Satu Pucuk Senjata Melawan Seribu Pucuk Senjata

Salah satu senapan serbu yang digunakan Gerilyawan TPN-OPM Kodam III Timika melawan TNI-Polri di sekitar Tembagapura

Oleh : Yason Ngelia*
Sepertinya TNI/POLRI bukan hanya melawan TPN-PB tetapi juga alam Papua di wilayah Nemangkawi, Mimika. Ilmu militer dan persenjataan yang lebih unggul, tidak begitu saja membuat TNI/POLRI menguasai pertempuran.
Strategi pengepungan wilayah separatis dan terorisme pernah dilakukan juga di Aceh melawan GAM 2000 dan di Poso melawan kelompok Santoso 2016. Tetapi di kawasan Nemangkawi sepertinya tidak berjalan dengan baik.
Sehingga wajar jika adanya upaya pengarahan opini publik terhadap daerah yang dikuasai TPN-OPM. Media-media Nasionalis di Jakarta dan Papua berusaha meyakinkan masyarakat bahwa TPN-OPM adalah kelompok tidak bermoral dengan melakukan pemerkosaan terhadap seorang wanita.
Hasil yang diharapkan adalah mengurangnya dukungan publik terhadap TPN-OPM, sehingga dapat melegitimasi tindakan penyergapan yang sporadis.
Artinya siapa pun warga sipil yang ada sekitar daerah yang dikuasasi TPN-OPM akan dijadikan sasaran penangkapan dan pembunuhan.
Ini penting bagi nama besar TNI/POLRI saat ini, sebab sejak berbagai insiden penyerangan TPN-OPM belum ada satu pelaku yang berhasil ditangkap atau dibunuh.
TNI/POLRI mempertaruhkan nama besar militer di hadapan rakyat Indonesia dan dunia saat ini.
Selanjutnya, adanya opini yang dibangun media, bahwa telah terjadi penyanderaan oleh TPN-OPM terhadap 1.300 masyarakat sipil, 300 warga Non Papua dan 1.000 orang warga Asli Papua.
Hal ini, atau hal yang akan terus dibangun media, hanya bertujuan untuk menarik simpati warga Indonesia, bahwa ini adalah kejahatan luar bisa dan perlu direspon secara besar-besaran juga oleh TNI/POLRI tanpa pertimbangan HAM.
Terlebih HAM hari ini menjadi persoalan sendiri bagi TNI/POLRI sebab para petinggi militer saat ini tidak mau mengulang kisah kelam pendahulu merek seperti misalnya, Wiranto dan Prabowo yang terbukti sebagai Pelanggar HAM, hingga mendapatkan larangan masuk ke beberapa negara.
Upaya membangun opini untuk melakukan sekali penyerangan cepat dan besar sepertinya membuat sedikit cerita aneh, sebab kita ketahui bersama bahwa ternyata jumlah anggota TPN-PB sekitar 20-an orang saja, dengan berapa pucuk senjata dan busur-panah, melawan hampir 5.000 pasukan TNI/POLRI di areal PT Freeport di Tembagapura.
Dalam Pernyataan Pers, POLRI maupun TNI sedang menyiapkan strategi terbaik untuk meringkus para pelaku, walaupun di sisi lain mereka mengakui keunggulan TPN-OPM adalah menguasai medan sebab hutan gunung adalah milik mereka, sedangkan TNI dan POLRI adalah anggota yang dibekali teori namun minim pengetahuan tentang Papua dan alamnya.
Sehingga 5.000-an personil dari berbagai kesatuan itu tertekan dengan keadaan yang harus mereka terima di lapangan, bahwa tidak selamaya menjadi TNI/POLRI itu mudah dengan hanya berseragam gagah, bersenjata, berjalan di kota, atau hanya sekedar mengawal dan membubarkan demonstrasi, tetapi berperang dengan artinya yang sebenarnya itu SAKIT.
*Aktivis Papua, tinggal di Jayapura
Sumber: https://tribun-arafura.com/2017/11/12/satu-pucuk-senjata-melawan-seribu-pucuk-senjata/
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:

Related : Satu Pucuk Senjata Melawan Seribu Pucuk Senjata

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: