Kronologis Lengkap Intimidasi dan Intervensi Militer Indonesia Terhadap Kegiatan Mahasiswa Papua di Malang

LAPORAN UPAYA INTERVENSI DAN INTIMIDASI OLEH PIHAK KEAMANAN (KORAMIL DAN POLSEK) BATU MALANG
IKATAN PELAJAR DAN MAHASISWA PAPUA (IPMAPA) SE-MALANG RAYA 2017

A. Pendahuluan

Untuk Mempererat rasa kekeluargaan dan kebersamaan sesama Pelajar Mahasiswa, khususnya Pelajar Mahasiswa Papua Se Malang Raya, maka dibutuhkan suatu wadah yang mampu untuk mewujudkannya. IPMAPA MALANG (Ikatan Pelajar Mahasiswa Papua ) di sini merupakan suatu wadah/organisasi yang mampu dan mempunyai program kerja untuk mewujudkan dan melaksanakan hal tersebut.


Malam keakraban dan penyambutan Pelajar Mahasiswa baru ini merupakan suatu perkenalan sesama, mendekatkan diri dan mengenalkan organisasi IPMAPA MALANG serta para Alumi-alumni. Dalam malam keakraban ini suasan budaya dan keakraban sesama Pelajar Mahasiswa dari Papua dapat merasakannya, terlebih Pelajar Mahasiswa angkatan baru dalam Organisasi IPMAPA Malang.

Dengan kegiatan ini, Pelajar dan Mahasiswa Papua diharapkan akan memiliki cita-cita,jiwa dan semangat belajar yang tinggi dengan tetap mengingat jati dirinya sebagai putra-putri generasi penerus Papua. Semakin majunya Iptek diharapkan tidak membuat generasi-generasi Papua lupa akan Tanah Kelahiran ( TANAH PAPUA ) dan kebudayaan Papua. sehingga terciptalah Pelajar dan Mahasiswa Papua yang Handal Sesuai Tema kegitan “Menciptakan Intelektual Papua yang Religius, Inovotif, kreatif,kritis dan Solid”.
Perlu kami beritahukan bahwa hingga saat ini jumlah anggota keseluruhan IPMAPA Se – Malang Raya mencapai 1500 orang. Diantaranya lebih kurang 160 orang Pelajar dan Mahasiswa Papua yang baru datang pada tahun 2017.

Untuk diketahui bahwa panitia penyelenggara kegiatan ini telah melakukan upaya pencarian dan dan menyiapkan kegiatan kurang lebih selama 3 bulan (juli sampai november), dikarenakan kegiatan ini adalah program rutinitas Organisasi maka kami laksanakan di beberapa villa yang sudah sejak lama menjadi langganan kami salah satunya adalah Villa Holanda Batu Malang yang menjadi pilihan kita pada tahun ini. Kegiatan ini adalah kegiatan mahasiswa dan hanya dilakukan kegiatan indor dan outdor (outbound), maka untuk silahturahmi kami hanya lakukan dengan petani sekitar yang lahannya kami gunakan untuk kegiatan outbound.

B. Maksud dan Tujuan

Tujuan dibuatnya acara malam keakraban dan penyambutan mahasiswa IPMAPA Malang ini adalah :

Meningkatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan
Meningkatkan keakraban sesama Pelajar dan Mahasiswa Papua yang belajar di Kota Studi Malang dan sekitarnya.
Mengenal Organisasi IPMAPA Malang yang selanjutnya menjadi wadah untuk berkumpul, belajar,berkreasi, dan berbudaya.
Sasaran yang ingin dicapai melalui kegiatan ini adalah seluruh Pelajar dan Mahasiswa Papua yang menuntut ilmu di Kota Study Malang, memiliki jiwa semangat kebersamaan dalam belajar, religius. serta tetap melestarikan dan mengembangkan budaya Papua yang positif bagi perkembangan Tanah Papua kedepannya. Sehingga kebudayaan Papua tidak hilang dan Tanah Papua semakin maju.

C. Waktu dan Tempat

Malam keakraban dan penyambutan mahasiswa baru ini akan dilaksanakan pada tanggal 03, 04 dan 05 November 2017 di Vila Holanda Kota Batu.

D. Metode Pelaksnaan

Kegiatan akan dilaksanakan dalam dua bentuk, yaitu :
Keakraban : Kegiatan yang bertujuan meningkatkan rasa kebersamaan sekaligus pengembangan budaya Papua. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam bentuk Perkenalan, Permainan, Diskusi dan Kreasi.
Penyambutan : Kegiatan ini dilakukan dalam menyambut kedatangan Pelajar dan Mahasiswa Papua yang baru di kota study Malang dan memperkenalkan keberadaan organisasi IPMAPA Malang kepada Pelajar dan Mahasiswa baru. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk Aut Bont.

E. Intervensi Militer dalam Kegiatan MAKRAB IPMAPA 2017

Permintaan Sambutan Oleh Komando Rayon Militer Batu Malang
Brifing perdana bagi peserta kegiatan makrab dilakukan pada tanggal, 30 Oktober 2017, bertempat di Taman Merjosari, sekitaar pukul 16:00-20:00 malam, dalam kegiatan ini dihadir oleh beberapa senioritas, ketua-ketua paguyuban dan panitia pelaksana (anggota Ipmapa 2016), dalam kesempatan itu ketua paguyuban Jayapura menyampaikan bahwa ada tawaran dari Koramil Batu bahwa ingin menyampaikan kata sambutan dalam kegiatan yang akan dilaksanakan, namun panitia menyampaikan bahwa akan dikonfirmasi dikemudian hari karena harus diketahui dan disepakati bersama oleh orang Papua di malang.

Pada Hari Rabu, 01 November 2017, kami kembali mengadakan brifing kedua, dilakasanakan pukul 16:00 – 20:00 malam, bertempat di Taman merjosari, dalam kesempatan ini kami menyampaikan bahwa kami tidak memberikan kesempatan kepada Kepla Koramil Batu, dengan alasan bahwa ini adalah kegiatan kemahasiswaan dan bukan kegiatan militer sehingga kita tidak mengijinkan untuk penyampaian kata sambutan, penyampaian kami ini dilanjutkan oleh saudari Toam kepada koramil.Permintaan Surat Ijin Kegiatan Pertama Oleh Pemilik Vila dan Kepolisian Sektor (Polsek) Batu. Pada Hari Jumat, 03 November 2017, sekitar pukul 17:35 sore, pemiliki villa menyampaikan bahwa pihak kepolisian hendak menelepon dan menanyakan surat ijin keramaian, sehingga pemiliki vilaa menemui kami dan meminta surat ijin dan kami menyampaikan bahwa kami hanya melakukan aktivitas di sekitara villa dan tidak menggangu warga disekitar, namun pihak kepolisian tetap ngotot memimta surat ijin sehingga kami memutuskan agar membuat surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian sektor kota batu, sementara kami mengetik surat pemilik vilaa datang menemui kami kesekian kalinya lalu sampaikan bahwa, pihak kepolisian terus memaksa pihak vilaa sehingga mereka meminta untuk screen shot surat pemberitahuan lalu dikirimkan via Media Sosial (WA/Whaat Apss).
Intervensi dan Pemaksaan Penyampaian Sambutan oleh Koramil Batu Malang

Kemudian pada Hari yanag sama, jumat,03 November 2017, sekitar pukul 19:00 malam, kami didatangi oleh Kepala Koramil Batu dan Ajudannya, mereka masuk menerobos dan hendak menuju ke Aula, pada saat itu kami sedang melaksanaakan Seminar dengan Tema : Pergauln Bebas, HIV dan Ancaman Terhadap OAP, yang dibawakn oleh salah satu Mahasiswa Papua yang sedang kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Meraka (Koramil dan Ajudan) kepada kami, Kegiatan ini dilaksanakan oleh siapa dan dari mana?, Jumlah peserta ada berapa ? saya boleh berikan nasehat dan sambutan ka?. Setelah itu Koramil menemui salah satu anggota IPMAPA (senioritas), melakukan diskusi dengan pak Koramil batu dan meminta agar kegiatan mahasiswa papua tidak boleh diintervensi oleh Militer, karena akan mengganggu psikologi peserta kegiatan, tindak arogansi militer ini sangat tidak etis karena datang tanpa diundang dengan hormat dan segera tinggalka tempat ini, sementara itu ajudannya mengambil gambar aktivitas mahasiswa papua di vilaa pada saat itu. Setelah adu mulut Bapak koramilpun turun kedapan teras vilaa, namun ajudannya tetap bertahan diatas dan terus mangambil gambar. 15 menit kemudian Pemiliki Vilaa menyiapkan Kopi dan Makanan bagi Koramil dan Ajudan sehingga mereka lanjut berdiskusi selama 1 jam lebih, pada jam 20:30 malam, walaupun situasi seperti ini kami tetap melajutkan seminar dan setelah kepungan mereka kamipun tetap melanjutkan kegiatan sesuai jadwal dan rencan panitia sampai jam 22:00 malam.

Permintaan Surat Ijin Kegiatan Kedua Oleh Pemilik Vila dan Kepolisian Sektor (Polsek) Batu. Keesokan Hari Sabtu, 04 November 2017, Sekitar pukul 07:00 pagi, Kami didatangi oleh pemilik Vila bahwa kepolisian meminta surat pemberitahuan untuk mengkonfirmasih, akhirnya salah satu senior IPMAPA Yohanes Giyai dan Ketu Panitia pelaksana Fiatus Pigai, segera bergegas dan menghantarkan surat pemberitahuan ke pihak kepolisian dengan maksud agar menjaga kenyamanan pengelola villa yang ditekan mentalnya oleh pihak kemanan kota batu. Sekitar jam 09:00 pagi kami menemui kepala kasat Intelkam kota Batu. Dalam keadaan emosional dan nada yang tinggi,Beberapa hal yang ditanyakan oleh pihak intelkam kota batu, tujuan kegiatan ini apa? Berapa lama kegiatan ini akan dilaksanakan ? kenapa tidak masukan surat 1 minggu sebelum? Berapa banyak peserta? Kamu tahu baju bendera bintang kejora yang saya amankan pada saat kegiatan sepak bola di stadion Brantas (Liga Cenderawasih 2015) ? saya berencana mau bubarkan paksa kegiatan anda karena tidak ada ijin ?
.
Setelah intelkan sampaikan semua itu, beberapa hal yang kami sampaikan kepada pihak keamanan, yang pertama kami minta maaf soal tidak adanya koordinasi dan pemasukan surat pemberitahuan kepada pihak keamanan walaupun kami telah membentuk panitia yang memiliki tugas untuk itu, tetapi tanpa mengurangi rasa hormat kami, kami mengantarkan surat pemberitahuan, terlepas dari itu hemat kami panitia kegiatan ini adalah kegiataan mahasiswa dan dilaksanakan didalam dan sekitara villa sehingga tidak terlalu penting untuk dilakukan pemberitahuan karena kami sebelumnya sudah melakukan silahturami bersama masyarakat desa disekitar villa, dan kegiatan kami ini bersifat kekeluargaan dan keakraman dan akdemis. Setelh mendengarkan penjelasan kami bagian intelakm meminta kami untuk membawa proposal kegiatan untuk dipelajari, tuntutan tersebut kami penuhi dengan catatan bahwa apapun kondisinya kegiatan kami akan tetap berjalan sesuai rencana kami, proposal dan surat tersebut setelah diserahkan di Polsek Batu, kami diberikan surat rekomendasi/ijin untuk kemudian diantarkan ke Kantor Kepolisian Resort Kota Batu.
Pada pukul 13:00 siang kami menyerahkan surat tersebut kepada kasat intelkam dan diberikan ijin secara lisan dan ijin tertulisnya tidak ditanda tangani dan stempel basah oleh pihak kepolisian, dengan alasan bahwa informasih ini terlambat diterima oleh pihak kepolisian, tetapi kegiatan kami akan tetap dilaksanakan sesuai rencana panitia. Bagian intelkam ingin mencoba bertanya kepada kami erus menerus namun kami katankan bahwa semuanya kami sdh tuliskan didalam proposal jadi silahkan dipelajari dan kami pamit kembali mengikuti kegitan kami, akhirnya jam 13:30 kami kembali ke villa Holanda Batu.
Kedatangan Kepala Kepolisian Sektor Batu dan Beberapa Anggotanya pada saat pulang. Pada hari terakhir Minggu,05 November 2017, Sekitar jam 13:30 Kami mulai bergegas dan memulangkan peserta dan beberapa senioritas ke Malang, kami beberapa panitia masih di villa karena harus mengangkut beberapa barang dan alat masak untuk di kembalikan di beberapa paguyuban, semua barang itu kami tampung didalam mobil dan kami akan hendak pulang namun kami didatangi oleh dua orang polisi menggunakan mobil (Belakang kosong) warna hitam berpakaian polantas, 2 menit kemudian datanglah mobil sabhara yang memuat 4 polisi berpakaian dinas, kemudian kami semuanya memutuskan untuk meninggalkan tempat dan pulang, kira-kira kami baru menempuh jarak 50 meter dari villa kami berpapasan dengan pak kapolsek dan dia meminta kami untuk ngobrol sebentar, semtara itu bapak pemilik villapun meminta untuk ngobrol sehingga kami memenuhi permintaan mereka.
Dalam diskusi itu, Pak kapolsek mengatakan bahwa ada isu Komunitas Pecinta Alam yang membawa simbol-simbol yang mencurigakan dan melakukan napak tilas disekitar gunung panderman dan meresahkan warga sehingga kami ingin konfirmasi, kemudian dia bertanya berapa jumlah peserta dan adakah daftar nama-namanya?, setelah dia berbicara, mewakili kami Senioritas Yohanes Giyai menyampaikan bahwa, kami tidak ada hubungan dengan kegiatan napak tilas itu, kami juga tidak tahu soal simbol yang bapak sebutkan, untuk apa bapa minta nama peserta sedetail mungkin?
Kmi ini mahasiswa pak !, soal gambaran kegiatan ini saya sudah sampaikan kemarin kepada pihak kepolisian didalam proposal itu sudah sangan detail kami jelaskan soal kegiatan ini, bapak bertanya kami hari ini untuk apa ? tidak jelas, kami ini adalah mahasiswa kami mengerti situasi masyarakat disini kami hadir disini hanya sebatas melaksanakan kegiatan kami, bukan bermusuhan dengan masyarakat disini, bapak tidak usah memperkeruh situasi, sesuai aturan kami sudah sampaikan surat pemberitahuan , soal keterlambatan kami mohon maaf karena ini adalah aktivitas akademika mahasiswa, harap bapak tidak persulit atau mencari jalan untuk menekan bahkan menyalahkan kami, kami juga berharap jikalau diantarkan proposal kegiatan itu dibaca terlebih dahulu supaya paham dan tidak bertanya-tanya yang aneh-aneh, dan juga bapak tidak berhak mengintervensi kegiatan mahasiswa, kami disini adalah mahasiswa dan banyak mengikuti kegiatan kampus tidak pernah ada intervensi seperti ini, sehingga saya pikir semuanya sudah jelas dan kami ucapkan terima kasih, kami pamit kembali ke tempat kami. Pada jam 14:45 Siang kamipun meninggalkan mereka dan pulang kembali ke malang bersama kawan-kawan mahasiswa papua yang lainnya.

Oleh : Yohanis Giyai, Orang Papua di Malang (Malang, 06 November 2017)

Sumber: MajalahBaliem
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Kronologis Lengkap Intimidasi dan Intervensi Militer Indonesia Terhadap Kegiatan Mahasiswa Papua di Malang

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: