Senin, Presiden dan Perdana Menteri NRFPB Bebas

Forkorus dan Edison Waromi
DIRENCANAKAN, Senin (21/7/2014) Presiden Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) Forkorus Yaboisembut akan bebas bersama beberapa pentolan NRFPB lainnya, untuk menyambut kebebasan �sang Presiden�, sedikitnya 1.000 anggota polisi NRFPB telah di siagakan untuk menyambut kebebasan mereka.


�1.000 anggota kami polisi NRFPB siap mengamankan kebebasan presiden kami, beserta kabinetnya, dan kami berharap Polri memahami hal ini, agar tidak terjadi salah paham, karena kami menjamin semuanya akan berjalan damai dan tidak ada gerakan tambahan semisal kibarkan bendera Bintang Kejora, apalagi membawa sajam�, kata Elias Ayakeding yang mengaku sebagai Kepala Polisi NRFPB, Selasa (15/04/2014) kemarin di kantor DAP Expo Waena.
Forkorus Yaboisembut dan Edison Waromi selaku Perdana Menteri NRFPB di tahan di Lapas Abepura pasca Kongres Rakyat Papua III di Lapangan Zakeus Padang Bulan bersama rekan � rekan lainnya, Selpius Bobi, Dominikus Sorabut dan Agus Kraar karena telah mendeklarasikan Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB).
Kepala Polisi NRFPB Elias Ayakeding menjelaskan bahwa rencana pengamanan dalam menyambut Presiden dan Perdana Menteri NRFPB, pihaknya menjamin akan aman dan damai.
�Jangan membawa atribut-atribut (bendera bintang kejora), senjata tajam yang nantinya mengganggu stabilitas keamanan dalam acara penjemputan yang dilakukan nanti, kita hanya akan sambut dengan pakaian adat dan tari � tarian serta suling tambur�, katanya lagi.
Dan kepada masyarakat pedagang dan pemilik ruko yang berada di ruas jalan Abepura � Sentani dan yang bermukim di sepanjang jalan ia meminta kiranya ikut menghargai bebasnya Presiden NRFPB dengan menutup sementara usaha mereka dan menghentikan aktivitas jual beli dahulu.
�menyangkut keamanan dan kebersamaan, mengingat penjemputan besok banyak orang yanag datang, dari 7 wilayah negara dalam NRFPB untuk menghadiri penjemputan itu, sedangkan pihak keamanan dalam hal ini Polri dan TNI dapat menghargai dan membantu polisi NRFPB untuk bersama-sama mengamankan proses penjemputan yang dibagi dalam dua ring�, katanya lagi.
Ia menambahkan bahwa untuk wilayah ring dalam menjadi tugas polisi NRFPB, sedankan TNI/Polri di ring luar.
�Jangan dalam penjumputan itu, terjadi gesekan-gesakan antara Polri dan TNI dengan Polisi NRFPB yang akhirnya mengganggu proses penjemputan itu�, katanya lagi.(A/RIC/R1/LO1)

Sumber : SuluhPapua
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Senin, Presiden dan Perdana Menteri NRFPB Bebas