Mahasiswa Semarang Tuntut Segera Eksekusi Duo Bali Nine

Mahasiswa dari berbagai Kampus Semarang mendesak pemerintah Indonesia segera mengambil tindakan tegas terhadap terpidana mati dalam kasus duo bali nine atas nama Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Mereka mendesak proses eksekusi mati segera dipercepat dengan cara melakukan aksi simpati di Bunderan Air Mancur jalan Pahlawan Semarang, Senin (2/3) pagi tadi.

Mahasiswa Semarang Tuntut Segera Eksekusi Duo Bali Nine : aktual.co
Ibu dan adik Myuran Sukumaran (Foto: Aktual.co/Antara Foto)

Semarang, Aktual.co � Mahasiswa dari berbagai Kampus Semarang mendesak pemerintah Indonesia segera mengambil tindakan tegas terhadap terpidana mati dalam kasus duo bali nine atas nama Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Mereka mendesak proses eksekusi mati segera dipercepat  dengan cara melakukan aksi simpati di Bunderan Air Mancur jalan Pahlawan Semarang, Senin (2/3) pagi tadi.

Koordinator mahasiswa Universitas Diponegoro, Yanter Bahri menegaskan, pemerintah perlu ketegasan menentukan waktu pelaksanaan eksekusi kepada dua tersangka itu. Karena demi kepastian hukum suatu putusan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap dan sudah tidak ada upaya hukum lagi, maka eksekusi dapat dilakukan.

"Jangan sampai ada intervensi dari negara lain yang justru dapat menghambat proses eksekusi pidana mati," kata dia dalam siaran pers yang diterima Aktual.co, Senin (2/3).

Menurut dia, kejahatan Narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang dapat merusak generasi penerus bangsa. Larangan pemakaian maupun pengedaran narkokotika sudah diatur dalam UU 35 tahun 2009 tentang Narkotik.

Untuk itu, lanjutnya, diperlukan komitmen bersama dari aparat penegak hukum dalam memberantas narkoba, bukan hanya pada pemakainya saja, tapi yang lebih penting menekan angka peredaran narkoba di wilayah hukum NKRI.

Dikatakan, narkotika telah menjadi konvensi internasional tentang narkotika dan psikotropika yang telah diratifikasi menjadi hukum nasional Indonesia. Maka Indonesia berkewajiban menjaga diri dari ancaman jaringan pengedar narkotika skala internasional ini.
Mahasiswa berjalan mengitari jalan Pahlawan sambil membentangkan spanduk putih berukuran 5x3 meter. Mereka menggalang para pengguna jalan untuk membubuhkan tandatangan sebagai bentuk desakan terhadap eksekusi mati para tersangka.


Ditegaskan, Indonesia pun mengakui bahwa narkotika merupakan kejahatan luar biasa serius terhadap kemanusiaan (extra ordinary), sehingga pengakuannya butuh perlakuan khusus, efektif dan maksimal.
Oleh karena itu harus dengan hukuman yang paling berat yakni hukuman mati.

"Presiden Jokowi sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara maka sebagai ujung tombak dalam pemberian grasi sudah secara tegas menolak permohonan yang diajukan oleh dua narapidana tersebut," terangnya.

Dalam hal ini, lanjut dia, keputusan yang diambil Presiden Jokowi sudah tepat. Namun mahasiswa masih ada kekhawatirkan  dengan belum adanya kepastian eksekusi pidana mati itu. Disamping itu, membuat rakyat Indonesia berspekulasi negatif pada aparat penegak hukumnya.

"Maka secara bulat mahasiswa sebagai bagian dari rakyat Indonesia memberikan dukungan penuh pada Pemerintah Indonesia. Percepat eksekusi tersebut dan jaga kedaulatan hukum NKRI," pungkas dia.
Sukardjito
Sumber : Aktual
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Mahasiswa Semarang Tuntut Segera Eksekusi Duo Bali Nine

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: