Pandangan Keliru Pada NRFPB

Hingga saat ini masih ada organ dan juga lapisan masyarakat pendukung Papua Merdeka yang belum memahami dengan baik apa yang telah dihasilkan pada Kongres Rakyat Papua III pada Oktober 2011 silam tentang sebuah negara, forum tertinggi rakyat papua ada pada kongres, sehingga kongres 3 pun mendapat legitimasi dari rakyat Papua lalu  pada kongres inilah dideklarasikan  Negara Republik Federal Papua Barat.

Lantas apakah NRFPB adalah Negara Baru?

Kita salah jika menilai demikian, karena NRFPB adalah hasil dari apa yang telah diperjuangkan sejak lama. Lihat dari sejarah dimana kita tahu tentang apa yang terjadi pada 19 Oktober 1961 kemudian 1 Desember 1961 yang terus berlanjut dengan Proklamasi Sepihak pada 1 Juli 1971 hingga kongres rakyat Papua-II lalu Pemulihan dari perjuangan itu terlaksana sesuai dengan cita-cita berbangsa dan bernegara pada Kongres Rakyat Papua III. Sehingga Negara Republik Federal Papua Barat sudah sesuai dan patut diperjuangkan bersama untuk menggapai cita-cita berdaulat diatas wilayah tanah air Papua Barat.

Mengapa Berbentuk Federal?


Hal ini karena sesuai dengan 7 wilayah yang ada, didalam wilayah-wilayah tersebut mempunya peran dan fungsi sesuai wilayah masing-masing; tanpa adanya pembauran wilayah. Setiap pemerintahan dari wilayah 1-7 harus dipimpin susuai wilayahnya. Contohnya:  Gubernur Wilayah 3 Doberai itu berasal dari wilayah Doberai, bukan dari Bomberay atau wilayah lainnya. Selain itu aturan adat istiadat diatur sesuai wilayah adat masing-masing.
Jika kita pakai KESATUAN bagaimana dengan adat istiadat yang berbeda ditiap wilayah? Tentunya kita tak bisa memaksa semua untuk memakai SATU makanya dipakailah FEDERAL.
Penjelasan lebih lengkap dapat dibaca dilink : NRFPB

Dilihat dari situasi hari ini :
Menurut apa yang saya lihat dan saksikan, ikuti bahkan melangkah adalah bahwa sesungguhnya kita sudah harus melengkapi apa yang masih kurang didalam struktur negara tersebut.
Jika sebelumnya pergerakan secara organ kemudian kekuatan militer kita dan kekuatan massa kita yang ada bergerak dengan masing-masing sikap walaupun tujuan akhir tetap sama yaitu pembebasan nasional namun mau sampai kapan bergerak terus seperti ini? Apakah kita harus terus menjadikan generasi berikut menikmati penjajahan? Apakah demo dijalan harus terus berjalan sementara konsep negara yang dipakai untuk melawan sistem diabaikan?

Menurut saya, silahkan semua berjalan sesuai ranahnya masing-masing tetapi marilah kita saling mengisi untuk mempercepat proses perjuangan menuju Pengakuan atau Penentuan Nasib sendiri itu tergantung dari strategi pergerakan kita.

Hari ini kita sudah punya tokoh utama sebagai Presiden, ada juga perdana menteri bahkan gubernur wilayah/negara bagian. Lalu sesuai syarat berdirinya sebuah negara, punya wilayah, punya rakyat dan lain sebagainya sudah terpenuhi, walau memang ada beberapa yang belum terisi, mari kita sama-sama benahi demi mempercepat proses.

Menurut pandangan saya, pergerakan didalam tanah air semakin sulit, ruang penyampian aspirasi semakin dibungkam, bahkan trauma sudah melanda barisan rakyat. Belum lagi kerja-kerja licik dari lawan yang mengadu-domba menambah bahayanya jika ada yang berani untuk melawan. Namun ini bukan sebuah alasan untuk tidak beraksi menuntut Papua Merdeka tetapi situasi ini membutuhkan strategi yang berjalan sesuai, bukan terkesan asal-asalan sehingga korban terus dipihak kita.(PH)

Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Pandangan Keliru Pada NRFPB

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: