Tunda Eksekusi Mati, Menlu Aussie Apresiasi Indonesia

Pemerintah Australia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah Indonesia, karena telah menunda pelaksanaan hukuman mati terhadap bandar narkoba Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Myuran Sukuraman dan Andrew Chan (foto: AFP)

 

"Pemerintah Australia melalui Menteri Luar Negeri menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia, karena menunda pelaksanaan hukuman mati eksekusi tersebut," ujar Juru Bicara Wakil Presiden Jusuf Kalla, Husain Abdullah, saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (19/2/2015).

Pemerintah Indonesia, telah menunda eksekusi terhadap terpidana mati yang juga warga negara Australia itu.
"Pak JK juga sampaikan bahwa memang pemerintah Indonesia menunda pelaksanaan itu, mungkin tiga minggu atau sebulan. Dan juga ada aspek teknis yang harus dipersiapkan sebelum hal itu dilakukan (eksekusi mati)," tuturnya.
Selain itu, pemerintah Australia siap untuk bekerjasama dengan Indonesia untuk memerangi masalah peredaran narkoba. "Karena Australia juga korban dari masalah-masalah seperti ini," lanjutnya.

JK, kata dia, meminta kepada masyarakat Australia untuk memahami sikap dan menghormati aturan hukum yang berlaku di Indonesia.
"Apalagi karena kita ini banyak jadi korban narkoba. Kemudian, Pak JK juga sampaikan kesiapan untuk saling meningkatkan kerja sama untuk mengurangi peredaran narkotika," pungkasnya. (put)


 Keluarga Lega Eksekusi Duo Bali Nine Ditunda

DENPASAR - Keluarga menyambut suka cita penundaan eksekusi mati terhadap duo Bali Nine Myuran Sukumaran dan Andrew Chan. Penundaan eksekusi itu disampaikan Kejaksaan Agung pada 17 Februari 2015.
Usai mendengar keputusan Kejagung menunda eksekusi mati, keluarga langsung mendatangi Lapas Kelas II A Denpasar, Kerobokan, Rabu (18/2/2015).

Kuasa hukum 'Bali nine' Julian Mcmahon mengatakan, dengan penundaan itu, maka Myuran dan Andrew masih memiliki kesempatan lebih banyak lagi berbuat baik untuk sesama dan para napi lainnya.
Selain itu, keluarga juga punya waktu lebih lama mengunjungi keduanya di penjara sebelum dieksekusi mati. "Keluarga menyambut berita bahagia ini sehingga punya waktu lebih dekat dengan keduanya sebelum dipindah ke LP Nusakambangan," sambungnya.

Kerabat dan teman kedua penyelundup 8,2 kilogram sabu-sabu dari Bali ke Australia itu, juga bisa menjenguk mereka di Lapas.
Sementara Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan Denpasar, Sudjonggo mengaku telah mendengar kabar penundaan eksekusi mati dua warga negara Australia itu.
Hanya saja, sampai saat ini pihaknya belum menerima salinan putusan penundaan eksekusi mati Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.
Penjagaan di LP Kerobokan masih diperketat, di mana aparat kepolisian berjaga di beberapa titik strategis.
(ris)
 

Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Tunda Eksekusi Mati, Menlu Aussie Apresiasi Indonesia

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: