Makna Imlek 2565 Dimata Warga Tionghoa

 Tahun Kuda Kayu, Tahun Perjuangan bagi Pebisnis

Tanggal 31 Januari besok segenap warga Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2565. Didominasi warga merah, dengan berbagai kue khas seperti adanya kue keranjang dan aneka pernak pernik Imlek lainnya, perayaan Tahun Baru Imlek 2565 tentu saja mempunya makna tersendiri bagi warga Tionghoa. Maha Bhiksu Dutavira Sthavira, Ketua MAJABUMI Tanah Suci Indonesia mengatakan, setidaknya ada 7 hal yang sering dilakukan saat Hari Raya Imlek yang merupakan kepercayaan, tradisi, ritual agama, mitos agar segala pengharapan terkabul tetapi dari hal tersebut tersirat makna yang lebih dalam yaitu, pertama, membersihkan rumah. Bermakna manusia harus selalu introspeksi hal-hal yang tidak baik dan dapat menghambat keberuntungan hidup harus dibersihkan dari batin manusia. Kedua, sembahyang kepada leluhur. Bermakna manusia harus dapat membalas budi kepada orang yang telah berjasa kepadanya, seperti kepada orang tua, suami/istri, teman/karyawan yang mempunyai kontribusi kepadanya. Yang ketiga, makan bersama sebelum Hari Raya Imlek. Bermakna manusia tidak dapat terpisah dengan kelompoknya dan hidup sendiri, seperti pepatah bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Selain itu juga ada ritual sembahyang ke Vihara. Bermakna untuk mendapatkan kepercayaan, manusia harus mempunyai prilaku yang baik dan pola berpikir untuk jangka panjang. Semua itu bila didasari oleh keyakinan beragama tentu akan membawa manfaat yang besar Dan kelima adalah menyambut Hari Raya Imlek dengan gembira. Bermakna kondisi hidup yang tidak menyenangkan harus disikapi dengan gembira agar terasa ringan. Ornamen merah melambangkan kasih sayang: manusia boleh berbeda agama, kepercayaan, tradisi, suku, akan tetapi masalah yang dihadapi sama yaitu kelahiran, usia tua, sakit, mati, keinginan tidak tercapai, berkumpul atau bertemu dengan orang / masalah yang tidak disukai, berpisah dengan yang dicintai, terikat oleh kebutuhan jasmani dan rohani, semuanya butuh kasih sayang Selain itu mengucapkan Selamat/ Gong Xi. Bermakna hubungan manusia yang satu dengan yang lainya harus disikapi dengan tersenyum, tertawa, mengharapkan orang lain beruntung agar tercipta suasana yang menyenangkan dan banyak memperoleh kemudahan. Ketujuh, membagikan Angpao. Bermakna manusia harus saling peduli dan memiliki rasa empati Makna dari 7 falsafah Imlek tersebut harus diwujudkan dalam perbuatan nyata sehari-hari, sehingga mudah memperoleh keselamatan dan tercipta keluarga yang beruntung, lingkungan yang menyenangkan, serta negara yang aman sentosa, �ujarnya. Salah satu warga Tionghoa Chatrin menuturkan, Imlek yang merupakan Tahun Baru China, biasanya dilalui dengan jalan-jalan mengunjungi keluarga, ngumpul sama temen-temen,�tandasnya. Makna Imlek baginya adalah menumbuhkan kebersamaan. Dan bagi yang masih usia pelajar biasanya mendapatkan angpau dan hal itu merupakan kebahagiaan tersendiri. Dalam menyambut Imlek, Chatrin pun bersama keluarga menyiapkan sejumlah sajian khas Imlek, dan menyiapkan angpao untuk sejumlah sanak saudara maupun kerabat yang datang ke rumahnya. Sementara warga Tionghoa lain­nya, Feby mengatakan, Imlek merupakan perayaan tahun baru atau yang biasa di China disebut dengan pergantian musim yang mana telah tiba waktu untuk bercocok tanam (musim semi,Red). Imlek ya perayaan tahun, dan dengan perayaan tahun baru tentunya senang, karena kita mendapatkan angpao. Jadi orang yang sudah dapat menghasilkan uang sendiri biasanya memberikan angpau, jadi kalo seperti kita yang belum berpenghasilan sendiri ya menerima angpao,�tandasnya. Dari cerita para orang tua, kalau banyak berbuat baik seperti dengan banyak memberikan angpao, maka rezeki pun semakin banyak. “ Kalau yang sudah berpenghasilan sendiri tentu memberikan angpao, dengan memberikan angpao rezeki akan ditambahkan dan semakin banyak, oleh karena itu kenapa saat Imlek memberikan angpao,�ujar Feby yang walaupun belum berpenghasilan dirinya sudah menyiapkan angpao untuk dibagikan saat Imlek. Sementara Rendy Angga Pa�norama yang dimintai tanggapannya mengatakan, Imlek 2565 berarti meninggalkan tahun ular menuju tahun kuda, dimana tambah gesit, Ia mengharapakan di Tahun Baru Imlek ini hubungan antar umat beragama semakin erat. Secara terpisah, Romo Sandy, Ketua Kerohanian Vihara Pagoda Buddha Jayanti Klademak mengatakan, makna Imlek merayakan kebersamaan, mempererat tali silaturahmi, mengharapkan agar tahun yang akan datang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Intisari dan makna Imlek menyambut Tahun Kuda Kayu ha­rus lebih giat, kerja keras penuh dengan harapan dan persaingan. Kuda itu perlambang pekerja. Untuk pebisnis itu banyak akan mendapat peluang-peluang yang besar, tapi harus kerja keras dan penuh perjuangan. Karena kuda kayu itu tidak begitu kokoh, bagi pebisnis tahun ini perjuangan (kuda kayu), tahun depan tahun kambing, hasil kerja keras kita tahun ini baru bisa dinikmati tahun depan. 
Tahun ini banyak tantangan termasuk untuk usaha dan perjodohan. Peluang untuk mendapatkan ada, tapi harus dibarengi dengan kerja keras,�tandas Romo Sandy. Tahun ini tidak bisa mengandalkan hoki. Untuk mendapatkan peluang itu penuh persaingan. Yang dituntut tahun ini penuh kreatifitas. Bagi orang yang memiliki Shio Macan, Shio Naga perlu perjuangan yang berat. Shio Tikus dan Shio Kuda perlu hati-hati, dia harus lebih mawas diri dalam segala hal, dia butuh perjuangan yang agak berat. Shio yang bersinar/cerah tahun ini Shio Anjing, Kambing, Kerbau. Untuk usaha yang paling bagus yang punya peluang besar adalah yang ada hubungannya dengan unsur kayu seperti kreasi, seni, ide, pemikiran, arsitek, interior, konsultan, property, developer, kontraktor dapat peluang-peluang yang sangat hebat di tahun ini. Usaha yang peluangnya naik-turun itu yang kaitannya dengan unsur api: restoran, cafe, saham, marketing. Bisa baik kalau punya strategi yang kuat dan perlu perjuangan. Harus mawas diri, dan jangan berhenti berjuang. Untuk menyambut Tahun Baru Imlek, akan diadakan acara di Vihara Pagoda Buddha Jayanti Klademak nanti malam, akan dilakukan kebaktian bersama dan pemukulan Genta Suci Dharma sebanyak 108 kali, dilakukan oleh seluruh umat, tepat jam 24.00 WIT. Paginya open house di rumah-rumah terbuka untuk umum, dibarengi dengan kue keranjang/dodol China, yang punya makna sangat dalam. Kue keranjang itu bentuknya selalu bulat menandakan keutuhan keluarga dan kebersamaan. Rasanya manis, menandakan cinta kasih sayang, semoga di tahun ini dapat kebahagiaan dalam kehidupan. Bahwa perayaan Imlek biasanya diidentikan dimana warga Thionghoa memakai Baju Merah, menandakan tetap semangat dalam segala hal. Memberikan angpao: perlambang dimana kalau kita berbagi angpao maka rejeki akan lebih banyak datang ke kita lagi. Ada Bunga Mehua di rumah, menandakan datangnya pergantian musim semi sebagai datangnya kemakmuran. (rat/fir/akh) 

Sumber : RadarSorong
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Makna Imlek 2565 Dimata Warga Tionghoa

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: