambar yang diperoleh oleh wartawan tersebut. Jika merasa tidak benar dengan pemberitaan jurnalis tersebut silakan memberikan hak jawab� dia menegaskan.

IJTI juga mendesak Polda Papua melalui Kepolisian Resor Fakfak agar dapat memberikan jaminan perlindungan kepada Alex Tethool dan keluarganya.

�Kami berharap kepolisian setempat dapat memberikan jaminan kepada Alex Tethool dan keluarganya. Sampai saat ini, masih diancam oleh kaki tangan oknum anggota DPRD Fakfak� ujar dia.

Selain itu, kepada perusahan media tempat Alex Tethool bekerja, ITJI meminta dapat berperan aktif menyikapi persoalan yang dialami oleh kontributornya.

�Saya mengimbau agar Metro TV dapat melindungi Alex di lapangan. Karena Alex bekerja untuk perusahan Metro TV,� kata dia.

Dari keterangan yang dihimpun oleh IJTI Papua dan Papua Barat dari korban Alex Tethool, hingga saat ini, oknum anggota DPRD Kabupaten Fakfak dan premannya masih mengancam dia ketika meliput berita. Anak dan istrinya ikut diancam oleh kelompok pendukung anggota Dewan itu.

Perusakan rumah dan ancaman tersebut diduga terkait pemberitaan anggota DPRD Kabupaten Fakfak yang menjaminkan mobil dinas karena terlilit utang minuman keras sebesar Rp 4 juta.

Alex menyebutkan bahwa perusakan rumah itu terjadi Rabu (11/12), sekitar pukul 15.00 WIT. Kedua anak dan istrinya bahkan ikut menjadi korban ketika para pelaku merusak rumah.

Sumber : www.shnews.co
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : IJTI Kecam Pemukulan Jurnalis di Fakfak

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: