Polisi Memukul Wartawan Terbukti Menutupi Pembohongan Publik Terkait Penyanderaan Warga Tembagapura

Hari ini beberapa jurnalis di Timika, #Papua datangi kantor DPRD Mimika protes pengeroyokan Wartawan Salam Papua oleh Polisi kemarin lalu (11/12).
Polisi dari satuan Polres Mimika keroyok wartawan. Membuktikan bahwa isu propoganda sumber dari polisi melalui Kabid Humas Polda Papua agar jangan terbongkar. Waktu lalu pihak TPNPB menyatakan bahwa bahwa tidak ada penyanderaan warga di tembagapura Papua. Akan tetepi kepolisian dan TNI terus membohong melalui media nasional sampai pada media Internasional.

Terkait hal ini, Jubir TPNPB Sebby Sambom mengatakan dengan tegas, kepada tpnpbnews bahwa, “Wartawan dipukul, itu saja membuktikan pembohongan publik, atas isu penyanderaan warga di Tembagapura. biarkan wartawan ke lapangan perang, TPNPB jamin keamanan mereka, enta wartawan orang Papua Indonesia atau Internasional, itu tugas mereka membonggar pembohongan dan sampaikan yang benar, adalah kerja wartawan”. Kata sebby via seluler siang ini 12/11/2017.

Sebby Sambom sebagai jubir dan diplomat militer Internasional, berharap wartawan Internasional dan nasional liput berita di lapangan perang Tembagapura. Supaya tidak terjadi kekeliruan di publik. “TPN tidak bisa korbankan rakyat, karena berjuang untuk rakyat, militer Indonesia bisa menyiksa warga termasuk wartawan itu buktinya, TPN berjuang untuk hak penentuan nasib sendiri bagi rakyatnya”. Kata dia.

Ia berharap agar isu penyanderaan dan penyiksaan warga di Tembagapura tidak disebar luaskan semua media Indonesia. “saya harap isu sandera warga dari TNI-Polri itu penipuan besar, wartawan jangan muat berita itu lagi, kecuali wartawan langsung ke Tempat Kejadian di Tembagapura, kalau tidak kesana jangan muat berita hoax lagi”. Harapnya.

Isu sandera yang tidak benar vs benar antara TPNPB dan TNI-POLRI. TPNPB menyampaikan kebenaran yang terjadi sesungguhnya dari lapangan. Sedangkan TNI-POLRI akibat kalah dalam menghadapi TPNPB di lapangan karena medan perang yang sulit bagi TNI-Polri maka, dengan isu sandera agar bisa melakukan operasi serangan udara menggunakan Helikopter adalah tujuan TNI-Polri membangun isu sandera.

Terbukti tujuan tersembunyi dibalik isu sandera adalah penganijayaan wartawan, pada tanggal 11/11/2017 di Timika. Budi Utomo seorang wartawan menjadi korban dari Polisi Indonesia di Mimika. Sayangnya akibat menulis status facebook, kritisi terkait perang di Tembagapura. TPNPB tidak bisa menyiksa ataupun menembak wartawan, wartawan adalah suatu kewajiban personil TPNPB untuk melindungi. TNI Polri adalah militer sebuah negara merdeka yang brutal tanpa aturan. Menyiksa warga, apalagi wartawan terlihat dari kasus Budi ini, dan mengaanijaya wartawan di Jayapura dan diman saja di Indonesia, adalah kehebatan TNI-Polri dari kebodohan.

Sumber: TPNPBnews
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Polisi Memukul Wartawan Terbukti Menutupi Pembohongan Publik Terkait Penyanderaan Warga Tembagapura

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: