WEST PAPUA: INDONESIA BERBOHONG LAGI DI FORUM PBB dan DIPLOMASI MARAH-MARAH

WEST PAPUA: INDONESIA BERBOHONG LAGI DI FORUM PBB dan DIPLOMASI MARAH-MARAH

Oleh Dr. Socratez S. Yoman

Pada Senin, 25 September 2017, Indonesia mendapat kesempatan hak menjawab tentang dukungan negara-negara Pasifik untuk Penentuan Nasib Sendiri rakyat dan bangsa West Papua. Peluang ini seharusnys dimanfaatkan dengan baik untuk meyakinkan negara-negara anggota PBB dalam forum dunia. Tapi sayang, Indonesia kembali menunjukkan kebodohan dan juga kebohongan kepada komunitas Internasional.

1. Diplomasi marah-marah

Seorang perempuan muda yang cantik yang dipercayakan untuk baca pernyataan pembelaan, dia tampil dengan emosional. Dengan ekspresi wajah yang menunjukkan kemarahan dengan berkali-kali mengangkat tangan telunjuk.

Ini diplomasi tidak elegan, santun dan tidak beretika dan bermoral rendah dalam forum terhormat yang disaksikan oleh para delegasi terhormat dari berbaga negara dan jutaan manusia di seluruh dunia. Dipolmasi tidak harus marah-marah dan tunjuk-tunjuk dengan jarimu.Indonesia harus sadar dan tahu diri bahwa Negara-negara yang hadir bukan berada dibawah ketiak Indonesia. Indonesia telah menunjukkan kebodohan dan wajah kriminal dan kejahatannya dengan informasi yang tidak sesuai fakta di lapangan. Indonesia terus memotong lidahnya di forum PBB.

2. Menolak tuduhan pelanggaran berat HAM

Indonesia menentang negara-negara Pasifik dengan mengatakan: Negara-negara Pasifik menyampaikan tuduhan pelanggaran HAM palsu, telah banyak informasi keliru dan mengungkapkan isu-isu palsu.

Indonesia benar-benar sampaikan informasi palsu dan keliru dalam forum PBB. Indonesia ditertawai oleh komunitas Internasional. Karena mereka sudah memiliki banyak data dan bukti kejahatan, kekejaman, brutalitas dan kriminalnya Indonesia.

Mengapa Indonesia tidak mengakui siapa yang membunuh Yawan Wayeni yang tali perutnya keluar? Siapa yang menembak mati 4 siswa di Paniai pada 8 Desember 2014? Siapa yang menembak mati seorang anak muda di Deiyai pada 1 Agustus 2017?

Siapa yang menembak mati Yustinus Tabuni? Siapa yang menembak mati Kelly Kwalik?Siapa yang menembak mati Musa Mako Tabuni? Siapa yang menculik Theys Hiyo Eluay? Dimana sopirnya Aristoteles Masoka?

Bagimana kasus Abepura, kasus Wamena dan kasus Wasior?

Masih banyak kasus pelanggaran berat HAM yang merupakan kejahatan negara secara sistematis dan terstruktur yang berlangsung selama 54 tahun. Sekarang sudah tidak ada tempat untuk Indonesia berpura-pura dan bersembunyi. Kalau terus Indonesia berbohong dan berbohong, maka Indonesia menjadi Negara Pembohong di dunia atau bisa saja menjadi Induknya Penipu dan Pembohong. Tembok yang dibangun dengan Penipuan dan Pembohongan biasanya hancur dan berantakan. Kita tunggu waktunya.

3. Jual Isu Pembangunan

Indonesia membela diri dalam forum PBB dengan informasi pembangunan. 4.325 kilo meter jalan. 30 pelabuhan dibangun. 7 bandara baru. 7,8 juta penduduk mendapat pelayanan kesehatan dengan baik. 360.000 anak mendapat pendidikan gratis. Ekonomi bertumbuh 9,21% di West Papua.

Pembangunan infrastruktur itu kewajiban pemerintah dan itu kita tahu lahan dan proyek militer Indonesia. Pembangunan infrastruktur, 30 pelabuhan dan bandara itu sebagai kemudahan akses dan mobilitas orang-orang Melayu yang membanjiri di West Papua sebagai Transmigrasi terselubung dalam upaya menekan dan memusnakan penduduk Asli West Papua.

Walaupun ada juga kemudahan Penduduk Asli yang kebanyak berjalan kaki dan juga menumpang pesawat, kapal dan kendaraan milik orang-orang Melayu Indonesia yang datang dan hidup di West Papua.

360.000 anak yang sekolah gratis ini perlu data. Apakah data ini benar? Karena kenyataannya banyak anak-anak asli West Papua yang tidak sekolah. Anak2 orang Melayu Indonesia yang dimaksud?
Ekonomi di West Papua berkembang 9,21%. Barometer apa yang digunakan Indonesia? Ekonomi yang dikendalikan hampir 100% orang Melayu Indonesia yang dimaksud berhasil? Mama-mama West Papua yang menjual di lantai tanah ini yang disebut berhasil?

Logika dan barometer keberhasilan harus diukur dari keberhasilan ekonomi penduduk asli West Papua bukan orang-orang Melayu Indonesia?

Apakah ada Penduduk Asli Papua memiliki tokoh, hotel, restoran, transportasi publik, pesawat, kapal selama 54 tahun Indonesia menduduki dan menjajah West Papua?

Pemerintah Indonesia sebagai Firaun Moderen yang menduduki dan menjajah West Papua GAGAL membangun rakyat dan bangsa West Papua. Indonesia dengan gemilang dan sukses menghancurkan, melumpuhkan, membinasakan dan memusnahkan Penduduk Asli West Papua dengan digantikan dengan orang-orang Melayu Indonesia dengan berbagai cara-cara licik dan jahat.

Karena rakyat dan bangsa West Papua tidak ada harapan hidup dan tidak ada masa depan dengan bangsa kolonial Indonesia, maka sudah waktunya kita dukung penuh pernyataan Negara-Negara Pasifik. Dukung dalam doa, moril dan data-data, fakta yang terjadi dan dialami di West Papua.
Anda PASTI menang.

Waa...nowe nawor kinaonak.
Ita Wakhu Purom, 27 Sep 2017.
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : WEST PAPUA: INDONESIA BERBOHONG LAGI DI FORUM PBB dan DIPLOMASI MARAH-MARAH

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: