Setelah Texas, Sekarang California Yang Ingin Merdeka


Terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS) tidak hanya menimbulkan gelombang protes tetapi juga ancaman disintegrasi.
Setalah hastag #Texit kepanjangan dari Texas Exit. California, negara bagian yang sebagian besar rakyatnya memberikan dukungan untuk Hillary Clinton, mengancam untuk memisahkan diri dari AS.Beberapa warga California mentweet untuk memisahkan diri dari AS dengan menggunakan hashtag #Calexit.

Namun #Calexit tidak hanya mengenai �California Dreamin�. Sebuah komite politik yang dibentuk pada tahun 2015 yang disebut sebagai Yes California Independence Campaign mendapatkan momentum setelah kemenangan Trump.
Kelompok ini dibentuk dengam tujuan diselenggarakannya referendum pada 2018 mendatang untuk menjadikan California negara merdeka seperti dikutip dari Huffington Post, Jumat (11/11/2016).

�Dalam pandangan kami, AS mewakili begitu banyak hal yang bertentangan dengan nilai-nilai California, dan California akan terus mensubsidi negara-negara lain untuk merugikan kita sendiri, dan merugikan anak-anak kita,� kata kelompok itu dalam Buku Biru Calexit setebal 33 halaman di situsnya.
AS memang sedang dilanda krisis ekonomi cukup parah yang menyebabkan sebagian besar pemerintah kota dan pemerintahan negara bagian bangkrut karena menanggung hutang California sebagai negara bagian terkaya bersama Texas merasa dirugikan karena dipaksa menyumbang ikut menanggung derita untuk subsidi hutang.
Rencana pemisahan diri ini mendapat dukungan dari investor Silicon Valley investor Shervin Pishevar, yang merupakan investor awal Uber dan  wakil pendiri Hyperloop. Ia mentweet akan membantu rencana pemisahan diri ini. Dukungan juga datang dari Dave Morin, wakil pendiri dari jejaring sosial Path.

�Ini hal yang paling patriotik yang bisa saya lakukan. Negara ini tengah berada di persimpangan jalan yang serius,� kata Pishevar kepada CNN Money. (huff/cnn/sindo)

Related : Setelah Texas, Sekarang California Yang Ingin Merdeka