Blokade Jalan Berlanjut, Freeport Terancam Lumpuh

Ratusan pekerja tambang PT. Freeport Indonesia (PTFI) yang mengaku dari kelompok 7 suku melakukan unjuk rasa memblokade jalan tambang di Mil 72, Ridge Camp, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Senin (16/3/2015)
Aktivitas pertambangan PT Freeport Indonesia (PTFI) terancam lumpuh total menyusul terus berlanjutnya aksi blokade jalan hingga malam ini karena belum adanya titik temu antara kedua pihak yang sedang berdialog.

Kepala Bidang Humas, Kepolisian Daerah Papua, Kombes Patrige Renwarin mengatakan upaya negoasiasi yang dilakukan aparat bersama perwakilan Manajemen PTFI ditolak oleh pekerja.

"Para pengunjuk rasa berkeras ingin menyampaikan langsung tuntutan mereka kepada Presiden Direktur PTFI atau CEO Freeport Mcmoran (FCX) James Moffet," kata Patrige melalui telepon selulernya, Senin (16/3/2015).

Menurut Patrige, sempat terjadi ketegangan ketika pihak manajemen perusahaan meminta agar pekerja membuka blokade untuk kendaraan mengangkut pekerja yang akan melakukan perawatan alat berat dan tambang.

Namun, karena pengunjuk rasa berkeras, akhirnya hanya kendaraan medis dan aparat saja yang diperbolehkan memasuki areal tambang.

"Tapi sore tadi, para pekerja menutup semua badan jalan dengan melintangkan alat berat dan mendirikan tenda. Dan sebuah spanduk besar berisi lima tuntutan mereka dipasang melintang menutup badan jalan," tambah Patrige.

Jika blokade jalan satu-satunya yang menghubungkan lokasi tambang di Grasberg dan Mil 74 dengan Kota Tembagapura terus berlanjut, Patrige mengatakan bisa berdampak aktivitas perusahaan tambang emas dan tembaga itu akan lumpuh.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan pekerja tambang 7 suku menggelar unjuk rasa dengan melakukan blokade jalan di Ridge Camp, Mil 72, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, sejak Senin (16/3/2015) pagi.

Para pekerja ini menuntut kompensasi insentif dan promosi karena tidak terlibat dalam mogok kerja yang berlangsung kurang lebih 3 bulan sejak insiden kecelakaan di tambang Grasberg, September 2014 lalu.

Selain itu, para pekerja 7 suku juga meminta agar perusahaan tegas memberikan sanksi kepada pekerja tambang yang mogok sesuai pedoman hubungan industrial yang disepakati dalam Perjanjian Kerja Bersama PTFI. Belum ada keterangan lebih lanjut dari juru bicara PTFI terkait blokade jalan tambang yang terus berlanjut.

Sumber KOMPAS

Demo, Pekerja Tambang "7 Suku" Ancam Pensiun Dini dari Freeport

 JAYAPURA, KOMPAS.com � Ratusan pekerja tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) dari tujuh suku masih memblokade jalan tambang di pertigaan Ridge Camp, Mil 72, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Senin (16/3/2015).

Akibat aksi blokade jalan oleh pengunjuk rasa, aktivitas transportasi pekerja tambang dan logistik dari Tembagapura, Mil 68 menuju lokasi pertambangan dan pabrik pengolahan bijih di Mil 74 terputus.

 (Baca: Pekerja PT Freeport Blokade Jalan, Akses dari Tembagapura Lumpuh)

Thomas, salah seorang pekerja tambang yang sempat dihubungi Kompas.com melalui telepon selulernya, mengatakan, para pengunjuk rasa menuntut janji pihak perusahaan mendapat insentif lebih karena tidak ikut mogok kerja.

Selain itu, ratusan pekerja ini, diduga tak puas dengan keputusan arbitrase dan pihak manajemen PTFI yang tidak menindak pekerja yang melakukan mogok kerja.

Menurut Thomas, pascainsiden kecelakaan di tambang terbuka Grasberg yang menewaskan empat orang pekerja, 27 September 2014 lalu, seribuan pekerja spontan melakukan mogok kerja. Mereka mendesak pihak manajemen PTFI bertanggung jawab dengan serangkaian kecelakaan kerja yang terjadi di tambang emas dan tembaga tersebut.

�Saat itu 1000-an pekerja tambang terbuka Grasberg spontan melakukan mogok kerja mendesak manajemen PTFI bertanggungjawab terhadap kecelakaan tambang di Grasberg dan tambang bawah tanah Big Gossan beberapa waktu lalu. Mogok kerja ini sempat berlangsung sekitar empat bulan,� ungkap Thomas.

Ratusan pekerja tujuh suku yang melakukan blokade jalan tambang, menuntut agar mereka mendapat promosi dan bonus kompensasi selama empat bulan karena tidak ikut mogok kerja. Selain itu, mereka menolak keputusan arbitrase yang dianggap tidak sesuai dengan pedoman hubungan industrial (PHI).

�Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, mereka menuntut pemberlakuan golden packet atau pensiun dini bagi para pekerja yang tidak ikut mogok kerja,� ungkap Thomas.

Blokade jalan tambang yang dilakukan oleh ratusan pekerja tambang tujuh suku hingga kini masih berlangsung dengan melintangkan kendaraan berat menutup badan jalan. Aksi ini mendapat pengawasan dari anggota keamanan PTFI serta Satgas Obvitnas Amole PTFI.

Juru bicara PTFI, Daisy Primayanti yang dihubungi melalui surat elektronik hingga kini belum memberikan keterangan terkait unjuk rasa dengan memblokade jalan tambang oleh ratusan pekerja tujuh suku ini.

 

 
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Blokade Jalan Berlanjut, Freeport Terancam Lumpuh

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: