Konflik Papua: Organisasi Papua Merdeka Ingin Berdialog

JAYAPURA � Organisasi Papua Merdeka di bawah pimpinan Lambert Pekikir berkomitmen untuk mulai meletakkan senjata dan ingin berdialog dengan pemerintah. Perlawanan dengan senjata selama ini dinilai gagal untuk menyuarakan aspirasi mereka.

�Kekerasan tidak akan kami gunakan lagi sepanjang pemerintah mau membuka diri untuk sebuah dialog,� kata Lambert ketika dihubungi dari Jayapura, Papua, Senin (2/12)
Menurut Lambert, pihak-pihak yang harus hadir dalam dialog itu adalah Pemerintah Indonesia, Pemerintah Belanda (karena pernah menjajah Indonesia), tokoh masyarakat Papua, Polri, dan TNI. Dalam dialog itu, Lambert berharap akar permasalahan masyarakat Papua dapat dikemukakan dan bersama-sama dicari solusinya.
Poin-poin utama yang akan disuarakan OPM dalam dialog tersebut antara lain ketegasan mengenai status politik Papua Barat yang diklaim pernah berdaulat pada 1 Desember 1961. Karena itu, dibutuhkan kehadiran Pemerintah Belanda dalam dialog. Isu lain seputar jaminan hak-hak masyarakat Papua yang dinilai kurang diperhatikan dan selalu tertinggal dengan daerah lain.
Tentara Nasional Papua (TNP) OPM selama ini menyuarakan aspirasi itu dengan perlawanan senjata. Aksi menyuarakan aspirasi tersebut biasanya muncul setiap 1 Desember saat perayaan hari kemerdekaan Papua atau hari jadi OPM. Aksi itu cenderung menimbulkan korban jiwa.
Berbeda dengan sebelumnya, pada Minggu dan Senin tidak ada unjuk rasa, pengibaran bendera bintang kejora, ataupun kekerasan di Papua. Lambert justru menghadiri seminar mengenai hak asasi manusia di Kabupaten Keerom, Papua, Senin.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Ajun Komisaris Besar Sulistyo Pudjo mengatakan, polisi mendukung upaya dialog yang ingin dilakukan kelompok-kelompok masyarakat Papua. Dia menilai, penggunaan kekerasan justru menjauhkan simpati masyarakat luas. Padahal, kelompok seperti OPM membutuhkan simpati publik jika ingin aspirasinya didengar.
Pelaksana Tugas Kepala Sekretariat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Perwakilan Papua Frits B Ramandey mengatakan, pemerintah harus segera menghargai komitmen OPM dengan membuka ruang dialog.
Kemarin, Larungga (40), tukang ojek, yang hilang sejak Jumat (29/11), ditemukan tewas dalam kondisi terikat dan tenggelam di Sungai Braza, Kabupaten Yahukimo, Papua. Polisi telah menangkap seorang tersangka berinisial PH. Dari keterangan PH, Sulistyo mengatakan, polisi memperoleh lima nama pelaku lain. Kelima pelaku itu kini diburu polisi. 

 ------------------------------------------------------------
 OPM : ORANG PAPUA MERDEKA
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Konflik Papua: Organisasi Papua Merdeka Ingin Berdialog

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: