Ini Isi Pidato Sekjen Persatuan Pergerakan Pembebasan untuk Papua Barat - ULMWP


PIDATO
SYUKURAN HASIL KERJA ULMWP TAHUN 2016

Seluruh Rakyat Bangsa Papua yang saya hormati.

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, hari ini ULMWP memasuki tahun ketiga. Ia lahir sehari sesudah perayaan Injil Masuk di tanah Papua. Ketika itu, sehari sebelum kami menyerahkan lamaran ke sekretariat MSG, ketika kami menghadap yang mulia Joe Natuman Perdana Menteri Vanuatu. Dalam pertemuan itu Joe Natuman berkata, kalau Injil masuk di tanah Papua untuk menghalau setan rohani dari tanah Papua maka besok ULMWP dibentuk untuk menghalau setan politik yang saat ini menjajah tanah Papua. Sekali lagi ULMWP dibentuk untuk menghalau penjajah Indonesia dan bukan menjadi sarana NKRI sebagaimana di kampanyekan satu dua orang manusia Papua yang konon kabarnya Aktivis Papua merdeka di media sosial, Facebook belakangan ini.

Sebagaimana saya sampaikan dalam pidato 1 Desember 2016 lalu, dalam usia yang muda ULMWP telah berhasil mencapai berbagai kemajuan-kemajuan politik. Kemajuan itu membuat pihak musuh ketakutan karena mereka tidak bisa lagi kendalikan dengan mudah gerakan Papua Merdeka. Kalau dalam tahun pertama, ULMWP bukan saja menjadi anggota MSG melainkan mampu menempatkan masalah Papua dalam agenda utama pertemuan tahunan  Forum Negara-Negara Pulau  Pasifik.

Dalam Tahun kedua, ULMWP memastikan bahwa masalah Papua Barat bukan lagi masalah Negara-Negara di Kawasan Melanesia, melainkan masalah Papua, adalah masalah kawasan pasifik. Hal ini terlihat jelas menguatnya masalah Papua dalam pertemuan tahunan Kepala Negara Negara Pulau Pasifik, di Pohn Pei, Ibu kota Negara Federasi Mikronesia. Dalam komunike, mereka menyatakan bahwa masalah Hak Asasi Manusia Papua akan selalu berada dalam agenda pertemuan tahunan mereka. Sekali lagi ini bukan pemimpin Melanesia semata-mata melainkan juga negara negara di wilayah Mikronesia dan Polinesia termasuk Australia dan Selandia Baru. Mereka putuskan bahwa dalam setiap pertemuan tahunan mereka masalah Papua akan menjadi agenda pembicaraan mereka. Itu adalah buah dari kerja keras ULMWP dan karena itu jangan terpancing oleh mereka yang berusaha menghancurkan wadah ini dengan menyebarkan fitnah murahan di sosial media. Apakah itu yang menuduh sudah menjadi alat NKRI atau yang mengkapanyekan seakan ULMWP belum mewakili semua kelompok perjuangan. Semua itu ujung ujungnya hendak membunuh wadah tunggal aspirasi Papua Merdeka ini dan bukan saja menyingkirkan kepemimpinan eksekutive ULMWP termasuk Tim Kerja di Tanah Air.

Saudara-saudari Bangsa Papua yang saya hormati. Kemajuan luar biasa yang dilakukan tatkalah yang Mulia Manaseh Sogovare, Perdana Menteri Solomon Island pemimpin MSG telah membentuk wadah baru bernama Pasifik Island Coalition on West Papua atau PICWP. Yakni Gabungan dari Negara-Negara di pasifik yang secara terbuka memperjuangkan masalah Papua bukan saja di kawasan Pasifik melainkan di forum Internasional termasuk di PBB. Wadah ini merupakan suatu lompatan kemenangan politik, dimana anggotanya bukan saja dua Negara Melanesia yakni Solomon Island dan Vanuatu melainkan beberapa negara Polinesia dan Mikronesia. Buah komitmen mereka sudah kita saksikan bersama, 7 Kepala Negara berpidato di depan sidang Umum PBB dalam bulan September 2016. Sekali lagi ini bukan kerja kaki tangan NKRI tetapi pemimpin yang sudah teruji selama bertahun tahun memperjuangkan kemerdekaan.

Semua fakta ini perlu di pahami secara baik agar tidak terpancing issue murahan yang di sebarkan oleh Kolonial Indonesia dan kaki tangannya. Propaganda murahan itu misalnya, ULMWP bukan anggota MSG, padahal saat ini Indonesia dan ULMWP duduk setara dalam setiap pertemuan resmi pimpinan MSG, protokol MSG memperlakukan ULMWP sebagai anggota penuh, mulai berlaku sejak pertemuan para pemimpin MSG pada 20-23 Desember 2016 di Vanuatu dan diawal tahun 2017, tepat tanggal 17 Januari 2017, resmi mendapat ruang kerja di Sekretariat MSG. Partisipasi resmi ini sesuai keputusan dalam pertemuan pejabat senior, pertemuan para menteri luar negari MSG di Lautoka Fiji pada Mei 2016. ULMWP bahkan lebih dulu berpartisipasi dengan memberikan kontribusi kepada sekretariat MSG. Dalam pertemuan lalu wakil-wakil bangsa Papua yang berkumpul di Port Vila Vanuatu, meletakkan dasar, menyerahkan noken sesuai adat orang Melanesia dengan apa yang bisa kita kumpulkan. Saat menyerahkan noken itu, saya selaku Sekertaris General ULMWP sudah berjanji bahwa dalam waktu kami akan kembali dengan noken yang isinya lebih banyak. Sekali lagi mulai tahun ini, bangsa Papua sudah secara sah sudah ikut bertanggngjawab atas urusan rumah tangga Sekretariat dan Program Kerja daripada MSG sebagai rumah adat atau Nakamal bangsa-bangsa Melanesia.

Saudara saudari Bangsa Papua. Sesuai perkembangan politik tersebut diatas maka saya sekali lagi hendak meminta agar seluruh rakyat bangsa Papua menggalang sumbangan, mengumpulkan uang agar kita isi dalam noken bangsa Papua dan kita serahkan kepada Sekretariat MSG dalam waktu dekat. Mari, kita semua bangkit untuk tunjukkan kepada saudara saudari kita bahwa orang Papua tidak datang kosong. Sekalipun negeri kami di bawah jajahan Indonesia kita mampu mengumpulkan dana guna membiayai sekretariat MSG dan program kerja bangsa Papua melalui pimpinan ULMWP sudah ikut merumuskan dalam pertemuan tahunan MSG. Koordinasikan sumbangan anda entah melalui Tim Kerja ULMWP yang berada di tanah Papua maupun melalui bendahara ULMWP yakni Lewis Prai dan Bernarda Edowai yang bermukim di Australia.

Dukungan dana dan doa dan puasa dari seluruh bangsa Papua semakin kita butuhkan karena kemerdekaan bukan merupakan sesuatu yang gratis, kita terima begitu saja dengan lakukan demo keliling apalagi sekedar bicara di aneka social media. Ia bukan buah dari aduh pendapat siapa yang memiliki konsep perjuangan terbaik. Melainkan ia merupakan buah dari perjuangan yang serempak melalui public Awareness, kampanaye penyiaran akan masalah Papua di seluruh dunia dan kerja-kerja lobby secara diam ke berbagai negara di dunia. Kedua jalan ini sama pentingnya dan perlu dilakukan secara bersamaan dan karena itu kita perlu biayai bersama. Sekali lagi kemajuan perjuangan sangat di tentukan oleh dukungan gerakan doa dan puasa serta dana dari seluruh rakyat Bangsa Papua dan pendukungnya.

Saudara-saudari terkasih. Dukungan diatas semakin penting karena dalam tahun ini, ULMWP bukan lagi fokus pada bagaimana membangun wadah organisasi ULMWP. Bukan pula hanya meyakinkan negara-negara Melanesia dan Negara Mikronesia dan Polinesia di Pasifik melainkan sudah bergeser ke dunia Internasional. Target kita tahun ini sudah harus menjangkau Negara-Negara di belahan bumi lainnya. Target ini merupakan keputusan bersama Eksekutive ULMWP dan Tim kerja dari tanah air dalam pertengahan tahun lalu, 2016 di Honiara, Ibu Kota Negara Solomon Island.

Kalau tahun lalu ada 7 Negara yang berdiri angkat masalah Papua. Kini muncul pertanyaan apakah jumlahnya meningkat dalam Sidang Umum PBB bulan September 2017? Itulah ukuran kemajuan politik kita dan kemajuan itu sekali lagi sangat tergantung pada dukungan anda dalam doa dan puasa secara bulat dan tidak putus-putusnya. Selain itu, mari galang dukungan akan hak bangsa papua dalam menentukkan nasib sendiri dengan ikut menanda tangani dan menyebarkan petisi melalui internet bagi mereka yang memiliki akses ke dunia maya. Dan yang amat penting adalah sumbangan dukungan dana. Karena sekali lagi kita perlu biayai para diplomat kita keliling ke berbagai negara di dunia.
Papua Merdeka. Papua Merdeka. Papua Merdeka.

Octovianus Mote.
Secretary General of United Liberation Movement for West Papua
New York, Amerika Serika, 06 Februari 2017

Link: Page ULMWP
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Ini Isi Pidato Sekjen Persatuan Pergerakan Pembebasan untuk Papua Barat - ULMWP

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: