Media Hiburan Cenderung Tampilkan Perempuan Secara Hiper Seksual

NEW YORK,  -  Aktris Geena Davis mengatakan bahwa pesan yang didapat anak-anak melalui media hiburan tentang kesetaraan jender adalah dari penampilan karakter perempuan yang cenderung "hiper-seksual" dan dinilai dari penampilan mereka.

Direktur Eksekutif Perempuan PBB (Un Women), Phumzile Mlambo-Ngcuka (kiri) dan aktris Geena Davis, pendiri dan ketua Geena Davis Institute on Gender in Media. (Foto: UN Women / Ryan Brown)

Dalam pembicaraan di kantor PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) di New York, Hari Kamis (12/3) Davis mengatakan, dia mencatat, melalui media hiburan anak-anak mendapatkan pesan bahwa perempuan dan anak perempuan adalah warga kelas dua.

Di mengatakan bahwa karakter perempuan dalam media hiburan untuk anak-anak masih kurang. Data dari penelitiannya menunjukkan hasil yang "mengganggunya," yaitu "sangat sedikit" karakter perempuan dalam film keluarga dan program televisi yang ditujukan untuk anak-anak di bawah usia 11 tahun.
Aktres pemenang Academy Award  itu mendirikan Geena Davis Institute on Gender in Media. Dia dikenal karena perannya yang menggambarkan karakter perempuan yang kuat dalam film seperti "Thelma dan Louise."

"Jika kita menambahkan karakter perempuan pada tingkat kita pada 20 tahun terakhir, kita akan mencapai kondisi yang sama dalam 700 tahun," kata Davis. Namun dia percaya kesetaraan jender dalam media hiburan anak-anak dapat dicapai secara dramatis dengan lebih cepat, bahkan mungkin tujuh tahun.

"Kita bisa memperbaiki 'bias kesadaran' mereka yang nantinya dibangkitkan. Kita bisa memperbaikinya dari awal," kata dia. "Ada satu sektor di mana ketidakseimbangan yang buruk ini dapat diubah dalam semalam dan itu ada di layar," kata dia.
Davis berbicara pada acara Komisi Status Perempuan di Markas Besar PBB untuk mempromosikan kesetaraan jender melalui media.

Direktur  Badan PBB untuk Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO), Irina Bokova, dalam sambutannya mengatakan perempuan di media juga masih kurang. Hanya sepertiga dari wartawan yang merupakan perempuan, dan seperempat yang menjadi pengambil keputusan pada Media."
"Hanya seperempat dari orang mengajukan pertanyaan, mendengar, menonton atau membaca media adalah perempuan," kata Bokova. "Bagaimana kita bisa mendapatkan cerita keseluruhan secara utuh dengan hanya dari setengah suara dunia? Kita perlu untuk memperbaiki ketidakseimbangan ini." (un.org)

Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Media Hiburan Cenderung Tampilkan Perempuan Secara Hiper Seksual

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: