Pertemuan ASEAN di Malaysia

Pertemuan para menteri ekonomi 10 negara anggota ASEAN dimulai hari Sabtu (28/2) di Malaysia. Agenda utama pertemuan dua hari ini membahas pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) yang akan diterapkan mulai 31 Desember 2015 mendatang.
Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 bertujuan untuk menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang stabil, makmur, berdaya saing tinggi, dan secara ekonomi terintegrasi dengan regulasi efektif untuk perdagangan dan investasi, yang di dalamnya terdapat arus bebas lalu lintas barang, jasa, investasi, dan modal serta difasilitasinya kebebasan pergerakan pelaku usaha dan tenaga kerja.

Pertemuan menlu anggota ASEAN di Kota Bharu, Malaysia membahas prakarsa baru mengenai aktivitas ekonomi bersama negara-negara Asia Tengara, dan meredakan kekhawatiran tentang peningkatan hambatan non-tarif dalam perdagangan antara sesama anggota ASEAN.

ASEAN sejak awal pembentukannya memiliki motif ekonomi dan politik. Bahkan beberapa dekade akhir abad kedua puluh masalah ekonomi dan perdagangan memainkan peran penting dalam kerjasama regional dan internasional anggota ASEAN. Pada KTT ASEAN keempat yang berlangsung di Singapura ditandatangani nota kesepahaman untuk memperkokoh kerjasama ekonomi sesama anggota perhimpunan negara-negara Asia Tenggara di tahun 1993. Salah satu isi kesepakatan tersebut adalah penerapan zona perdagangan bebas di kawasan Asia Tenggara (AFTA).

Pada tahun 1997, para pemimpin ASEAN menyepakati terbentuknya "Komunitas ASEAN 2020" mengenai pembentukan komunitas bersama negara-negara Asia Tenggara. Para Kepala Negara ASEAN pada KTT kedua belas menyepakati percepatan terbentuknya komunitas ASEAN dari 2020 menjadi 2015 yang terdiri dari tiga pilar yaitu: Komunitas Keamanan ASEAN, Komunitas Ekonomi ASEAN dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN.

Saat ini ASEAN juga memperluas kerjasamanya bukan hanya antarsesama anggotanya saja, tapi juga dengan negara lain terutama negara-negara di kawasan Asia Pasifik sebagai prioritasnya. Pada beberapa pertemuan ASEAN juga dihadiri oleh tiga negara kawasan Asia Pasifik yaitu Cina, Korea Selatan dan Jepang.

Para analis menilai pembentukan Komunitas ASEAN dan perluasan kerjasama dengan sejumlah negara termasuk Cina sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia, sebagai bagian dari upaya negara-negara kawasan Asia Tenggara membentuk sebuah kekuatan regional yang berpengaruh seperti Uni Eropa. Upaya tersebut dimulai dengan pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Tampaknya, negara-negara Asia Tenggara menjadikan Uni Eropa sebagai model untuk membangun sebuah komunitas regional yang kuat, terutama di sektor ekonomi dengan membentuk komunitas ASEAN.

Meskipun sejumlah analis berkeyakinan bahwa gerakan negara-negara Asia Tenggara selama beberapa dekade untuk mempertemukan sinergi kekuatan ekonominya dalam sebuah komunitas ASEAN relatif lebih lambat dibandingkan Uni Eropa. Tapi, para analis menilai kinerja ASEAN relatif berhasil, dengan memperhatikan perbedaan prinsip dua perhimpunan regional ini, termasuk perbedaan latar belakang historis, etnis, agama, dan ekonomi.

ASEAN juga memainkan peran penting dalam penyelesaian berbagai masalah anggotanya, sekaligus menjadi jembatan yang baik bagi peningkatan kerjasama dengan negara lain terutama negara-negara Asia Pasifik. Pembukaan Pusat ASEAN-Cina yang bertujuan untuk membahas pengaruh positif pertumbuhan ekonomi Cina terhadap neraca perdagangan dan investasi di negara-negara anggota ASEAN dinilai akan memperkuat hubungan Bejing dengan negara-negara Asia Tenggara.
 
(Caption foto: bendera negara-negara ASEAN / www.engtest.net)

Sumber :indonesian.irib.ir
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Pertemuan ASEAN di Malaysia