Tragedi pada Pengujung Tahun 2014

Jumat malam, 26 Desember 2014, di Istana Merdeka, Jakarta, Presiden Joko Widodo berbincang-bincang soal perayaan Natal di Papua. Malam itu hadir Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr Ignatius Suharyo, Romo Benny Susetyo Pr, Pendeta Bambang Wijaya dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Ketua Sinode Gereja Kemah Injil Papua Pendeta Benny Giay, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, dan lain-lain.
Beberapa jam sebelum pertemuan dengan para tokoh Kristen dan Katolik itu, di Stasiun Kereta Api Jakarta Kota terjadi musibah, lokomotif menerobos ruang tunggu peron. Tidak ada korban manusia. Upaya menarik lokomotif dan gerbong dari ruang tunggu peron memakan waktu sekitar tiga jam.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro, hari itu, mengatakan belum tahu mengapa hal itu bisa terjadi. �Kami meminta maaf kepada semua penumpang kereta api yang terganggu atas kejadian itu. Kami tentu akan mengusut hal ini,� ujarnya.
Sementara itu, sejumlah warga di sebagian wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memasuki hari kedelapan menghadapi banjir akibat luapan Sungai Citarum. Banjir juga terjadi di Aceh dan Sumatera Utara. Bersamaan dengan itu, lalu lintas jalan raya ke luar Jakarta macet total.
Sabtu pagi, 27 Desember 2014, Jokowi dan sejumlah pejabat tinggi sipil dan militer terbang ke Papua. Malam harinya, Jokowi memberikan sambutan untuk perayaan Natal Nasional 2014 di Stadion Mandala, Jayapura, Papua.
Malam itu juga, hampir bersamaan, di Solo, Jawa Tengah, tempat kelahiran Jokowi, terjadi kebakaran besar di Pasar Klewer. Pasar ini salah satu tempat yang banyak memberi inspirasi kepada presiden kedua Soeharto untuk membangun negeri ini. Kebakaran pada hari Sabtu itu menghanguskan ratusan kios tekstil dan kain batik.
Hari Minggu (28/12/2014), menjelang siang, tersiar kabar dari posko crisis center AirAsia di Terminal II Bandar Udara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, pesawat AirAsia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura hilang kontak. Pesawat itu mengangkut 155 penumpang. Wakil Presiden Jusuf Kalla yang baru saja pulang dari Aceh untuk peringatan 10 tahun tsunami, Minggu siang itu, menyerukan bangsa Indonesia untuk berdoa agar pesawat segera ditemukan.
Malam harinya, Kalla datang ke kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) dan mengadakan pertemuan dengan Kepala Basarnas FHB Soelistyo. Di tempat itu berlangsung tanya jawab Kalla dengan wartawan. Senin (29/12/2014), Kalla datang ke Surabaya mengunjungi sanak keluarga penumpang pesawat AirAsia QZ8501. Dari Surabaya, Kalla terbang ke Solo menemui pedagang Pasar Klewer korban kebakaran.
Sementara itu, kantor Basarnas, Jakarta, kemarin, tampak sibuk karena ada berita Jokowi akan datang ke tempat itu sekembali dari Papua.
Untuk dicatat pula, Jumat, 12 Desember lalu, 95 jenazah ditemukan dan 13 orang hilang akibat tanah longsor yang mengubur Dusun Jemblung, Banjarnegara, Jawa Tengah.
Sepuluh tahun lalu, 26 Desember 2004, ketika Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri perayaan Natal Nasional di Jayapura, Papua, di Aceh terjadi bencana alam tsunami (lihat Sisi Lain Istana: �Bencana Alam di Bulan Desember�, Kompas, 16 Desember 2014, halaman 2).
Mari kita berdoa untuk para penumpang AirAsia QZ8501, untuk sanak keluarga mereka, bangsa, dan negeri ini. (J OSDAR) - KOMPAS


Editor: Fidel Ali Permana
------------------------------
Tambahan : Tragedi diawal desember (8/12) yakni penembakan terhadap masyarakat sipil dalam hal ini anak sekolah, yang terjadi di Paniai, korban meninggal 6 orang karena ditembak aparat, dan puluhan lainnya luka-luka. (lihat laporan Komnas HAM : sini)

Mungkinkah ini karma atas tindakan yang terus-menerus terjadi diatas tanah air Papua Barat ?



Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Tragedi pada Pengujung Tahun 2014

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: