Perayaan Kemerdekaan Melanggar Etika dan Pidana Di Semarang

kirab-antar-lambang-garuda-pancasila-ke-asrama-west-papua_2017-08-17

PERAYAAN KEMERDEKAAN  MELANGGAR ETIKA DAN PIDANA DI SEMARANG

"Pelecehan Hari Kemerdekaan Indonesia"

Apapun alasannya memasuki lingkungan rumah orang lain tanpa hak merupakan tindak pidana sebagaimana pasal 167 ayat (1) KUHP.

Kali ini pelecehan hari kemerdekaan indonesia dilakukan oleh sekelompok warga yang tergabung dalam sebuah karangtaruna di semarang yang dilakukan dengan cara memasuki lingkungan asrama mahasiswa papua tanpa pemberitahuan kepada penghuni dan pengurus asrama.

Menurut kesaksian penghuni asrama, Saat warga tiba penghuni dan pengurus asrama mahasiswa papua di semarang kaget karena kedatangan puluhan tamu tak diundang yang melakukan kegiatan bagi hadia di halaman asrama mahasiswa papua. Atas tindakan tidak sopan itu sempat terjadi perdebatan antara penghuni dengan seorang warga sebagaimana dalam video.

Menurut info orang tersebut bukan mahasiswa sedangkan penghuni asrama mahasiswa adalah mahasiswa yang masih aktif kulia. Atas dasar itu, orang tersebut tidak berwenang untuk bersikap atas nama asrama karena dia bukan mahasiswa dan juga bukan pengurus asrama. Atas dasar itu membuktikan bahwa warga telah melakukan tindakan memasuki pekarangan orang tanpa ijin.

Sikap warga itu, jelas-jelas melanggar etika sopan santun yang menjadi ciri khas budaya ketimuran. Selain itu, secara pidana nyata-nyata telah melanggar pasal 167 ayat (1) KUHP.

Atas fakta pelanggaran etika sopan santun dan melanggar pasal 167 ayat (1) KUHP maka disarankan kepada :
1. Pengurus IPMA PAPUA di Semarang;
2. Pengurus Asrama Mahasiswa Papua di Semarang.

Untuk segerah melaporkan tindakan warga dimaksud ke pihak yang berwenang (Polisi) agar dapat diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Pelaporan itu, bertujuan untuk memberikan pelajaran etika dan hukum kepada warga pelaku dan masyarakat semarang secara umum.

Melalui upaya hukum yang ditempuh, secara langsung akan menghindarkan mahasiswa papua dari skenario konflik horisontal yang diinginkan atau tindakan main hakim sendiri yang diinginkan oleh warga pelaku. Pastinya melalui pelaporan ke pihak yang berwenang akan memberikan efek jerah kepada masyarakat semarang, khususnya warga yang melakukannya.

Selain itu, melalui pelaporan ke pihak yang berwenang kita mendidik warga semarang untuk memegang teguh etika kesopanan dan menghargai lingkungan orang lain tanpa mendiskriminasi dengan dasar apapuan.

Demikian uraian dan usulan mendesak, semoga bisa bermanfaat. Untuk melaporkan bisa dilakukan sendiri atau minta pendampingan dari lembaga advokasi...

Salam Kompak

Mari tegakan hukum di negara hukum
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Perayaan Kemerdekaan Melanggar Etika dan Pidana Di Semarang

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: