53 Tahun Bangsa Papua Dalam Pendudukan Asing

Minggu 1 Mei 2016, hari ini tepat 53 Tahun pendudukan indonesia atas tanah Papua demikian sudut pandang dari bangsa Papua terhadap kehadiran negara indonesia di Papua terhitung sejak 1 Mei 1963.
Pada tahun 1963 terjadi penyerahan administrasi dari UNTEA kepada indonesia; apa yang terjadi, padahal sesuai perjanjian New York bangsa Papua akan menentukan pilihan bebas untuk bergabung dengan negara indonesia atau bernegara sendiri sesuai hasil manifesto 1961.

Dasar perjanjian new york yang sebenarnya tidak tepat karena negara lain yang mengatur dan membahas soal bangsa Papua. Bangsa Papua sendiri tidak dilibatkan dalam proses perjanjian itu. Bangsa Papua menggunakan hak pilihnya namun dengan cara indonesia yaitu sistem perwakilan. Masa 800ribu jiwa yang ada hanya diwakili oleh 1026 orang. Itupun orang-orang Papua telah dipaksa untuk harus memilih indonesia.

Hanya ada 1 suara yang menolak bergabung dengan indonesia. Penyerahan papua ini terjadi pada tahun 1963, pada tahun 1967 terjadi kontrak karya Pt. Freeport dengan indonesia. Padahal Papua baru dinyatakan bergabung/integrasi pada tahun 1969 setelah penentuan pendapat rakyat dilaksanakan.
Apa yang terjadi selanjutnya, indonesia diatas tanah Papua mulai membuka pemerintahan di 7 wilayah adat. Lahan-lahan adat diberikan untuk transmigrasi, kedatangan berbagai macam suku bangsa menambah jumlah penduduk di Papua.

Kesadaran sebagai bangsa dan negara yang telah di siap tak serta merta hilang. Perjuangan bangsa Papua terus digelorakan.
Pada tahun 1971 proklamasi sepihak dikumandangkan, lengkap dengan posisi dan jabatan serta memenuhi syarat-syarat sebuah negara merdeka. Punya rakyat, wilayah, punya pemerintahan yang dipimpin seorang presiden. Tindakan bangsa asing atas sikap bangsa Papua yang berupaya menegakan hak-haknya ini dibantai hais-habisan. Ada beberapa jenis operasi yang dilakukan oleh pihak indonesia dimasa rezim soeharto berkuasa.
Rezim kekuasaan di indonesia berganti dari sampai saat ini joko widodo pun masih sama suara dan tuntutan bangsa Papua untuk diakui sebagai bangsa yang merdeka tetap diperjuangkan.
Generasi bangsa Papua yang tumbuh dimasa penjajahan tetap sadar bahwa tanah airnya masih ditindas. Bangsanya belum terbebas dari penjajahan dengan melihat fakta sejarah dan realita hari ini.

Sampai kapan pembungkaman dan pengabaikan dilakukan oleh negara indonesia terhadap bangsa Papua terjadi? Bukankah mukadimah UUD 1945 menjamin bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa, demikian pula hak bangsa Papua untuk merdeka dan berdaulat diatas tanah airnya. Bila secara arif dan bijaksana tanpa menambah luka bagi bangsa Papua akan terjalin sebuah hubungan antar negara yang terbaik dimasa depan; Antara negara Indonesia dan Negara Papua jika tidak maka jangan bermimpi akan ada kerja sama dimasa depan.

Sudah cukup 53 tahun dalam bingkai palsu persatuan, biarkan Bangsa Papua menentukan nasibnya sendiri diatas tanah airnya.

Salam Juang!

Catatan: Phaul Heger

Related : 53 Tahun Bangsa Papua Dalam Pendudukan Asing