UTUSAN MSG DORONG PAPUA MERDEKA ?

JAKARTA,- Sejumlah menteri luar negeri dari negara-negara yang tergabung dalam Melanesia Spearhead Group (MSG) bertemu dengan Gubernur dan DPRD Papua di Jayapura Senin kemarin. Kedatangan mereka adalah dalam rangka meningkatkan kerjasama ekonomi Indonesia dengan forum negara-negara kawasan pasifik itu. Kunjungan mereka juga sebagai salah satu respon menjawab adanya pengajuan proposal West Papua National Coalition for Liberation (WPNCL) untuk bergabung dengan forum itu.
Utusan MSG Dorong Papua Merdeka?
Masyarakat Adat Papua (cloud.papua.go.id)



Koordinator Jaringan Papua Damai (JDP) Neles Tebay mengatakan momentum ini seharusnya digunakan Pemerintah Republik Indonesia untuk segera melaksanakan dialog Jakarta-Papua. Menurutnya, dialog itu sangat diperlukan agar permasalahan Papua tidak semakin melebar. "Kalau seandainya pemerintah memberikan sinyal positif untuk berdialog, maka negara-negara MSG bisa mempertimbangkan masalah Papua," kata Neles Tebay kepada Gresnews.com, Selasa (14/1).

Neles menambahkan bila dialog mulai dibangun oleh Pemerintah Pusat, maka negara-negara MSG akan melihat kesungguhan pemerintah RI dalam menyelesaikan masalah Papua. Neles menjelaskan saat ini di MSG ada empat negara yang berdaulat, dan satu calon negara baru yang bernama Kanaki yang berada di Kaledonia Baru. Sedangkan empat negara lain yaitu Vanuatu, Kepulauan Solomon, Papua Nugini dan Fiji.

Kunjungan sejumlah Menteri Luar Negeri negara-negara MSG itu adalah merespon hasil pertemuan pada tanggal 21 Juni 2013 lalu dari hasil Join Communique pengajuan proposal WPNCL untuk bergabung menjadi anggota baru mereka. MSG sendiri saat ini tengah mendorong kemerdekaan sebuah calon negara baru yang bernama Kanaki di Kaledonia Baru.

Koordinator Rakyat Bangsa Papua Barat Se-Jawa dan Bali Sony Wanimbo mengatakan menuntut agar MSG menerima proposal itu. Menurutnya, permohonan itu merupakan sikap bersama rakyat Papua Barat untuk bergabung dengan negara-negara serumpun mereka. "Rakyat bangsa Papua Barat meminta kepada negara-negara anggota MSG untuk dapat menerima aplikasi WPNCL yang pernah diserahkan saat berlangsungnya KTT MSG di Noumea, Kaledonia Baru pada 2013 lalu," kata Sony kepada Gresnews.com.

Sony mengatakan pada pertemuan di Kaledonia Baru lalu, seluruh rakyat Papua sangat yakin dan antusias bahwa proposal itu akan diterima pada saat itu. Namun karena berbagai pertimbangan, maka diputuskan untuk mengirim utusan Menteri Luar Negeri ke Papua untuk berkunjung. Sony juga menyayangkan sikap pemerintah Indonesia yang terkesan membelokkan agenda.

Menurutnya, pemerintah Indonesia seharusnya membiarkan para perwakilan Menlu MSG itu untuk membahas mengenai HAM, namun justru kunjungan ke Jakarta dan Papua saat ini hanya membahas kerjasama ekonomi.

Sementara itu Gubernur Papua, Lukas Enembe mengajak kepada seluruh masyarakat Papua untuk melupakan pelanggaran HAM di masa lalu. "Hal itu sudah lama berlalu," ujarnya.

Ketua Tim Monitoring Otsus Papua dan Aceh DPR RI, Yorrys Raweyai mengatakan pihaknya tidak tahu akan kunjungan para Menlu MSG ke Papua. Yorrys sangat menyayangkan sikap pemerintah yang tidak memberitahu pada DPR RI. Menurutnya, pemerintah seharusnya memberitahukan hal itu karena DPR mempunyai perangkat khusus Papua. "Padahal kita ada Kaukus Papua, ada tim Pemantau Papua, kenapa pemerintah tidak melibatkan Komisi I? Kita akan persoalkan ini!" kata Yorrys.

Pada Senin siang sejumlah mahasiswa dan aktivis melakukan demontrasi di depan DPR Papua untuk mendorong agar MSG menerima proposal mereka. Namun sebanyak 46 pendemo ditahan oleh aparat karena dinilai mengganggu jalannya pertemuan. Kunjungan para Menlu MSG ke Jayapura itu juga mendapat pengawalan ketat aparat keamanan. (dtc)
Reporter : Mungky Sahid
Redaktur : Muhammad Agung Riyadi

Sumber :  GRESNEWS.COM
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : UTUSAN MSG DORONG PAPUA MERDEKA ?

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: