Lagi, Dua Aktivis KNPB Dipanggil Kasat Reskrim Polres Fak-Fak

 Jayapura, Jubi � Dikabarkan, Pada Selasa 12 Mei 2015 lalu dua aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Fak-Fak atas nama Nataniel Kaninggai dan Samuel Rohrohmaha dipanggil oleh polisi dari kasat Reskrim Polres Fak-Fak untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait peringatan Hari Aneksasi Papua ke Indonesia pada 1 Mei 2015 lalu.

Nataniel Kaninggai, kepada Jubi melalui surat elektronik menjelaskan, dirinya bersama Samuel Rohrohmana dipanggil sebagai saksi terkait aksi 1 Mei lalu berdasarkan surat No. SP/ 322/ V / 2015/ RESKRIM.  Karena diduga melanggar Pasal 7 ayat (1) huruf g. Pasal 11, Pasal 112 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 113 KUHP. Undang � undang No. 02 tahun 2011, Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dengan Laporan Polisi Nomor LP.A / 07 / V / 2015 / PAPUA BARAT / RES FAKFAK, Tanggal 01 Mei 2015.
�Saya dan Samuel diperiksa sebagai saksi saja. Terkait dengan peringatan hari aneksasi Papua ke Indonesia pada 1 Mei 2015 lalu. kami diperiksa sema empat jam lebih di ruangan yang berbeda dan penyidik yang berbeda pula. Terus selama penyidikan tidak ada intimidasi dari aparat,� katanya.

Selanjutnya, kata dia, pada Rabu 13 Mei Kasimirus Temongmere (53), ketua stasi Imanuel Mendopma, Paroki Santa Maria Merapi Fakfak dipangil dengan surat panggilan Nomor: SP / 329 / V / 2015/Reskrim.
�Kasimirius diminta keterangannya sebagai saksi dari jam 10.20 � 1.40 WIT dan tidak ada intimidasi juga selama di ruang reskrim,� katanya.

KNPB Fak-Fak menduga dengan dipanggilanya beberapa pengurus KNPB ini, ada upaya pembungkaman ruang demokrasi oleh aparat. Karena sudah 5 saksi yang dipanggill.

�Sejak Desmber 2011 KNPB Wilayah Fak-Fak didirikan hingga saat ini sudah ada 3 anggota KNPB Fak-Fak yang dibunuh dan sampai sekarang pelakunya belum terungkap,� ungkapnya.
Sementara itu, Jubir Nasional KNPB, Bazoka Logo saat dikonfirmasi Jubi, dirinya membenarkan informasi tersebut. Kata Bazoka, memang ada beberapa anggota kNPB Fak-Fak telah dipanggil sebagai saksi terkait peringatan hari aneksasi Papua ke Indonesia pada 1 Mei 2015.

�Maka, kami minta polisi untuk hentikan upaya-upaya yang sedang dilakukan itu. Karena, bagaimana pun juga, KNPB akan tetap maju dan tidak akan mundur. Pemanggilan-pemanggilan terhadap aktivis KNPB dan warga sipil di Fak-Fak ini adalah upaya yang dilakukan untuk meneror KNPB. Dan kami tegaskan bahwa tidak akan mundur selangkah pu,� tegas Bazoka. (Arnold Belau)

Sumber : Jubi
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Lagi, Dua Aktivis KNPB Dipanggil Kasat Reskrim Polres Fak-Fak

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: