Catatan Untuk Pendatang di Papua


...dan yg lebih miris lagi dari kelompok aksi Bara-NKRI memukul seorang ibu Papua yg sedang lewat di depan lapangan Trikora Abepura dan melempari mama-mama Papua di Polimak. Masa aksi juga mengeluarkan kata-kata hinaan terhadap masyarakat OAP bahwa; jumlah kalian semakin kecil dan semakin punah kita pendatang lebih menguasai tanah Papua.

Orang-orang pendatang di Papua sudah diprovokasi penguasa Indonesia bahwa pendatang itu NKRI dan Orang Papua itu Papua Merdeka. Penguasa Indonesai benar-benar hendak menciptakan konflik SARA antara ras melayu dan melanesia. Mereka sendirilah yang mengakui dan memperbesar perbedaan status kebangsaan antara orang Papua-melanesia dan orang pendatang-melayu.

Pertanyaan buat saudara-saudari pendatang, maukah anda ikut barisan orang-orang tolol yang sedang membunuh kebenaran yang diperjuangkan oleh bangsa Papua ke dalam perspektif rasial? Anda tentu tidak ingin kan bila orang Papua memandang anda pendatang sebagai kaum penjajah? sebab bagi kami konotasi penjajah adalah penguasa Indonesia yang telah membuat kita semua kehilangan identitas kebangsaan kita sesungguhnya dalam jargon "bhineka tunggal ika".

Saya yakin, bahwa masih banyak manusia ber-ras melayu yang mengerti benar tentang kebenaran penderitaan bangsa Papua. Masih banyak pendatang yang memandang kami bangsa Papua sebagai manusia yang memiliki hak untuk menentukan nasib kami sendiri.

Sangat menyedihkan bila anda melihat perjuangan bangsa Papua dari perpektif rasial yang sedang dibangun oleh Indonesia. Toh, kami akui banyak orang pendatang yang berjasa membangun bangsa Papua dengan tulus, sekalipun banyak pendatang yang dipaksa untuk memperkuat kekejaman kekuasaan kolonial Indonesia di West Papua.

Kehendak orang Papua bergabung dalam forum sub-regional MSG (Melanesian Spearhead Group) bukan didorong oleh sentimen rasial. Bukan juga karena sentimen agama. Orang Papua tidak membenci orang Melayu, atau agama manapun. Anda lihat dan alami sendiri tidak pernah orang Papua bermusuhan atau berperang dengan pendatang atau agama manapun di atas tanah Papua. Kami terlalu baik, bahkan kebaikan kami tidak dapat anda temukan dimanapun di dunia ini, walau setiap saat kalian kuasai semua sendi kehidupan kami.
Bergabung di MSG adalah upaya bangsa Papua untuk menemukan kembali identitas kebangsaannya, sekaligus dalam upaya memajukan kerja sama kawasan, terutama dalam mencari dukungan kawasan terhadap perjuangan bangsa Papua untuk bebas dari kolonialisme dan kapitalisme global. Perjuangan bangsa Papua adalah perjuangan rakyat-bangsa tertindas melawan penindas, yakni penguasa Indonesia yang dengan hukum, militer dan uang sedang menghancurkan bangsa Papua.

Kami hendak mendirikan negara dimana identitas kebangsaan manusia dihargai tanpa saling menguasai di antara suku, bangsa dan agama. Kami hendak mendirikan negara yang memperlakuan tanah air sebagai taman surga yang tidak boleh di rusak oleh nafsu kapitalisme yang kain menggerogoti masyarakat kapitalis moderen saat ini. Kami hendak mendirikan negara yang bangsanya sadar pada budaya egaliter, kebersamaan (solidaritas), kasih sayang, dan berdemokrasi berdasarkan prinsip-prinsp meritokratis.

Kami tidak sedang berjuang seperti manusia-manusia kerdil otak, yang maunya menjadi alat dan budak penindas, lalu hanya demi "uang' dan jabatan, mereka rela mengajak anda para pendatang memusuhi perjuangan kami. Kami berjuang karena memiliki pemahaman dan kesadaran yang mendalam dan luas secara global.

Kami tahu musuh yang kami lawan adalah manusia-manusia penjahat dunia yang telah mempolarisasi pikiran dan sikap anda dan kita saat ini. Yah, mereka, kaum penguasa dunia yang telah menjerat penguasa Indonesia. Koorporasi merekalah yang telah menjerat bangsa-bangsa di Asia dan Pasifik kedalam genggaman imperialisme.

Mereka yang sedang memboncengi fundamentalis Agama untuk saling menyebar kebencian, sehingga mereka dengan mudah menyedot hasil bumi kita. Adalah bangsa-bangsa (bukan NKRI) yang mampu memproteksi dirinya. Melalui apa? melalui pembentukan negara-negara sosialis, sebagaimana yang sedang kami perjuangkan diatas tanah Papua, tanah surga yang kini menjadi surga bagi imperialis-kolonialis.
Karena itu, kami tidak suka, bahkan tidak berniat untuk menjadikan saudara-saudari pendatang sebagai musuh perlawanan kami. Itu kekerdilan perjuangan. Sebab, kami tahu musuh kami jelas: Kolonialisme Indonesia dan kapitalilsme global. Kami sadar apa itu bentuk dan praktek kolonialisme dan kapitalisme di Papuaa, makanya kami melawan. Bila anda masih belum memahaminya maka pahamilah bahwa sedang terjadi penyesatan ideologi dalam kehidupan anda. Bebaskanlah diri anda, dan mari bergabung melawan penindasan!

4 Juni 2016
Melati di tanah gersang,

Oleh: Victor Yeimo
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Catatan Untuk Pendatang di Papua

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: