Perang Gerilya di Tembagapura tidak terkait Pilkada Maupun Pilgub; Hasil Wawancara Bridgen Ayub Waker

Terungkap dari hasil wawancara, Perang Tembagapura, TPNPB tidak ada kaitan dengan pilkada atau pilgub  dan juga tidak terlibat atau terkait dengan pemberitaan tentang adanya pemerkosaan. Pemerkosaan Itu kami menilai bahwa itu Polisi yang lakukan, guna memojokan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat kata Bridgen Ayub Waker.

Berikut 9 Points Hasil Wawancara Wartawan Republika Online Dengan PangKoDap TPNPB Bridgen Ayub Waker Per November 1st 2017 & Jawabannya yang diposting kembali disini dari sumber : 9 Points Interview by Republika Online Journalist Results With Region Commander of TPNPB Bridgen Ayub Waker Per November 1st 2017 & the Answers


Wartawan Republika Online:
1.    Apakah alasan kelompok Anda melakukan penyerangan terhadap  aparat NKRI belakangan ini?

Jawaban Bridgen Ayub Waker:
Alasan penyerangan. Kami Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) berjuang untuk mendapatkan hak politikPenentuan Nasib Sendiri atau merdeka penuh sebangai bangsa bangsa lain dimuka bumi, dari penjajahan oleh Indonesia. Dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) berjuang dari sejak tahun 1965 sampai kini, hanya untuk memperoleh kemerdekaan penuh atas Papua Barat, dari tangan Kolonial  Indonesia.

Wartawan Repbulika Online:
2. Mengapa lokasi penyerangan harus di Tembagapura dan dekat Perusahaan Tambang Freeport?

Jawaban Bridgen Ayub Waker:
Karena Freeport adalah akar masalah Papua, yang mana demi kekayaan Tambang Emas di Tembagapura maka Papua Barat dianeksasi ke Indonesia oleh Amerika, PBB dan militer Indonesia melalui TRIKORA dibawah intruksi Peresiden Soekarno.

Wartawan Republika Online:
3.    Brimob Polri menerjunkan pasukan tambahan ke Tembagapura, apakah TPNPB juga mendatangkan pasukan tambahan?

Jawaban Bridgen Ayub Waker:
Ya tentu, Tentara Pembebasan NAsional Papua Barat (TPNPB-OPM) telah perintahkan untuk segera terjunkan pasukan dari Kodap lain ke Tembagapura, Papua untuk membantu dan memberkuat pertahanan TPNPB.


Baca: Brigadir Jenderal. Ayub Agus Waker, Bukan KSB Saya Militer West Papua TPNPB


Wartawan Republika Online:
4.   Ada tudingan dari Jakarta bahwa Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) melakukan intimidasi terhadap warga sekitar Tembagapura. Benarkah?

Jawaban Bridgen Ayub Waker:
Kami tau itu masyarakat maka kami tidak menganggu mereka, tetapi kami suruh mereka mengungsi ke tempat yang aman karena kami mau perang dengan militer Indonesia. Dan setelah mereka mengungsi,  justru dari aparat atau Polisi Indonesia itu yang merampas emas, uang dlain-lainll milik masyarakat. Oleh karena itu jangan putar-balik fakta, karena kami berjuang untuk Rakyat dan Negeri kami West Papua.

Wartawan Republika Online:
5. Semisal Jakarta mengajak Anda berdialog  untuk mengahiri aksi kekerasan yang dilakukan belakangan ini. Apakah Anda akan terima dialog tersebut?

Jawaban Bridgen Ayub Waker:
Kami berjuang bukan untuk dialog, tapi kami minta perundingan tingkat tinggi, yang dapat dimediasi oleh pihak ketiga yang netral, dan di tempat yang netral pula. Tuntutan kami kepada Indonesia, Amerika serikat, Belanda dan PBB segera bertanggungjawab atas pelanggaran Hak Politik kami  untuk merdeka sendiri, yang mana telah mereka langgar tahun 1963-1969, dimana Aneksasi Papua kedalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sepihak. Dan segera atur langkah untuk perundingan Internasional.

Wartawan Republika Online:
6.    Sejumlah pihak di Jakarta tuntutan kemerdekaan bisa diredam dengan kesejahteraan terhadap warga Asli Papua. Apakah benar begitu?

Jawaban Bridgen AYub Waker:
Jakarta tidak akan mampu membungkam aspirasi perjuangan bangsa Papua untuk merdeka sendiri, dengan melalui kesejahteraan. Itu mimpi buruk Jakarta, ideologi Bangsa Papua untuk merdeka telah tertanam dalam setiap jiwa dan diri orang Papua itu sendiri. Apa lagi generasi muda Papua bangkit dan lawan Indonesia sekarang. Oleh karena itu, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) lebih semangat lagi untuk perang lawan Indonesia. Ingat perang itu budaya kami, oleh karena itu kami siap lawan Penjajah NKRI.

Wartawan Republlika Online:
7. Ada juga yang menuding bahwa penembakan-penembakan dilakukan terkait Pilkada Papua yang sebentar lagi akan digelar. Bagaimana menurut Anda?

Jawaban Bridgen Ayub Waker:
Kami militer TPNPB tidak ada urusan dengan pilkada, pilgub dan lain lain kami berjuang hanya untuk Papua merdeka.

8. Seperti prajurit Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM), Prajurut TNI/POLRI juga memiliki keluarga yang bersedih atas kematian mereka. Apa pesan Anda terhadap mereka?

Jawaban Bridgen Ayub Waker:
Kami sampaikan kepada keluarga korban bahwa silahkan complain kepada Kapolda dan Pangdam, karena merekalah otak pemicuh perang di West Papua. Kami kan minta Merdeka kepada Pemerintah Indonesia secara sopan dan damai, namun Pemrintah melalui Aparat keamanannya selalu ciptakan konflik perang di West Papua dari sejak tanggal 1 Mei 1963 sampai kini.

Wartawan Republika Online:
9.    Apa syarat yang anda ajukan ke Jakarta agar penembakan-penembakan dapat dihentikan?

Jawaban Bridgen Ayub Waker:
Jakarta harus dan segera membuka diri untuk bersedia duduk di meja perundingan, guna melakukan perjanjian yang mengikat hukum tetap guna melaksanakan Referendum di West Papua sesuai standard Hukum Internasional, berdasarkan kovenan Internasiona atas Hak Sivil dan Politik Pasal 1 Ayat 1,2, dan 3, juga berdasarkan United Nations Declaration on the Rights of Indigenous people pada article 3 dan 4 berbnyi sebagai berikut: Every Indigenous people shall have the right to self determination (setiap orang pribumi mempunyai hak untuk menentukan nasib sendiri. 

Tambahan, klarifikasi TPNPB atas Opini Pemerkosaan yang di isukan ole Polisi Indonesia: 
Duduhan Polisi atas pemerkosaan yang telah dilakukan oleh anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat itu tidak benar, Kami menolak duduhan itu. Mengapa? Karena kebiasaan kami orang Asli dari Pegunungan Tengah Papua tidak biasa lakukan hubungan intim dengan wanita saat perang, sekalipun istri. Dan Hukum adat ini berlaku sampai kini. Pemerkosaan Itu kami menilai bahwa itu Polisi yang lakukan, guna memojokan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat.

Demikian, jawaban ini dikirim dari Tembagapura melalui kurir TPNPB-OPM kepada Jubir TPNPB Mr. Sebby Sambom untuk dilanjutkan kepada Wartawan yang telah mengirim pertanyaan ini.

Maaf, kami terlambat membalas karena koordinasi lapangan lambat.

Catatan: Untuk sementara pimpinan TPNPB yang sedang pimpin perang tidak dapat dilakukan komunikasi langsung dengan jurnalis, semua informasi lewat Juru Bicara TPNPB Tuan Sebby Sambom. Kemudian mungkin bisa, jika ada persetujan dari Pimpinan TPNPB yang pimpin Perang di Tembagapura, PANGKODAP TPNPB Tembagapura, Papua Bridgen Ayub Waker dan PANGKODAP III Kali Kopi Timika Willian Kemong.

Terima kasih atas kerja sama yang baik. Tuhan memberkati kita semua.

Translated, Edited and Republished by,

Sebby Sambom
Juru Bicara TPNPB
West Papuans Human Rights Defender
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Perang Gerilya di Tembagapura tidak terkait Pilkada Maupun Pilgub; Hasil Wawancara Bridgen Ayub Waker

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: