Bendera Bintang Kejora Berkibar di Kampus Unipa

MANOKWARI � Bendera Bintang Kejora kembali berkibar Jumat (22/5). Itu terjadi di area Kampus Universitas Negeri Papua (Unipa), Manokwari, Papua Barat. Namun, pukul 07.00 WIT, polisi berhasil menurunkan bendera yang diikat dengan menggunakan batang bambu di atas pohon palem tersebut.
Sejumlah saksi mata di lokasi menyatakan awalnya tidak mengetahui bahwa bendera Bintang Kejora berkibar di area kampus. Tepatnya sekitar 10 meter dari pagar area fakultas pertanian. Mereka mengetahuinya setelah polisi datang menurunkan bendera anti pemerintah RI tersebut. ��Saya tepat di depan bendera, tapi tak melihat,�� tutur seorang mahasiswa yang meminta namanya tidak disebutkan.

Saksi mengaku melihat bendera Bintang Kejora setelah aparat keamanan tiba di lokasi. Polisi pun, lanjut saksi, langsung masuk ke kampus dengan cara memanjat pagar.
Selanjutnya, seorang di antara mereka berusaha memanjat pohon palem dengan ketinggian sekitar 20 meter. Namun, usaha mereka tidak berhasil karena pohon licin sehingga salah seorang aparat meminjam tangga di sebuah proyek bangunan rumah di seberang jalan. Kemudian, salah seorang petugas memanjatnya dan berhasil menurunkan bendera Bintang Kejora tersebut. Bendera itu pun dibawa polisi.

Direktur Lembaga Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Christian Warinussy saat dikonfirmasi menuturkan, dalam tahun ini, sudah tiga kali bendera Bintang Kejora berkibar di area Kampus Unipa. Salah satunya, saat kunjungan Presiden RI Joko Widodo di Manokwari beberapa waktu lalu.

Warinussy menilai pengibaran bendera Bintang Kejora yang berulang-ulang adalah setting-an yang diduga dilakukan kelompok-kelompok yang tidak menginginkan Papua damai. Apalagi, Presiden Joko Widodo sudah menyatakan kesiapannya untuk berdialog.

Menurut dia, berkibarnya bendera Bintang Kejora di Unipa menunjukkan rendahnya kinerja intelijen polisi ataupun TNI di Manokwari. ��Bagaimana mungkin intelijen tidak bisa identifikasi. Kalau terus-terusan berkibar, ini indikasinya setting-an. Apalagi, tidak ada pelaku yang ditangkap dan bertanggung jawab di depan hukum,�� ucapnya.

Warinussy yakin pelaku pengibaran bendera Bintang Kejora bukanlah orang-orang Papua atau faksi-faksi perjuangan Papua Merdeka. Sebaliknya, dia melihat ada setting-an untuk mendiskreditkan Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Sebab, saat ini ada beberapa aktivis KNPB yang sudah ditetapkan tersangka kasus penghasutan.

Dia juga mempertanyakan kapasitas Kapolda Papua Brigjen Drs Paulus Waterpauw dan Kapolres Manokwari AKBP Johhny Eddizon Isir dalam mengatasi keamanan. Sebab, pengibaran bendera dua kali terjadi selama keduanya menjabat.

��Harusnya pelaku pengibaran bisa diungkap dan diproses hukum sehingga tidak menimbulkan pertanyaan di publik,�� ujarnya. (sr/JPG/c19/diq)

Sumber : Jawapos
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Bendera Bintang Kejora Berkibar di Kampus Unipa

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: