Tatanan Sistem Ekonomi Rakyat Nusantara

Dalam tatanan Nusantara, sistem ekonomi tidak dilihat dari sebuah sistem berdasarkan nilai-nilai materialisme. Melainkan sebuah hubungan demi berjalannya suatu kelangsungan hidup dan juga sebagai suatu berkah/berkat yang dititipkan Tuhan Yang Maha Esa kepada mahluk-mahluk NYA. Sehingga ekonomi sebagai sumber kehidupan tidak dipandang hanya dalam konteks untung rugi. Melainkan sebagai kekuatan kehidupan. Yaitu kemanusiaan dan keadilan.

Untuk membangun perekonomian mencapai kemanusiaan dan keadilan, diperlukan hubungan ekonomi kerjasama. Atau koperasi yang dasarnya adalah gotong royong. Karena dengan semangat kegotong royongan ini perekomian akan menjadi kuat yang berarti memperkuat individu, keluarga, masyarakat dan Negara. Kekuatan ekonomi ini adalah bentuk sehatnya kehidupan dasar yaitu kemakmuran, kesejahteraan berperikemanusiaan dan berkeadilan.

Dalam sistem materialisme, kita hanya melihat ekonomi sebagi wujud kebendaan yang akhirnya mengantarkan kita pada upaya-upaya penyembahan pada instrumen ekonomi itu sendiri, yaitu Uang.
Bagaimana perwujudan tatanan ekonomi kerjasama tersebut dapat diselenggarakan di dalam tatanan ekonomi rakyat Nusantara, saya akan menjelaskan sedikit dengan ringkas.

Pertama bahwa kita harus memahami antara bangsa dan warga negara. Bangsa adalah pemilik tanah dan sumber-sumber kemakmurannya yang merupakan takdir. Dan warga Negara adalah penduduk di sebuah Negara yang juga berhak hidup atas proporsi-proporsi keadilan dan juga berhak mendapatkan kemakmuran. Akan tetapi bangsa asli tentu memiliki hak kepemilikan atas tanah dan sumber-sumber kemakmurannya, termasuk berhak memiliki Negara yang dibentuk sebagai Negara Bangsanya. Namun bangsa dimanapun wajib bekerjasama dengan bangsa-bangsa lain, karena kepemilikan yang dimilikinya pun hanya sebuah titipan dari Tuhan untuk menjalankan dan menyebarkan manfaat di muka bumi ini.

Negara Rakyat Nusantara sebagai Negara Presidium dari Negara-Negara Merdeka dibentuk, salah satunya adalah untuk membangun hubungan ekonomi berdasar kemerdekaan,solidaritas,kerjasama di bawah Tuhan Yang Maha Esa.

Tatanan ini adalah berbentuk kerjasama untuk usaha-usaha menciptakan kemakmuran, kesejahteraan berkemanusiaan dan berkeadilan.

Tatanan kerjasama ekonomi dalam prinsip mendasar adalah hubungan antar Negara-Negara untuk keberhasilan bersama. Barter adalah garis utama, dan untuk menjalankannya secara mudah, kita memerlukan alat bayar yang paling adil yaitu Uang berbentuk komoditi emas dan perak. Setiap wilayah Negara-Negara di Nusantara memiliki sumber dayanya, baik sumber daya alam maupun tenaga kerja atau ide. Semua sumber ini memiliki nilai yang sama. Akan tetapi kita sangat perlu menghargai satu sama lain.
Saat ini Bank Dunia, IMF dan The Fed mempraktekkan sistem riba dan ini kita tolak. Sehingga hutang-hutang diciptakan untuk suatu usaha perbudakan kaum kapitalis atas rakyat.
Sehingga kegotong royongan ekonomi menjadi cita kerjasama untuk menata keberkahan atau keberkatan bersama.

Dan bagaimana memulai pergerakan kemanusiaan dan keadilan ini. Kita perlu perjuangan mengambil alih Bank Dunia, IMF dan The Fed untuk kemudian dimiliki secara bersama-sama bangsa Nusantara dan bangsa seluruh dunia dengan sistem koperasi. Dimana antara barter dan tatanan alat bayar dipraktekkan secara adil. Dimana Negara-Negara memiliki aset-aset dari rakyat dan bangsanya bisa memilikinya kembail. Dan kemudian hutang-hutang pembungaan atau riba harus dihapuskan karena merupakan bentuk penjajahan. Dan jarak antara kaya-miskin tidak ada lagi. Semua memiliki hubungan kerjasama sesuai proporsi pembagiaannya secara adil. Sehingga semua bangsa manusia adalah bagian dari tatanan keadilan. Jika ada yang lebih, itu adalah amanah, namun kemiskinan tidak akan pernah ada lagi.

Kemerdekaan, Solidaritas, Kerjasama dibawah Tuhan Yang Maha Esa.
 
Yudi Syamhudi Suyuti
Presiden NRN
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Tatanan Sistem Ekonomi Rakyat Nusantara

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: