Pidato Presiden NRN : MEMBANGUN TATANAN NEGARA RAKYAT NUSANTARA

PIDATO PRESIDEN NEGARA RAKYAT NUSANTARA DI KONFERENSI PEMUDA ASIA AFRIKA PLUS. BANDUNG, 20 APRIL 2015.

MEMBANGUN TATANAN NEGARA RAKYAT NUSANTARA

Kemerdekaan, Solidaritas, Kerjasama dibawah Tuhan Yang Maha Esa
Oleh : Yudi Syamhudi Suyuti

Presiden Negara Rakyat Nusantara
Kepada Yang Mulia Duta Besar yang hadir
Kepada Yang Terhormat Menteri Luar Negeri Negara Republik Indonesia
Kepada Yang Terhormat Saudara-saudara seperjuangan, Peserta Konferensi Pemuda Negara-Negara Asia Afrika Plus dari 49 Negara.

Pertama-tama saya sampaikan atas berkat rahmat dan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa melalui support dari Panitia Penyelenggara Konferensi Pemuda Asia Afrika Plus, saya diberikan kesempatan untuk berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan di bumi Tuhan ini. Dengan berdiri di depan saudara-saudara sekalian.
Konferensi Pemuda Asia Afrika Plus ini adalah sebuah kesempatan besar kita untuk membangun kekuatan perjuangan bersama dalam menegakkan kemerdekaan, solidaritas, kerjasama dibawah Tuhan Yang Maha Esa. Sebuah perwujudan dan tafsir sekarang atas gagasan dari Konferensi Asia Afrika pertama yang digagas dan dibangun oleh Presiden Republik Indonesia Ir.Soekarno beserta Pemimpin-Pemimpin Negara Asia Afrika untuk membangun Front Perjuangan Non Blok. Yaitu kekuatan Negara-Negara yang baru berdiri dengan sebutan New Emerging Forces.

Saya melihat konferensi pemuda sekarang ini sebagai manifestasi perjuangan untuk maju berdiri dari ketertindasan, keterbelakangan, ketidakadilan dan segala bentuk penderitaan yang masih dialami oleh sebagian besar rakyat dan bangsa-bangsa di dunia ini, karena tidak adanya kesetaraan yang sengaja diciptakan oleh sekelompok golongan oligarki dan imperialis pada masa lalu. Sehingga berakibat terbangunnya sistem penjajahan dan nafsu keserakahan yang sudah sangat begitu besar sampai menjadi raksasa atau monster penghisap sebagian besar rakyat bangsa di tanah, air, cakrawala bumi kita ini. Dan saya yakin, saudara-saudara sebagai pemimpin-pemimpin kaum muda yang juga merupakan pemimpin rakyat dan bangsa kalian, begitu merasakan hasil kejahatan yang tercipta dari masa penjajahan.
Kita tidak anti dengan bangsa-bangsa manapun di dunia ini, sebaliknya justru kita saling mencintai dan menyayangi satu sama lain juga saling membutuhkan. Akan tetapi, saya perlu menegaskan bahwa saya membenci penjajahan.

Sejarah memang kejam. Tapi saudara-saudara harus percaya bahwa cinta kasih akan mematahkan takdir sejarah kejam yang kita alami sekarang, hingga terwujudnya cita-cita kemerdekaan, solidaritas, kerjasama yang dipersatukan Tuhan melalui perjuangan dan kesadaran yang tidak pernah berhenti hingga kenyataan-kenyataan baru hidup dalam kebersamaan kita. Sebagai keluarga manusia-manusia dan sebagai keluarga bangsa-bangsa yang sederajat. Dalam perdamaian, cinta kasih yang sejahtera.
Pada kesempatan ini, saya ingin menegaskan kepada saudara-saudara sekalian bahwa imperialisme dari kaum oligarki sudah saatnya di hentikan. Tetapi tetap dengan cara damai untuk membuat perjanjian baru yang adil dalam kesetaraan bangsa-bangsa. Dan perjanjian-perjanjian lama yang tidak adil harus segera dibatalkan dan perang dunia ketiga dapat kita cegah. Terorismepun juga akan hilang dengan sendirinya. Disinilah peran kita sebagai kaum muda, khususnya yang hadir disini untuk menciptakan tatanan kekeluargaan rakyat bangsa di dunia.

Membangun Tatanan Negara Rakyat Nusantara.

Saya ingin membuka perspektif baru dari tersumbatnya perspektif lama yang berangkat dari dalam negeri untuk pembaruan tatanan dunia dimana saya di lahirkan dan hidup sebagai rakyat Indonesia. Rakyat disebuah Negara modern dalam wilayah Asia Tenggara, yang telah diperjuangkan sejak masa pergerakan bangsa kami untuk menjadi Negara modern yang merdeka. Keseluruh periode perjuangan kebangsaan modern tersebut dilakukan oleh kaum muda. Sehingga konferensi pemuda di ruangan ini adalah perjuangan penting sebagai penentu masa depan kita semua. Dimulai pergerakan kebangsaan 1908 saat berdirinya gerakan Budi Utomo, 1928 saat terbentuknya Sumpah Pemuda dan Proklamasi 1945, sampai terjadinya Perjanjian Konferensi Meja Bundar 1949 di Belanda. Dimana sebelumnya dikenal dengan nama bangsa Nusantara.

Nusantara adalah sebuah nama yang bermakna dalam dan secara simple dapat diartikan Nusa (Nesos) dan Antara (Inter). Sehingga Nusantara secara sederhana bisa kita sebut sebagai Internasional. Sehingga Bangsa Nusantara adalah Bangsa Internasional. Dalam kamus bahasa Inggris, Nusantara diartikan sebagai Kepulauan (wilayah-wilah yang berada pada kepulauan). Sementara dalam bahasa kuno kami, Nusantara berasal dari kata Nuswantara yang dijabarkan berasal dari kata-kata Nusa (yaitu Bangsa-bangsa), Swa (yaitu Merdeka), Anta (yaitu Berhati Suci/Mulia) dan Tara (yaitu Ksatria Kebenaran).

Jadi Bangsa Nusantara adalah bangsa-bangsa yang manusia-manusianya berhati suci, merdeka, ksatria dan berani mewujudkan kebenaran bersama untuk keadilan, baik secara individual dan kolektif. Yaitu bangsa-bangsa yang mampu menjadi mewujudkan kesejajaran.

Dari suku atau bangsa apapun, ras apapun, agama apapun, bahkan tidak beragama sekalipun, tapi ber Tuhan Yang Maha Esa, itulah Bangsa Nusantara. Dan perwujudan ber Tuhan Yang Maha Esa diwujudkan melalui Kemerdekaan, Solidaritas, Kerjasama. Perwujudan ini pun termasuk dalam berhubungan dengan siapapun, termasuk pada manusia yang tidak mengakui adanya Tuhan. Karena keadilan sosial adalah puncak dari KeNusantaraan.

Sebelum menjelaskan pernyataan yang mungkin dipandang sebagai pernyataan keras, tapi saya katakan, Demi Tuhan, bahwa apa yang saya perjuangkan bersama teman-teman seperjuangan saya bukan bermakna kekerasan. Melainkan sebuah sikap dan pernyataan cinta kasih yang tegas dari perasaan terdalam saya melalui hati yang terdalam untuk melahirkan kemanusiaan, keadilan dan kasih sayang antar umat manusia di atas perdamaian abadi.

Selain itu, sebagai rakyat di Negara Indonesia perjuangan kami dilindungi oleh konstitusi, begitu juga sebagai bangsa di dunia dilindungi oleh hak menentukan nasib sendiri atau hak merdeka sepenuhnya. Dan sebagai manusia ber Tuhan, perjuangan kami dilindungi Tuhan untuk membebaskan penindasan dan perampokan yang dilakukan oleh sistem keserakahan.

Hari ini saya menyatakan kepada saudara-saudara. Setelah 350 tahun sebelum Indonesia diproklamirkan sebagai Negara merdeka dan 69 tahun yang sebentar lagi berusia 70 tahun, tepatnya 419 tahun, bangsa-bangsa kami berada dalam penjajahan. Sementara sebelum tahun 1595 kami hidup dengan merdeka bergotong royong atau bekerjasama untuk membangun kemakmuran, kesejahteraan dan keadilan.

Dan pada tanggal 23 Agustus hingga 2 November 1949 Konferensi Meja Bundar diselenggarakan di Belanda untuk mengakui kemerdekaan Indonesia, dan kemudian Pihak Kerajaan Belanda menyerahkan kedaulatan pada Indonesia dalam bentuk RIS (Republik Indonesia Serikat). Akan tetapi secara substansi, Kemerdekaan tersebut bersifat fatamorgana, dimana RIS tetap dipimpin oleh Kerajaan Belanda. Dimanakah letak kemerdekaan kami, ketika bangsa-bangsa kami tetap dipandang � (seperempat) manusia di dunia. Sementara sebelum masuknya bangsa-bangsa barat, kita merdeka sebagai bangsa Nusantara.

Sedangkan, tahukah saudara-saudara sekalian bahwa nama Indonesia yang kemudian menjadi sistem Negara, diciptakan oleh James Richard Logan, bermakna kepulauan hindia. Yang bertujuan untuk membangun wilayah-wilayah penguasaan kelompok korporasi.
Perjanjian dalam Konferensi Meja Bundar 1949 ini, hingga sekarang masih menjadi kekuatan yuridis hukum internasional yang belum pernah dibatalkan dan berdampak buruk pada bangsa-bangsa kami. Yaitu penguasaan sumber-sumber kemakmuran, sumber kehidupan, penguasaan sistem perekonomian dan keuangan dan banyak hal atas ketidak adilan yang terjadi.

Presiden Pertama Republik Indonesia pernah membangun kekuatan untuk terlepas dari ikatan politik tersebut, akan tetapi tidak berhasil. Dan sampai hari ini, Indonesia tetap dikuasai oleh sistem imperialism tersebut atas dasar Konferensi Meja Bundar.

Oleh karena itu, pada tanggal 1 Februari 2015, kami mendeklarasikan Negara Rakyat Nusantara dan menyatakan sikap untuk berjuang membubarkan Negara Republik Indonesia. Dan mewujudkan Negara Rakyat Nusantara sebagai Presidium Negara-Negara Merdeka di wilayah Indonesia untuk mewujud Negara Sunda, Aceh, Riau, Sumatera Utara, Maluku Selatan, Maluku Utara, Borneo, Banten, Papua, Jawa, Minahasa, Makasar, Makasar dan lain-lainnya. Persoalan nama masing-masing Negara tersebut tentu ditentukan oleh pergerakan rakyat yang memiliki wilayah-wilayah tersebut. Dan pembangunannya ditentukan oleh Negara-Negara tersebut beserta Negara Rakyat Nusantara dengan prinsip pembangunan dari bawah ke atas (bottom up development).

Pembubaran Negara Republik Indonesia, bagi kami adalah landasan untuk mewujudkan Negara Rakyat Nusantara yang benar-benar berdaulat penuh bersama Negara-Negara Merdeka sebagai Sistem Negara. Perjuangan Negara Rakyat Nusantara untuk berdaulat penuh bersamaan dengan perjuangan membatalkan Konferensi Meja Bundar 1949 dan Membuat Kesepakatan Baru Negara Rakyat Nusantara. Tentu, kami tetap akan terus bersahabat dengan Belanda dan Barat. Tetapi kami ingin kesejajaran yang sesungguhnya, sesuai kodrat bahwa kita berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. Dan menjadi merdeka sepenuhnya.

Negara Rakyat Nusantara dibentuk tidak menggunakan garis ideologi, tetapi dibangun melalui basis kultural. Dimana kultur memiliki dua bagian, yaitu kultur tradisional dan kultur sosial (interaksi kultur dengan sosial).
Dengan terbentuknya Negara Rakyat Nusantara, maka Tatanan Dunia akan berubah, dari yang tidak adil menjadi adil. Dan hal yang paling prinsip dalam Negara Rakyat Nusantara adalah bahwa Rakyat adalah Pemilik Negara. Pancasila, (The 5 principle of life) lahir dari budaya Nusantara kuno. Sekarang ini, Pancasila diwujudkan menjadi Kemerdekaan, Solidaritas, Kerjasama dibawah Tuhan Yang Maha Esa.

Dan dalam kesempatan ini saya sebagai pemimpin Negara Rakyat Nusantara mengajak saudara-saudara bersama untuk bergabung dengan kesejajaran untuk menjadi satu Tatanan kekuatan bersama. Sebagai bagian dari Presidium Negara Rakyat Nusantara dalam perwujudan hasil Konferensi Pemuda Asia Afrika Plus.

Lihat videonya :

Sumber : NRN
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Pidato Presiden NRN : MEMBANGUN TATANAN NEGARA RAKYAT NUSANTARA

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: