Larangan Penjualan Pinang di PNG, Timbulkan Banyak Korban

Jayapura, Jubi � Pemerintah Papua Nugini (PNG) melarang penjualan buah pinang termasuk sirih dan kapur. Larangan ini diterapkan di Ibukota PNG, Port Moresby sejak Januari 2014. Ia bertujuan mewujudkan lingkungan yang bersih dari ludah kunyah pinang.

Target larangan ini lebih dititikberatkan kepada para pedagang buah pinang. Sejak resmi diberlakukan pada Januari tahun ini, pedagang pinang menjadi bulan-bulanan razia aparat pemerintah. Aksi tersebut bahkan memakan korban jiwa.
Laporan media pngfact.com mengatakan, seorang nenek, Veronica Memi Onne ditemukan tewas karena hantaman ketika dirinya berusaha melarikan diri dari pihak berwenang yang sedang melakukan razia disebuah warung pinang di Hohola, Port Moresby.
Selain itu, beberapa orang dinyatakan tenggelam saat mencoba melarikan diri dari kejaran pihak berwenang. Mereka berusaha berenang di Sungai Laloki dengan membawa tas berisi banyak pinang dan barang lainnya.
Kendati larangan tersebut telah memakan banyak korban, namun pemegang otoritas yakni Wakil Manajer Komisi Distrik Ibu Kota Nasional, Honk Kiap menegaskan, pihaknya tetap akan melanjutkan pemberlakuan peraturan pemerintah tentang larangan penjualan pinang.
�Saya menyesal atas hilangnya nyawa, termasuk yang terbaru, seorang nenek (Veronica Memi Onne)  secara tragis di Hohola. Hukum larangan penjualan pinang memang mengandung percobaan dan ada kesalahan tetapi otoritas telah koreksi. Program larangan pinang tetap dilanjutkan,� kata Honk Kiap seperti di kutip pngfacts.com, Rabu (22/10).
Menurut Gubernur Port Moresby, Powes Parkop, larangan tersebut mendapat respon baik dari masyarakat, terlihat dari berkurangnya para pedagang yang menjual buah pinang. Namun, ia juga mengaku, peraturan tersebut belum sepenuhnya dijalankan oleh warganya, khususnya di Port Moresby. Hal tersebut nampak dari masih ditemukannya ludah pinang dibeberapa tempat seperti pasar.
�Saya sangat senang dengan hasilnya, orang telah merespon dengan baik,� katanya. �Tapi masih ada beberapa bagian dari penduduk yang terus menjadi gangguan bagi orang lain. Pasar sementara yang kita biarkan, kita harus menutupnya sekarang karena menimbulkan beberapa tantangan yang mengandung dampak negatif dari mengunyah dan meludah pinang,� ucap Parkop.
Selain larangan penjualan pinang, Pemerintah PNG juga melarang penyalahgunaan minuman beralkhol. Honk Kiap mengatakan, kedua program tersebut merupakan program pemerintah untuk membersihkan kota dan menekan kejahatan yang berkaitan dengan kedua hal tersebut. (Yuliana Lantipo)

Sumber : Jubi

Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Larangan Penjualan Pinang di PNG, Timbulkan Banyak Korban

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: