Seruan Demo Damai Gempar Papua Kota Manokwari


SERUAN DEMONSTRASI DAMAI Gempar Papua KOTA MANOKWARI

(Manokwari) Gerakan Mahasiswa Pemuda & Rakyat Papya (GempaR), pegurus harian Kota manokwari. Menyerukan Demonstrasi damai pada pada kamis 17 November 2016.
Aksi pada besok hari bertempat di depan kampus UNIPA MANOKWARI, masa akan berkumpul sejak 09.00 dan bergerak menuju kantor DPR Papua Barat.

Menurut Ketua harian Kota manokwari, Septi Meidodga menjelaskan bahwa aksi ini bertujuan menolak dengan tegas berbagai perusahaan nasional dan asing di Papua dan Papua Barat.

Tegas Meidodga, hingga 2016 telah Terdata perusahaan dengan berbagai klasifikasi diantaranya, Perusahan pertambangan di Papua Barat telah menguasai lahan 3.178.722 ha dengan 115 isin perusahaan.
Sedangkan pertambangan di Papua 5.932.071 ha dengan 125 izin perusahaan.
Perusahaan HPH (hak penguasaan hutan) sendiri di Papua barat 5.388.983 ha dengan 35 isin perusahaan, Papua 7.945.277 ha dengan 41 isin perusahaan. Perusahaan sawit secara keseluruhan Papua dan papua barat adalah 2.453.484 ha. Sedangkan perusahaan HTI secara keseluruhan adalah 4.321.118 ha.

Menurutnya masyarakat asli Papua jadi objek pembanguan, ditipu, dipaksa, dan secara manipulatif perjanjian-perjanjian di buat dan masyarakat melepaskan tanah kepada perusahaan.
Sehingga kini masyarakat terancam, sebab tanah, hutan, dan mata pencarian mereka akan hilang, begitu masuk perusahaan-perusahaan tersebut.

Lanjutnya Demonstrasinya yang sebeumnya dijadwalkan pada rabu hari ini (16/11/16) mendapakan penolakan dari pihak kepolisian polres manokwari pada hari senin, saat dia dan rekan-rekan mengantarkan surat STTP. Sehingga berbagai alasan administrasi tersebut diselesaikan di hari yang sama dan aksi akhirnya di undurkan pada kamis (17/11/16).
Polisi menjelaskan bahwa anggota DPR Papua Barat tidak berada di manokwawi, polisi juga melarang pembagian selebaran di asrama-asrama disekitar manokwari.

Pada hari selasa malam saat berdiskusi di amban manokwari, polisi mendatangi tempat tersebut. Terpaksa Meidodga dan teman-teman membubarkan diri.
Walaupun demikian, Meidodga mengatakan bahwa pemuda dan mahasiswa di manokwari sangat sadar akan persoalan ini sehingga telah bertekat untuk turun jalan pada aksi tersebut.

Sumber: Gempar Manokwari | www.AnginSelatan.com
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Seruan Demo Damai Gempar Papua Kota Manokwari

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: