Trikora Bukti Pengakuan Negara Papua dan Makar serta Penghasutan Soekarno


PRESIDEN INDONESIA Ir. SOEKARNO SEHARUSNYA KENA PASAL MAKAR DAN PASAL PENGHASUTAN

Isi Tri Komando Rancangan Kejahatan Sokarno Seharusnya Kena Pasal Makar dan Pasal Penghasutan.
Sebab isi dari tri komando mengandung kejahatan, maka sampai saat ini realisasi isi komando masih berlaku di Papua.
Kita Setelah Deklarasi manivesto Politik Papua Barat di deklarasikan pada 1 desember 1961. Walaupun Papua Barat telah mendeklarasikan manivesto politik sebagai bangsa yang sedang dipersiapkan untuk menuju berdirinya sebuah negara melalui proses dekolonisasi.
Tetapi baru umur 19 hari Soekarno dengan nafsu kolonialismenya, dan rakus juga ambisiusnya presiden pertama negara kolonial Soekarno mengeluarkan Tri Komando rakyat di alun-alun Utara Jogjakarta yang isinya:

1. Bubarkan pembentukan Negara Boneka buatan belanda
2. Kibarkan sang merah putih di irian barat tanah air indonesia
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna merebut irian barat dan mempertahankan kemerdekan dan kesatuan tanah air & bangsa indonesia.

Jika kita simak dari isi terikora dengan baik maka ada ancaman, pengakuan, penghianatan dan juga rancagan kejahatan.
Pertama kata Pengakuan oleh kepala negara yaitu bubarkan pembentukan Negara boneka buatan belanda.
Juga ada kata ancaman dan bubarkan adalah ancaman dan merupakan kejahatan berencana juga penghasutan.
Kemudian ada kata pembohongan yaitu kibarkan sang merah putih di irian barat tanah air indonesia, pada hal dalam teks proklamasi pada tanggal 17 agustus 1945 tidak pernah disebutkan wilayah teritorial indonesia sabang sampai merauke papua namun cabang sampai Amboina, Papua tidak termasuk.
Berikutnya adalah kata moblisasi Merebut Irian barat, kata rebut dan moblisasi ada rancangan kejahatan dan mengadung ancaman pembunuhan.
Kata moblisasi itu kita kaitkan kitab KUHP berarti ada pasal penghasutan dan pasal makar, jadi Soekarno harus diadili karena ada pasal makar karena ada rencana kudeta atau membubarkan sebuah negara yang disiapkan oleh pemerintah belanda.
Pasal penghasutannya ada ajakan untuk moblisasi umum rebut dan bubarkan sebuah negara.
Jadi yang kenah pasal makar dan pasal penghasutan adalah Soekarno.
Jadi jangan heran kalau suatu saat nanti orang papua akan punah secara sistematis, masif dan terstruktur kemudian mereka memiliki pulau Papua karena Isi dari Tri komando [TRIKORA] masih berlaku dan belum dicabut jangan heran apabila pelanggaran HAM di Papua subur seperti jamur di musim hujan.
Selain itu ada kata penghinaan terhadap bangsa Papua yaitu kata boneka, sama seperti perkataan Ali Murtopo, dia mengatakan bahwa kami merebut irian barat bukan karena mencintai mas - mas irian tetapi, kami mencintai Emas-emas Papua. Jika orang irian ingin mau mendirikan negara berarti pergi ke pulau pasifik mencari pulau kosong atau minta pada Allah mereka supaya Tuhan kasih pulau kosong supaya mendirikan negara disana.
Pernyataan dua tokoh indonesia watak kolonialiSme ini merupakan penghinaan terhadap suatu Bangsa.
Soekarno merebut Papua Barat dengan invasi militernya di Papua adalah awal pemusnahan ras melanesia di Papua.
Oleh karena itu orang Papua harus bangkit untuk merebut kedaulatan hak politiknya, dengan demikan Isu yang pas dalam aksi demo 19 desember 2016 adalaah :
Segera kembalikan hak politik bangsa Papua.
Dan rakyat Papua harus gugat negara atas isi komando trikora, yang merupakAn kejahatan yang dirancang itu.

Oleh: Nesta Ones Suhun

Related : Trikora Bukti Pengakuan Negara Papua dan Makar serta Penghasutan Soekarno