Surat Terbuka Kepada Presiden Indonesia, Joko widodo

YTH : Presiden Indonesia, Bapak Jokowi Widodo
Hal    : Aksi Damai rakyat Papua Barat 14 Juli 2016

Dengan Hormat,

Sehubungan dengan rencana aksi damai tanggal 14 Juli 2016 yang akan dilakukan oleh rakyat Papua Barat bersama seluruh aktifist pejuang HAM dan Demokrasi di tanah air Papua Barat mendatang.

Adapun maksud dan tujuan aksi menyoroti agenda keadilan hukum dan demokrasi yang masih terus menjadi pergumulan bersama demi terwujudnya perubahan besar bagi kelangsungan supermasi hukum sebuah bangsa yang bermartabat, maka perkenankanlah kami menyampaikan kepada Bapak Jokowi selaku Presiden RI serta bersama seluruh aparatus pemerintahan yang bertugas di seluruh wilayah aksi Papua Barat mendatang agar sekiranya " MENGHORMATI" dan "MENGHARGAI" rakyat Papua Barat termasuk orang Indonesia yang akan ikut terlibat dalam aksi damai bersama.

Oleh karena itu, kami memohon dengan hormat agar penurunan militer RI yang berlebihan untuk membungkam atau melarang alam demokrasi Papua Barat segera di kurangi atau diberhentikan segera karena tidak sesuai dengan nafas reformasi yang menjamin suara demokrasi Indonesia, termasuk hak orang Papua Barat menyampaikan aspirasinya secara terbuka di tempat umum yang diatur oleh perundang-undangan nasional atau hukum internasional yang sesungguhnya perlu dijamin oleh pihak pemerintah tentunya.

 Dan tindakan anggota personil TNI POLRI patutlah juga turut membantu atau mempermudah jalannya aksi demokrasi bersama-sama dan bukan melakukan kekerasan militer yang seperti terjadi selama ini.

Demikian sharing saya dan atas perhatian bersama demi terwujudnya keadilan dan perubahan demokrasi Indonesia untuk orang Melanesia Papua Barat hendaknya diakui dan dihormati oleh kepemimpinan bapak bersama jajaran pemerintahanmu termasuk pula pemberian pengakuan hak untuk merdeka secara damai bagi orang Papua Barat pada hari ini dan masa mendatang.

Exile US, 2 Juli 2016

Salam Demokrasi - Terima kasih!!
Herman Wainggai
An. Aktifist HAM dan; Demokrasi Rakyat Papua Barat

Related : Surat Terbuka Kepada Presiden Indonesia, Joko widodo