TABUNI,WENDA DAN JIKWA DI OPM TIDAK CARI MAKAN DI MEJA NKRI

Sebby Sambom (Ist)
Sebby Sambom (Ist)
Suva,27/5(Jubi)- Aktivis Papua, Sebby Sambom mengaku heran setelah membaca pemberitaan tentang tiga marga yakni Tabuni, Jikwa dan Kogoya yang menguasai kursi legislatif di seluruh wilayah Papua.
Pasalnya, menurut Sebby ada yang menanggapi hal itu dengan motif hendak membaca jaringan ketiga marga itu dengan kelompok Papua merdeka. Menurut Sebby itu sangat tidak benar dan mengganggu kenyamanan ketiga marga itu dalam berdemokrasi sebagai warga negara Indonesia.
Sebelumnya, Ketua Amber Papua, Mega Petrodaz mengungkapkan berdasarkan hasil kajian setelah pengumuman nama-nama caleg, baik di tingkat pusat, provinsi , satu Kota dan tujuh Kabupaten, pihaknya menemukan tiga marga tersebut mendominasi perolehan kursi legislatif. Mereka ada di beberapa Kabupaten, bahkan untuk Kota Jayapura dan DPR-Papua.
�Kalau penelitian lahir dari satu kekhawatiran dan upaya membaca jaringan dengan kelompok Papua merdeka, sangat tidak mungkin. Walaupun sama marga, mereka yang berjuang Papua merdeka tidak pernah mencari kekayaan di meja NKRI,� tukas Sebby menanggapi hasil penelitian itu.
� Mereka itu bukan Kogoya-Tabuni, Tabuni-Wenda dan Jikwa yang bicara Papua merdeka, melainkan Kogoya-Kogoya, Tabuni-Tabuni, Jikwa-Jikwa dan Wenda-Wenda yang hendak mengumpulkan kekayaan dan mencari makan dengan Pemerintah kolonial NKRI,�tulisnya lagi dalam rilisnya.
Menurutnya, Tabuni, Kogoya, Wenda dan Jikwa yang bicara merdeka tidak pernah cari makan kepada Pemerintah NKRI. Namun mereka tetap eksis memperjuangkan hak politik rakyat dari bangsa Papua Barat untuk merdeka penuh.
Menurutnya, tiga marga kini menjadi anggota legislatif ini tidak mempunyai kekuatan untuk membela hak rakyat Bangsa Papua, sebab karena uang penjajah akan membekukan otak mereka. Mereka hanya akan merasa nyaman dengan jabatan itu.
Hal ini terbukti, menurut Sebby, dari pengalaman anggota-angota legislatif sebelumnya. Sebby mencontohkan temannya, Yeke Melkias Gombo, yang dulu bicara Papua merdeka dan pernah ditangkap aparat Indonesia lalu mendekam di LP Abe.
Menurut Sebby, rekannya itu bahkan pernah dipaksa Polisi untuk memakan kertas yang ada tulisan Papua Merdeka, bahkan dipaksa minum air kencingnya sendiri.
Namun setelah menjadi anggota legislatif periode 2009-2014, klaim Sebby, rekannya itu hanya bisa bungkam seribu bahasa , tidak pernah membela aktivis dan juga rakyat yang dibunuh oleh aparat Pemerintah Republik Indonesia.
Pengalaman itu membuat Sebby berkesimpulan anggota Legislatif yang lain juga sama saja, karena mentalitas mereka adalah uang, kekayaan dan wanita, dan pada waktu bersamaan membiarkan rakyat mereka Papua menjadi korban penjajahan. �Kami yang berjuang Papua merdeka tetap eksis dan sulit percaya mereka, orang Papua yang menjadi anggota legislatif itu �.
Sementara itu, Fakhabuk, aktivis Papua lain kepada Jubi melalui pesan singkatnya mengatakan penelitian dan pemberitaan itu hanyalah satu kecurigaan yang kemudian membatasi marga-marga itu membangun negerinya.
�Kita orang Papua apa saja kita lakukan ini selalu dicurigai dengan kelompok ini dan itu. Ini yang membuat kami tidak bisa membangun negeri kami dengan bebas,�tuturnya, beberapa waktu lalu. (Jubi/Mawel)

sumber : Jubi
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : TABUNI,WENDA DAN JIKWA DI OPM TIDAK CARI MAKAN DI MEJA NKRI