�Remahili� Pameran Seni Rupa Karya Anak Papua

Peserta Pameran: Dicky Takndare dan Albertho 

Pembukaan: Sabtu, 15 Oktober 2016 Pukul 19.30 WIB
Pameran berlangsung: 15 � 23  Oktober  2016 Jam buka 13.00 � 21.00 WIB

Remahili adalah kata yang berasal dari bahasa Sentani (sebuah suku di Papua) yang berarti "ratapan".  Apabila seorang sanak keluarga atau sahabat meninggal, orang-orang di sana akan berkumpul dan meratap bersama. Mereka akan menunjukkan kedukaan mereka dengan berbagai cara mulai dari menangis, bersenandung, menyanyi bahkan beberapa hingga menari.

Kini kata tersebut kami pakai sebagai judul pameran duet kami. Penggunaan kata tersebut sebagai judul pameran ini bukan berarti kami secara langsung menjadikan tradisi Remahili sebagai tema penciptaan karya kami, namun spirit Remahili tersebut kami letakkan sebagai fondasi dan dorongan kami berkarya.

Lewat pameran ini kami (Bertho dan Dicky) akan meratap dan bersenandung lewat karya-karya visual kami, tentang berbagai masalah yang terjadi di Papua. Karya-karya yang hendak kami tampilkan adalah karya-karya seni rupa konvensional seperti lukisan dan patung, serta beberapa karya eksperimental dan instalasi. (www.bentarabudaya.com)

Related : �Remahili� Pameran Seni Rupa Karya Anak Papua